Semua adalah milik Allah. Allah berfirman : “Lillaahi maa fis samaawaati
wamaa fil ardhi” Milik Allah apa yang ada dilangit dan apa yang ada di
bumi. (Q.S al Baqarah 284)
hambaNya. Selain itu, dengan kasih sayang-Nya pula Allah menyuruh manusia
meminta lagi apa apa yang dibutuhkannya yaitu melalui doa.
rabbukum, ud’uunii astajib lakum” Dan Rabbmu berfirman : Berdoalah
kepadaKu, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (Q.S al Mu’min 60)
mimmaa lam yanzil, fa’alaikum ‘ibadallahi biddu’aa-i” Doa itu bermanfaat bagi apa apa yang sudah
terjadi ataupun yang belum terjadi. Maka dari itu, hendaklah kalian banyak
berdoa wahai hamba Allah. (H.R Imam
Ahmad dan Imam at Tirmidzi).
dua keadaan akan selalu mendatangi seorang hamba secara bergantian. Yang
dimaksud adalah keadaan lapang dan keadaan sempit. Keadaan senang dan keadaan
susah. Keadaan sehat dan sakit. Ibarat jari jari kincir air sekali berada
diatas sekali berada dibawah.
Seharusnya seorang hamba berdoa pada setiap waktu dan pada setiap
keadaannya. Berdoalah pada keadaan susah dan pada keadaan senang. Pada keadaan
sempit dan pada keadaan lapang. Pada keadaan sakit atau pada keadaan sehat.
kesempitan atau kesusahan. Pada saat seseorang diberhentikan dari pekerjaan
misalnya, maka sebagai pengangguran biasanya dia akan banyak berdoa memohon
kebaikan dan karunia Allah. Pada saat sakit dia akan banyak berdoa untuk
memperoleh kesembuhan. Ini tentu sesuatu yang baik dan sangat dianjurkan karena
seorang hamba disuruh untuk meminta
pertolongan kepada Allah Ta’ala.
agar banyak banyak berdoa pada keadaan lapang,
pada keadaan senang, pada keadaan sehat dan yang
lainnya. Syaikh Abdul ‘Aziz as Sayyid Nada berkata : “Hendaknya seseorang
memperbanyak berdoa pada saat saat lapang agar Allah Subhanahu wa Ta’ala
mengabulkan permintaannya pada saat saat sempit”.
dan berdoa pada saat susah saja. Pada
saat senang, lupa mengingat Allah. Rasulullah bersabda : “Barangsiapa yang suka
Allah mengabulkan doanya pada saat saat sempit dan kesulitan, hendalah dia
banyak berdoa pada saat saat lapang”. (H.R Imam at Tirmidzi dan al Hakim).
merendahkan diri kepada Allah) pada saat saat lapang, niscaya permohonannya
akan dikabulkan pada saat saat sulit.
kesulitan dan kegelapan yang amat sangat pada saat berada dalam perut ikan besar. Lalu Allah selamatkan dia karena
sebelumnya dia adalah orang yang banyak mengingat Allah. Allah berfirman : “Falau
laa annahu, kana minal musabbihiin. Lalabitsa fii bathnihii ilaa yaumi
yub’atsuun. Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang orang yang banyak
mengingat Allah, niscaya dia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari
berbangkit (Q.S ash Shaaffaat 143-144).
sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak bertasbih” maksudnya pada
waktu waktu sebelumnya banyak melakukan ibadah kepada
Rabb- Nya. Bertasbih dan bertahmid kepada-Nya, dan ketika berada dalam perut
ikan paus itu, dimana dia berdoa : Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka innii
kuntu minazh zhaalimiin. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali
Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang orang yang
zhalim. (Q.S al Anbiya’ 87)
akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit” maksudnya
niscaya perut ikan itu menjadi kuburannya. Akan tetapi disebabkan tasbih dan
ibadahnya kepada Allah maka ia diselamatkan oleh Allah. Dan demikianlah Allah
menyelamatkan orang orang beriman dikala mereka terjatuh dalam kesempitan.
dalam berdoa yaitu dengan memperbanyak doa pada saat lapang dan juga berdoa pada saat sempit. Semoga Allah
memudahkan segala urusan kita.






































