adalah sifat tercela yang muncul dari kegelapan hati. Seandainya hati seseorang
bersinar niscaya dia akan mengambil pelajaran (untuk tidak berlaku zhalim).
mereka tidak tahu atau tidak mau tahu tentang keburukan dan bahaya dari
kezhaliman bagi dirinya dan bagi orang lain.
meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. Diantaranya contohnya adalah bahwa
jika seseorang menjual barang dagangannya dengan mengurangi timbangan dari yang
seharusnya maka dia tidak menempatkan
sesuatu pada tempatnya. Seharusnya dia menimbang dengan cukup tapi
dikurangi. Itulah kezhaliman.
sesuatu bukan pada tempatnya. Dan dalam istilah syar’i adalah suatu ungkapan
yang menunjukkan berpaling dari kebenaran menuju kebatilan atau mengambil hak milik orang lain dan melampaui batas.
terhadap sesama.
mengharamkan pula kepada manusia.
beliau meriwayatkan dari Rabbnya bahwa Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman
: “Yaa ‘ibaadii innii haramtu zhulma ala
nafsii, wa ja’alatuhu bainahum muharramaa” Wahai sekalian hamba-Ku, Sesungguhnya
Aku mengharamkan kezhaliman pada diri-Ku dan mengharamkannya pada kalian, maka
janganlah kalian saling menzhalimi … (H.R Imam Muslim)
fatamassakumun naaru … “ Dan janganlah kamu cenderung kepada orang orang
yang zhalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka. (Q.S Hud 113).
menerangkan bahwa : Ayat ini bisa dikatakan sebagai ayat yang paling keras
tentang larangan dan ancaman terhadap
perbuatan zhalim.
tidak berlaku zhalim sebab akan memberi mudharat bagi dirinya. Beliau bersabda : “Ittaquzh zhulma. Fainna zhulma
zhulumaatun yaumal qiyaamah….” Takutlah kalian terhadap kezhaliman karena kezhaliman
merupakan kegelapan pada hari Kiamat kelak … ( H.R Imam Muslim).
dilakukan sesama manusia yaitu :
yang berhutang tetapi tidak membayarnya atau menunda nunda pada hal ia mampu.
sesuatu yang tidak wajib baginya,
seperti kamu menuduh saudaramu punya hutang kepadamu lalu kamu membuat surat surat palsu
sehingga kamu menang di pengadilan
Bahaya berbuat zhalim.
mudharat yang besar termasuk larangan kezhaliman. Diantara dampak buruk atau mudharat
kezhaliman adalah :
sebagai mana firmanNya : “Wa
kadzalika akhdzu rabbika idza akhadzal
quraa wahiya zhaliimah. Inna akhdzahu aliimun syadiid. Dan adzab Rabbmu, apabila dia
mengadzab penduduk negeri yang berbuat zhalim. Sesungguhnya adzabNya pedih lagi
keras. (Q.S Hud 102).
berusaha menjauh dari murka-Nya. Andaikata Allah murka kepada kita lalu bumi
mana yang akan kita pijak dan kemana kita
akan menggantungkan nasib kita.
sampai menzhalimi sesama karena do’a
orang yang dizhalimi mustajab.
diutus berdakwah ke Yaman dengan sabda beliau : “Wattaqi da’watal mazhluum,
fainnahu laisa bainahu wa bainallahi hijaabun.” Berhati hatilah (takutlah)
terhadap do’a orang yang dizhalimi
karena tidak ada penghalang antara dia dan Allah (H.R Imam Bukhari dan Imam
Muslim).
da’awatin mustajaabaatun laa syakka fiihina, da’watun mazhluum, wa da’watul
musaafir, wa da’watul waalidi ‘alaa waladih.” Ada tiga doa mustajab tanpa ada keraguan
didalamnya, doa orang yang dizhalimi, doa musafir
dan doa orang tua terhadap anaknya. (H.R Imam at Tirmidzi, Imam Abu Dawud, Imam
Ahmad, dishahihkan oleh Syaikh al Albani.)
seharusnya dia segera mohon dimaafkan dan minta dihalalkan. Jika tidak maka di
akhirat nanti, kezhaliman yang dilakukannya akan mengurangi pahalanya atau
menambah dosanya sebagai pengganti
kezhaliman yang dilakukan di dunia.
bersabda : “Man kaanat ‘indahu
mazhlimatun li akhiihi falyatahalalhu
minhaa, fainnahu laisa tsumma diinaaran walaa dirhamun minqabli aiyu’khadza li
akhiihi min hasanaatihi, failam yakun lahuu hasasanatun akhidzun min
syaiyiati akhiihi fatharihat ‘alaihi.”
Barang siapa yang memiliki kezhaliman terhadap saudaranya maka hendaklah dia
meminta kehalalan (maaf) kepadanya, karena kelak di akhirat tidak ada lagi
dinar dan dirham, sebelum kebaikannya diambil untuk saudaranya
(yang dia zhalimi), bila tidak memiliki kebaikan maka keburukan
saudaranya (yang dia zhalimi) akan diberikan kepadanya (H.R Imam
Bukhari).
muflis yaitu tentang orang yang bangkrut
di akhirat kelak. Pada hari akhirat kelak akan ada manusia yang datang dengan
membawa pahala amalnya. Tetapi akhirnya habis karena
harus dipindahkan kepada orang orang yang menuntutnya yaitu orang orang yang pernah dizhaliminya di dunia. Bahkan setelah pahala
amalnya habis maka dosa orang yang dizhalimi dipindahkan kepadanya.
Na’udzubillahi min dzalik.
kepada para sahabat, “Tahukah kalian, siapakah orang yang bangkut itu?”
Para sahabat menjawab, “Menurut kami, orang yang bangkut diantara kami
adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta kekayaan.” Rasulullah SAW
bersabda :
yang bangkrut adalah orang yang pada hari kiamat datang dengan shalat, puasa,
dan zakat, tetapi ia selalu mencaci-maki, menuduh, dan makan harta orang lain
serta membunuh dan menyakiti orang lain. Setelah itu, pahalanya diambil untuk
diberikan kepada setiap orang dari mereka hingga pahalanya habis, sementara
tuntutan mereka banyak yang belum terpenuhi. Selanjutnya, sebagian dosa dari
setiap orang dari mereka diambil untuk dibebankan kepada orang tersebut, hingga
akhirnya ia dilemparkan ke neraka.” (H.R Imam
Muslim)
berarti dia telah melakukan sesuatu keburukan bagi orang lain. Sungguh
keburukan yang dilakukan itu akan kembali kepadanya.
asa’tum falahaa” Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi
dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat keburukan maka (kerugian
keburukan) itu untuk dirimu sendiri. (Q.S al Israa’ 7).
kelak. Selain itu orang zhalim akan
dibenci oleh teman temannya, keluarganya bahkan masyarakat sekitarnya sebagai
hukuman di dunia.
menderita diantara manusia yang berakhlak buruk (termasuk berbuat kezhaliman) adalah
dirinya sendiri kemudian baru orang lain.







































