diantara nama nama Allah yang indah dan mulia. Kedua nama ini banyak disebut
dalam al Qur-an al Kariim. Diantaranya adalah :
yang bersemayam di atas Arsy. (Q.S Thaha 5)
aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa adzab oleh Mahapemurah (Q.S Maryam 45)
yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang
Mahapemurah (Q.S an Naba’ 37)
telah mengajarkan al Qur an. (Q.S ar Rahmaan 1-2).
kepada orang orang yang beriman. (Q.S al Ahzab 43).
terkandung (makna) kesempurnaan rahmat yang merupakan sifat Allah
dan keluasan-Nya, diantaranya adalah :
kegembiraan dan kebaikan maka itu karena pengaruh rahmat Allah.
hal hal yang menakutkan dan kemudharatan merupakan pengaruh dari rahmat Allah.
dan tidak ada yang bisa menolak bahaya kecuali Dia. Dialah yang Mahamerahmati.
:
pada makhluk makhluknya dengan sangat jelas dan tidak bisa dipungkiri.
hati makhluk hingga sebagian mereka menyayangi sebagian yang lain karena
pengaruh rahmat-Nya yang Dia tebarkan dalam hati mereka.
yang terlihat pada penglihatan dan hati manusia serta diakui oleh setiap yang
memiliki akal sehat. Allah mensyari’atkan hal hal yang penuh dengan kemudahan
dan meniadakan dari syari’at-Nya hal hal yang menyusahkan dan memberatkan.
Semua itu menunjukkan akan keluasan rahmat, kebaikan, kedermawanan dan
kemuliaan-Nya.
semuanya untuk kemashlahatan hamba-Nya demi menjaga agama, akal, kehormatan,
badan, akhlak, harta dan supaya tidak jatuh kepada keburukan dan kemudharatan.
kiamat jauh lebih besar
rahmat yang jauh lebih besar. Sungguh rahmat
yang telah Allah turunkan kepada makhluknya di bumi hanyalah 1 diantara
100 rahmat-Nya. Tapi yang satu bagian itu saja sudah sangat dirasakan kebaikan dan keluasannya oleh
makhluk Allah di bumi.
rahmat. Dia turunkan 1 rahmat-Nya kepada jin, manusia, binatang ternak dan
serangga. Dengan rahmat itulah mereka saling mengasihi, menyayangi dan
dengannya binatang buas menyayangi anaknya. Allah mengakhirkan 99 rahmat-Nya
untuk merahmati hamba-hamba-Nya pada hari kiamat” (Mutafaq ‘Alaihi).
laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wahablanaa min ladunka rahmah,
innaka antall wahhaab” Ya Rabb kami, janganlah Engkau condongkan hati kami
kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami. Dan karuniakanlah
kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Mahapemberi (Q.S Ali Imran
8)
Asma’ul Husna, Syaikh Prof. DR. Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al ‘Abbad al
Badr)





































