melihat seorang laki laki mengeluhkan kemiskinan dan kekurangan kebutuhan
hidupnya kepada banyak orang. Maka yang mengeluh ini diberi nasehat : Wahai Fulan,
demi Allah tidak ada gunanya kamu mengeluhkan Dzat yang menyayangimu (yaitu
Allah Subahanahu wa Ta’ala) kepada manusia yang tidak menyayangimu.
mengeluhkan Allah kepada manusia karena dia tidak mengerti siapa yang
dikeluhkannya itu (yaitu Allah yang Mahapenyayang). Dan dia tidak mengerti pula
tempat dia menyampaikan keluhannya (yaitu kepada manusia yang tidak memiliki
apa apa)
dirinya) kepada Allah. Sedangkan orang
yang paling arif adalah orang yang mengeluhkan kepada Allah tentang
kelalaiannya, bukan mengeluhkan tentang keburukan yang dilakukan orang lain terhadap dirinya.
merasa tidak suka. Lalu mengeluh kepada manusia. Dia lupa bahwa yang dia
keluhkan itu adalah apa yang telah Allah takdirkan baginya. Dia mengeluh kepada
manusia pada hal manusia tidak mampu melakukan apa apa kecuali dengan izin
Allah. Imam Ibnul Qayyim mengelompokkan orang ini sebagai orang bodoh.
mengeluh dan memohon kepada Allah untuk kebaikan. Imam Ibnul Qayyim mengelompokkan
orang ini sebagai orang yang arif.
kepada Allah agar dijauhkan dan dimaafkan dari kelalaian dan dosanya. Imam
Ibnul Qayyim mengelompokkan orang ini orang yang paling arif.





































