kepada Nabi Muhammad Salallahu ‘alaihi wasallam melalui Malaikat Jibril, dengan
lafal dan maknanya. (Ensiklopedi Islam 4/132). Dan al Qur an merupakan kitab
yang diturunkan Allah sebagai sumber pertama dan paling utama dari seluruh
ajaran Islam. Fungsinya adalah sebagai petunjuk atau pedoman bagi manusia untuk
mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
Allah melalui Malaikat Jibril. Susunannya adalah dalam bentuk juz, hizib, surat,
ruku’ dan ayat.
an semua dengan mudah bisa menjawab yaitu 30 juz. Berapa jumlah surat dalam al
Qur an akan dijawab 114 surat. Berapa jumlah ruku’ dalam al Qur an akan dijawab
ada 554 ruku’. Semuanya benar.
menjawab ada 6.666 ayat. Ini adalah pendapat yang masyhur di masyarakat kita.
Bahkan ada juga diantara ustadz atau guru guru kita dalam ceramahnya, dengan
mantap mengatakan bahwa jumlah ayat dalam al Qur an adalah 6.666 ayat.
an ternyata para ulama berbeda pendapat. Ada yang menyebut angka 6.204, 6.205, 6.214,
6.219, dan 6.226 ayat. Ada pula ulama yang menyebutkan selain angka itu.
6.616 ayat.
angka 6.236 ayat.
jumlah ayat al Qur an adalah 6.000 lebih dan lebihnya (berapa) diperselisihkan
oleh para ulama.
al Qur an ternyata juga menjadi salah
satu bahan bagi musuh musuh Islam untuk memojokkan Islam. Diantara mereka ada
yang berkomentar bahwa jika jumlah ayatnya berbeda berarti ada perbedaan antara
satu al Qur an dengan al Qur an yang lainnya. Pada hal sungguh tidaklah
demikian adanya.
menjadi pertanyaan juga. Kenapa bisa ada perbedaan. Bukankah mushafnya sama
yaitu mushaf Utsmani. Ketahuilah bahwa perbedaan bukan ada pada jumlah ayat
dalam mushaf tetapi karena ada perbedaan ulama dalam cara menghitungnya. Diantaranya adalah :
surat. Diantaranya ada Ulama yang menghitungnya sebagai ayat al Qur an dan ada
pula yang tidak.
awal surat, seperti Aliflaammiim, Aliflaamraa, Yaasiin, Thaahaa dan yang
lainnya. Ada ulama menghitungnya sebagai ayat al Qur an. Tapi ada pula Ulama dengan
ijtihadnya tidak menghitung potongan potongan huruf hijaiyah ini sebagai ayat.
ada diantara Ulama menghitung satu ayat sebagai dua ayat tersebab perbedaan
titik sebagai penentuan akhir sebuah ayat.
pendapat dikalangan ulama tentang jumlah ayat dalam al Qur an maka tidaklah
dianjurkan untuk menegaskan jumlah ayat
al Qur an dalam bilangan tertentu. Tidaklah perbedaan pendapat ulama
tentang penyebutan angka ini berarti
menimbulkan perbedaan dalam isi al Qur an. Sekali kali tidak. Sungguh
tidaklah ada perbedaan isi al Qur an yang satu dengan al Qur an yang lain baik
huruf dan titiknya apalagi ayatnya.
wa innaa lahuu lahaafizhuun” Sesungguhnya, Kamilah yang menurunkan al Qur
an dan sesungguhnya Kami benar benar
memeliharanya. (Q.S al Hijr 9).
memeliharanya, bermakna bahwa al Qur an
dipelihara Allah pada waktu diturunkan dan sesudah diturunkannya. Dalam masa
diturunkannya, Allah menjaganya dari pencurian dengar yang dilakukan syaithan
yang terkutuk. Setelah diturunkannya, Allah memeliharanya dengan meletakkannya
di kalbu Rasul-Nya, dan menempatkannya di hati hati umat Rasulullah. Allah
memelihara lafazh lafazhnya dari pengubahan, penambahan atau pengurangan, dan
menjaga makna maknanya dari perubahan. (Lihat Taisir Tafsir Kariimir Rahmaan)






































