kepada hamba hamba-Nya. Allah berfirman : “Waja’alnaa naumakum subaataa. Dan
kami menjadikan tidurmu untuk beristirahat. (Q.S an Naba’ 9).
tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya diri kita jika tidak ada nikmat tidur
yang diberikan Allah. Bagaimana tersiksanya kita jika tidak bisa tidur. Bahkan
bagi orang yang susah untuk tidur terkadang menggunakan berbagai cara
diantaranya ada yang sampai menggunakan obat tidur secara berlebihan yang pada
gilirannya bisa membahayakan kesehatannya.
dari empat posisi yaitu tengkurap,
telentang, miring ke kiri dan miring ke kanan. Seseorang memilih posisi tidur
atau berbaring sesuai dengan yang diinginkan atau yang menjadi kebiasaannya.
Namun demikian ada baiknya kita mengetahui posisi tidur yang lebih baik
sehingga nikmat tidur itu menjadi lebih
bermanfaat bagi kita.
kekiri dan miring ke kanan ternyata ada yang posisi
yang sangat dianjurkan, ada posisi yang baik, kurang baik dan tidak baik.
dalam timbangan syari’at maupun dalam timbangan kesehatan. Sungguh Rasulullah
melarang seseorang tidur tengkurap atau
telungkup karena ini adalah cara tidur yang dibenci Allah.
“Suatu ketika aku tidur di masjid. Tiba tiba ada seseorang menghampiriku,
sedang aku dalam keadaan tidur telungkup. Lalu dia membangunkanku seraya
berkata : “Bangunlah, ini adalah bentuk tidur yang dibenci Allah”. Maka
akupun mengangkat kepalaku. Ternyata beliau (yang membangunkan aku adalah
Rasulullah (H.R Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah,
dishahihkan oleh Syaikh al Albani)
maka tidur telungkup adalah dilarang dan itu adalah bentuk tidurnya syaithan
(‘Aunul Ma’bud).
membuat seseorang menjadi terganggu bernafas karena berat badan akan menekan
kedada.
tengkurap tapi ketahuilah bahwa jika sesuatu yang dibenci Allah dan Rasulullah pastilah disitu
ada keburukan dan seharusnya kita hindari.
mengajurkan untuk tidur telentang karena pada saat telentang seseorang sulit
untuk bisa bernafas melalui hidung tapi
bernafas melalui mulut. Padahal seyogyanya seseorang bernafas melalui hidung.
yang menyaring udara yang kita hirup pada saat bernafas melalui hidung. Jika
kita bernafas melalui mulut maka udara yang terhisap melalui mulut tidak
tersaring. Para pakar juga ada yang mengatakan bahwa tidur telentang bisa
membuat seseorang rentan terhadap flu, mulut mudah menjadi kering dan bisa
mendatangkan radang gusi. Selain itu bisa kita saksikan bahwa orang yang tidur
telentang cenderung ngorok.
untuk tidur tapi hanya beristirahat sejenak
atau sekedar tidur tiduran saja.
baik. Para pakar memberikan penjelasan bahwa posisi berbaring seperti ini akan
menjadikan paru kanan menekan organ jantung. Ini akan berpengaruh pada kinerja
jantung. Jadi sebaiknya kita tidak membiasakan diri memulai tidur dengan posisi
menyamping ke kiri.
tidur dengan posisi menyamping ke kanan atau berbaring dengan lambung kanan.
Pada posisi ini jantung hanya akan tertekan
oleh paru kiri yang ukurannya lebih kecil. Posisi hati akan menjadi
stabil. Selain itu juga akan memberikan manfaat bagi proses pencernaan.
posisi berbaring pada lambung kanan.
Beliau bersabda : “Idza akhadzta madhja’aka fatawadhdha’ wudhuu-aka
lishshalaati, tsumma adhthaji’ syiqqiqal aiman”. Apabila engkau hendak
tidur dipembaringan maka berwudhu’lah sebagaimana kamu berwudhu’ untuk shalat
setelah itu berbaringlah dengan miring ke kanan. (H.R Imam Bukhari dan Imam
Muslim).
oleh Rasulullah. Seorang hamba yang melazimkannya pastilah akan mendapat
kebaikan yang banyak padanya dan insya Allah kita akan tercatat sebagai orang
yang selalu berusaha menegakkan sunnah Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam.





































