yaitu semata-mata untuk beribadah kepadaNya. Allah berfirman : “Wama
khalaqtul jinna wal insa illa liya’budun”
Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah
kepadaKu. (Q.S adz Dzariat 56).
pangkat dan jabatan maka itu haruslah dimanfaatkan dalam rangka beribadah
kepada Allah. Jika ditakdirkan memiliki harta yang banyak itu juga haruslah dimanfaatkan
dalam rangka beribadah kepada Allah. Ditakdirkan menjadi orang yang berilmu
maka itupun haruslah dimanfaatkan dalam rangka beribadah kepada Allah.
berkata : Bahwa tidak ada kegunaan lain
manusia diciptakan Allah kecuali untuk
beribadah dan mengabdi kepadaNya.
perhatiannya untuk bisa beribadah kepada Allah, menjaga ketaatan dengan melaksanakan segala perintahNya dan
menjauhi segala laranganNya.
berbagai fasilitas bagi manusia termasuk menjamin rizkinya. Allah berfirman : “Wama
min daabbtin fil ardhi illa ‘alallahi rizquhaa”. Dan tidak satupun makhluk
bergerak (bernyawa) dibumi melainkan semuanya dijamin Allah rizkinya (Q.S Hud
6).
berusaha mencarinya, bukan memikirkan apakah dia
akan dapat rizki atau tidak. Tidak perlu bersusah susah memikirkan akan dapat
rizki atau tidak kalau dapat jumlahnya sedikit atau banyak dan sebagainya.
untuk memperolehnya, berserah diri kepada Allah dan ridha terhadap apa dan
berapa yang diberiNya. Itupun haruslah dengan catatan tidak melupakan
kewajibannya yang utama yaitu beribadah kepada Allah.
hambanya yang beriman kecuali itu adalah yang terbaik baginya. Memang manusia
sering tidak dapat membedakan antara penolakan dan penundaan atau penggantian
yang lebih baik dari Allah.
keinginannya didunia ini meskipun yang diminta itu terkadang adalah sesuatu yang hina tidak bernilai. Padahal Allah
Mahamengetahui yang terbaik baginya.
karena Allah ingin memberikan yang lebih baiklagi kepada hamba itu.
dirinya.
berbekal untuk menemuiNya dengan meniti
jalan yang lurus agar mengantarkan (dengan selamat) kepadaNya.
Allah tidak mematikan seseorang hamba (yang beriman) melainkan
untuk menghidupkannya kembali (di alam yang lebih baik) (Lihat Kitab Fawaidul
Fawaid, Imam Ibnul Qayyim)
.
yang baik bagi hamba hambaNya yang beriman.
seorang hamba maka sebenarnya Allah bermaksud membuka pintu rizki yang lain dan
lebih baik. Bisa jumlah dan jenisnya yang lebih baik dan bisa pula
keberkahannya yang bertambah.
bagaimana rizki yang diberikan Allah berpindah dari sesuatu yang baik
kepada yang lebih baik.
masih berada dalam kandungan ibunya, diberi rizki oleh Allah melalui satu jalan
saja yaitu melalui tali pusarnya.
yaitu tali pusar ini diputus. Dengan demikian putuslah pula rizkinya. Tapi dengan kasih sayangNya pula, rizki yang
satu jalan ini diganti oleh Allah dengan rizki dari dua jalan yaitu dua saluran
asi dari ibunya, yaitu minuman yang
segar dan lezat. Ini adalah rizki atau
makanan terbaik bagi si bayi.
tertutup baginya rizki dari dua jalan saluran
asi ini. Tapi Allah telah
mempersiapkan rizkinya melalui empat jalan. Dua jalan berupa minuman yaitu air
segar dan susu dan dua jalan berupa makanan yaitu dari tumbuh-tumbuhan dan hewan.
tersebab datangnya ajal, Allah bukakan
lagi kenikmatan baru dan jauh lebih hebat dari rizki dan kenikmatan yang
lalu yaitu delapan pintu surga. Dan orang yang beriman dan bertakwa boleh
memilih dari pintu mana saja dia mau masuk.
disediakan Allah dan seorang hamba tinggal berusaha mencarinya dan tidak perlu
memikirkan bisa dapat atau tidak.
suatu pintu kenikmatan ditutup maka Allah akan membuka pintu kenikmatan yang
lain yang lebih baik, bagi hamba hambaNya yang bertakwa.
hamba mungkin merasa tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkannya. Dalam
kondisi ini hendaknya dia memahami bahwa sesuatu yang baik menurutnya belum
tentu baik menurut Allah karena Allah pasti lebih tahu apa yang terbaik bagi
hamba-hambaNya.
khairul lakum. Wa ‘asaa-an tuhibbuu syai-an wa huwa syarrul lakum. Wallahu
ya’lamu wa antum laa ta’lamuun”. Boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu
padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu pada hal itu
tidak baik bagimu. Allah Mahamengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui. (Q.S
al Baqarah 216)







































