puasa yaitu puasa sunat. Ini sangat bermanfaat untuk menambah kebaikan dan
pahala bagi kita disisi Allah Ta’ala. Oleh karena itu jangan sia siakan shaum
sunat ini. Bagi yang mampu dan tidak terlalu mengganggu kepada kondisi dirinya
maka sangatlah dianjurkan untuk mengamalkannya.
sunat ini sangatlah banyak. Mungkin sebagian kita tidak mampu melakukan
semuanya, tapi jangan pula ditinggalkan semuanya. Allah berfirman : “Fattaqullaha
mastata’tum” Maka bertakwalah kepada Allah
semampu kalian. (Q.S at Taghabun 16).
Syawal.
Abu Ayyub bahwa Rasulullah bersabda : “Man shaama ramadhana, tsumma
atba’ahu sitta min syawwal, kaana kashiyamiihid dahr” Barang siapa yang
berpuasa Ramadhan kemudian mengiringinya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal
maka itu bagaikan puasa satu tahun. (H.R Imam Muslim).
adalah sebagaimana dijelaskan dalam sabda Rasulullah : ”Shiyaamu syahri
ramadhaana bi ‘ashrati asyhur, wa shiyaamu sittati aiyaami bi syahrain, fa
dzalika shiyaamus sanah.” Puasa Ramadhan sama dengan sepuluh bulan, puasa
enam hari sama dengan dua bulan, maka itulah puasa satu tahun (H.R Ibnu
Khuzaimah dalam Shahihnya dan An Nasa’i).
dibalas dengan sepuluh kebaikan. Jadi seseorang yang berpuasa Ramadhan 30 hari ditambah 6 hari
puasa Syawal berarti jumlah puasanya adalah 36 hari dan itu bernilai puasa 360
hari atau satu tahun penuh.
memerintahkan kepada kami untuk puasa pada hari hari purnama, yaitu tanggal 13,
14 dan 15 (H.R Imam Ahmad, an Nasa’i dan Ibnu Hibban).
tiga hari ini. Bahkan disebutkan bahwasanya Rasulullah selalu berpuasa pada
hari purnama ini, baik pada saat mukim maupun pada saat safar. (H.R an Nasa’i
dan ath Thabrani)
dijaga oleh Rasulullah. Dari Aisyah, dia berkata : Kaana rasuulullah
salallahu ‘alaihi wasallam, yataharra shaumal itsnaini wal khamiis” Adalah
Rasulullah senantiasa menjaga puasa Senin dan Kamis. (H.R at Tirmidzi, an
Nasa’i dan Ibnu Majah).
keutamaan puasa Senin dan Kamis ini, yaitu sebagaimana sabda beliau :
“Tu’radhul a’maalu yaumal itsnaini wal khamiisi fa uhibbu an yu’radha ‘amalii
wa anaa shaa-im. Amal amal dihadapkan (kepada Allah) pada hari Senin dan
Kamis, maka aku ingin amalku dihadapkan dalam keadaan aku berpuasa. (H.R Imam
at Tirmidzi, dari Abu Hurairah).
Muharram adalah disyariatkan sebagaimana
disebutkan dalam sabda beliau dari Ibnu Abbas : “Anna Rasulullahi Salallahu
‘alaihi wa Sallam shaama yauma aa’syuuraa-a bishiyaamih” Bahwa Rasulullah
berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan agar (kaum muslimin) berpuasa
padanya. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).
menambahnya dengan tanggal 9 Muharram, maka itu lebih utama, yaitu berdasarkan
sabda Rasulullah : “Faidzaa kaanaa ‘aamul muqbilu insya Allahu shumnal yaumat
taasi’. Tahun depan, insya Allah, kami akan berpuasa mulai hari ke sembilan.
(H.R Imam Muslim).
pada 9 Muharram, karena belum sampai tahun depan beliau telah wafat. Tapi
karena beliau telah mensyari’atkan hal itu maka adalah sangat baik kalau kita
mengamalkannya.
disebutkan dalam dua hadits :
hari Asyura, maka beliau menjawab : Ia melebur (dosa dosa) tahun yang lalu”
kepada Allah agar ia (puasa Asyura)
menghapus (dosa dosa) tahun yang sebelumnya
Tarhib, Syaikh al Albani)
bagi yang tidak wukuf di Arafah. Telah datang banyak hadits tentang puasa hari
Arafah. Diantaranya adalah :
yaumi ‘arafah, inni ahtasibu ‘alallahi an yukkafiras sanatal latii ba’dahu,
wassanatil latii qablahu” Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar ia (puasa itu) melebur
dosa tahun sesudahnya dan tahun sebelumnya. (H.R Imam Muslim)
yauma ‘arafaa, ghufiralahu dzanbu sanataini matataa bi’ataini” Barang siapa yang berpuasa hari
Arafah maka dosanya diampuni dua tahun berturut turut. (H.R Abu Ya’la dari Saal
bin Sa’ad).
dari setiap satu tahun karena beliau berpuasa satu hari dan berbuka satu hari.
Ini adalah puasa yang paling disukai Allah. Rasulullah bersabda : “Ahabbush
shiyaamu daawuda kaana yashuumu yauman wayufthiru yauman …Puasa yang paling
dicintai Allah adalah puasa Dawud, beliau berpuasa satu hari dan berbuka satu
hari …(H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).
(kalian) dengan puasa yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,
yaitu puasa Nabi Dawud, beliau berpuasa satu hari dan berbuka satu hari”(Lihat
Shahih at Targhib wa at Tarhib).
bulan Muharram
atTarhib dua buah hadits tentang anjuran berpuasa di bulan Muharram. Kedua
hadits ini menunjukkan keutamaan puasa di bulan Muharram.
Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “afdhalush shiyaami ba’da
Ramadhana syahrullahil muharram, wa afdhalush shalatti ba’dal fariidhati
shalaatul lail” Sebaik baik puasa setelah Ramadhan adalah (puasa di) bulan
Allah (yaitu) Muharram, dan sebaik baik shalat setelah shalat fardhu adalah
shalat malam (H.R Imam Muslim).
berkata, Rasulullah bersabda : “Inna afdhalash shalaati ba’dal mafruudhatish
shalaatu fii jaufil laili, wa afdhalush shiyaami ba’da ramadhaana syahrullahil
ladzi tad’uunahul muharram”. Sesungguhnya
sebaik baik shalat setelah shalat fardhu adalah shalat ditengah malam dan
sebaik baik puasa setelah Ramadhan adalah (puasa di) bulan Allah yang kalian
namakan Muharram. (H.R an Nasa’i dan ath Thabrani)
bulan Sya’ban.
yang menjelaskan bahwa Rasulullah banyak sekali melakukan puasa pada hari hari
di bulan Sya’ban. Diantaranya adalah dari Usamah bin Zaid. “Aku berkata : Ya
Rasulullah, aku tidak melihat engkau (banyak) berpuasa (sunah) di satu bulan
seperti engkau berpuasa di bulan Sya’ban. Beliau menjawab : Itu adalah bulan
yang dilalaikan oleh manusia antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana
amal amal diangkat kepada Rabb alam semesta, maka aku ingin amalku diangkat
sementara aku dalam keadaan berpuasa (H.R an Nasa’i).
Aisyah : Aku tidak pernah melihat Nabi lebih banyak dalam sebulan puasa (sunah)
nya dari pada di bulan Sya’ban, beliau berpuasa padanya, kecuali sedikit
(yang tidak dipuasakan), bahkan beliau (pernah) berpuasa seluruhnya. (H.R Imam
at Tirmidzi dan an Nasa’i, lihat shahih at Targhib wa at Tarhib)
puasa sunat. Allahu a’lam.






































