Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Religi

Menulis dan Ta’awun di Pesantren, Kenapa Tidak?

Religius by Religius
02.04.2024
Reading Time: 5 mins read
0
ADVERTISEMENT

 Menulis dan ta’awun di Pesantren, kenapa tidak?

Menulis dan Ta'awun di Pesantren, Kenapa Tidak?

Di sini kita akan berbicara dari sudut pandang yang mungkin akan banyak menuai pro dan kontra, namun kita coba memulai terlebih dahulu barangkali ada di antara kita yang juga sependapat dengan penulis.

RELATED POSTS

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Amalan Menjelang Bulan Syakban: Persiapan Menuju Ramadan

Puasa Ramadan 2026 — Tanggal & Niat Qadha yang Wajib Diketahui Umat Muslim

Dengan pertolongan Allah, saya memohon.

Menulis merupakan sebuah cara yang digunakan berabad-abad lalu, tulisan juga adalah bentuk buah pikiran, tulisan adalah segala dari ilmu dan pengetahuan.

Tulisan juga amatlah penting dalam dunia mahasiswa, santri dan para pelajar mana saja. 

Tulisan adalah buah pikiran, menggambarkan bijak tidaknya pikiran si penulis, menjelaskan kepada pembaca akan kepandaian dia dalam menggiring opini pembaca, dan lebih dari itu para Sahabat Nabi ﷺ dahulu adalah orang-orang yang mengajukan supaya Quran (kitab suci ummat Islam) dituliskan, dikumpulkan dari beberapa hafalan sahabat yang lainnya. Sungguh menakjubkan. 

ADVERTISEMENT

Seharusnya dunia tulis menulis memiliki hubungan yang mesra dengan para penuntut ilmu.

Bila kita perhatikan, Mahasiswa yang menjalankan studinya di suatu Universitas pasti tidak akan lulus kecuali setelah merampungkan skripsi pada Fakultasnya. 

Dan hingga saat ini belum ada kabar bahwa Pesantren mewajibkan hal demikian atas Santri yang akan lulus. Saya hanya mendengar beberapa Ma’had saja dan itu tidak wajib, hanya bagi mereka yang berinisiatif.

Namun ini bukan hal yang perlu disayangkan, sebabnya kebaikan dan manfaat menulis sebenarnya kembali kepada masing-masingnya. 

Karena secara garis besar dari manfaat menulis adalah memberikan infromasi dan insight pada orang lain yang membutuhkan. Sehingga orang yang membutuhkannya pasti merasa terbantu meski dengan tulisan yang sederhana. 

Kita kembali pada passion penuntut ilmu dalam hal tulis menulis, tidak mungkin kita menggunakan sarana tulis menulis ini untuk hal yang justru bersebrangan dengan agama Islam. Yang kita pelajari adalah ilmu agama maka yang  dikembangkan melalui sarana ini adalah ilmu agama. 

Ilmu agama bukan hal yang sempit dan sedikit, justru bagi sebagian orang mereka kebingungan akan memulai dari mana dan memilih yang seperti apa untuk diulas pada masalah agama. Jangan berpikiran bahwa yang menulis dalam bab agama ini hanya Ulama, Syaikh atau Ustadz, jangan! Justru hal ini akan menjadikan kita semakin down dan tidak memiliki kepercayaan diri. 

Mulailah dari yang sederhana dan sedikit. 

Saya masih ingat pada sebuah seminar yang disampaikan oleh dua Ustadz kita -semoga Allah menjaga keduaya- yaitu, Ustadz Mukhtar dan Ustadz Ayip Syafruddin di Masjid Umar bin Khattab. 

Yang beliau sampaikan adalah secuil tips supaya kita bisa memulai dalam bidang tulis menulis, beliau berikan caranya yang paling sederhana. 

“Mulailah untuk menulis ayat Quran beserta artinya, maka kalian akan merasa puas ketika ada tafsir dari para Ulama atas ayat tersebut, di situlah kalian buka kitab-kitab tafsir dan diartikan sesuai kemampuan dan tulislah untuk ayat-ayat yang kalian pilih. Begitu juga pada hadits dan ucapan para Ulama.” Tutur Ustadz Ayip Syafruddin. 

Menurut Ustadz Mukhtar : 

“Seorang Siswa yang doyan tulis menulis mestinya tidak merasa cukup dari kamus Tesaurus, mesti punya!” 

Apa yang disampaikan Ustadz Mukhtar adalah penyempurna faidah Ustadz Ayip, karena beliau menyampaikan trik supaya tulisan dan terjemahan kita tidak terlalu kaku dan saklek sehingga bila tidak dikembangkan dan enggan diperbaiki akan membuat tulisan atau terjemahan menjadi ‘garing’ dan seolah olah tidak bernas.

Ada sebuah faidah yang menurut saya sangat ‘nampol’ disampaikan oleh Ustadz Mukhtar, kata beliau : 

“Bila kita menulis, sejak awal meniatkan supaya tulisan tersebut dicetak, maka kita keliru! Apa salahnya bila (tulisan tersebut) dijadikan konsumsi pribadi terlebih dahulu. Bila ingin dibaca oleh orang lain, bagikan pada keluarga atau saudara. Latihan menulis itu adalah waktu yang harus kita sembunyikan.” 

Dengan sedikit perubahan.

Saudaraku, mengapa saya sandingkan menulis dengan ta’awun (membantu kegiatan dakwah) di Pesantren?

Berangkat dari sebuah berita dan nasehat anonim yang saya sempat baca di salah satu pesan singkat oleh teman. Pesan tersebut dibiarkan selama beberapa menit kemudian dihapus dengan alasan sensitif dan dirasa akan menyinggung oknum tertentu bila tidak sengaja atau sengaja diteruskan.
Almuhim, sedikit pencerahan yang mungkin bisa kita jadikan jalan tengah dengan menekan angka perselisihan di antara kita. 
Mengapa tidak sedikit dari Ustadz kita yang memberi saran supaya tetap bisa membantu keberlangsungan dakwah Salafiah ini? Bahkan banyak dijumpai dari mereka yang mengajak sekian alumnus Pesantren untuk turut membantu di tempat tinggalnya. 
Jelas! Karena beberapa hal yang bisa kita baca; karena kurangnya tenaga pengajar, membantu alumnus untuk mendapatkan lingkungan yang bisa dibilang lebih baik, dan kalau mau kita tambahkan alasannya lagi adalah menjadikan Pesantren itu sebagai tempat untuk berbagi, berkembang, memperluas relasi kita dan begitu seterusnya. 
Nah, apakah hal-hal tersebut menghalagi kita untuk menulis? Tidak! Apakah Ustadz/Ustadzah menghalangi kita untuk menulis? Tidak! Apakah tetangga dan tugas ‘negara’ menghalangi kita untuk berkarya? Tidak! Dan sekian banyak apakah yang dijawab dengan tidak!! 
Namun fenomena dan kondisi terkadang dan seringnya berjalan tidak sebaik rencana juga tidak seperti yang sudah dirapikan oleh hitam di atas putih, ada saja ungkapan :
“tapi kan begini dan begitu.”
“dia itu kurang begini lho.”
“Yang dia lakukan itu apakah benar?”
“apa sih manfaat dari tulisannya?”
Ketahuilah! Bukan dari manusia kita mencari pembenaran. Bukan karena manusia juga kita berkembang, bukan! ya, namanya juga manusia, sebagian dari mereka tidak benar-benar menasehati, namun menerima nasehat itu wajib!
Sabarlah! Mengalahlah! Endapkan rasa!
Cobalah kita berkembang tanpa harus bergantung pada orang lain. Cobalah kita menulis ‘yang bermanfaat’ untuk diri sendiri lalu untuk orang lain. 
Orang lain menilai baik dan buruk adalah urusan nomor sekian, dan penilaian orang lain bergantung pada apa yang kita lakukan!! 
Bergantung pada apa yang kita tulis!! 
Kan sudah kita singgung di awal ya, dari mana kita memulai untuk menulis. Silakan dilihat kembali ucapan Ustadz Ayip Syafruddin. 
Jadi, bantulah Pesantren yang kita merasa cocok dengannya atas nama Dakwah Salafiah. 
Juga menulislah dan teruslah menulis untuk kebaikan kita.
Adapun postingan, channel Telegram, grup WhatsApp, dan media-media lainnya sampai pada tingkat percetakan buku dan risalah itu merupakan tahap lanjutan untuk kita. 
Harus dengan pertimbangan yang baik ketika ingin dibagikan, tulisan kita harus dibagi menjadi beberapa macam. 
Ada tulisan yang hanya untuk konsumsi pribadi, tulisan yang dibuat untuk berbagi ke publik, dan ada juga tulisan yang memang dibuat untuk diskusi tanpa melibatkan banyak pihak. 
Nah, tentunya hal ini tidak akan bertabrakan dengan tugas seseorang yang menjadi tenaga pengajar, pengurus atau semisalnya di suatu Pesantren.
Justru hal-hal baru yang didapat di lapangan akan kita kembangkan di atas kertas.
Kemudian satu tips lagi supaya membantu kalian untuk open minded dan berjiwa kritis yang beradab dan bertika adalah, membaca buku para Ulama kita. 
Miliki juga kamus Tesaurus, tidak semua Gramedia menjualnya. Temukan dengan harga menarik.
Mudah-mudahan Allah memberi kita jalan taufik-Nya.
Ramadhan ke-21, Surakarta.
join us : https://t.me/DermaCerita
Tags: Agama IslamDakwahIlmuPengetahuanWawasan
ShareTweetPin
Religius

Religius

Related Posts

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi
Religi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Amalan Menjelang Bulan Syakban: Persiapan Menuju Ramadan
Religi

Amalan Menjelang Bulan Syakban: Persiapan Menuju Ramadan

13.01.2026
Puasa Ramadan 2026 — Tanggal & Niat Qadha yang Wajib Diketahui Umat Muslim
Religi

Puasa Ramadan 2026 — Tanggal & Niat Qadha yang Wajib Diketahui Umat Muslim

09.01.2026
Hadiah Pahala – Fatwa al-`Asqalani
Religi

Hadiah Pahala – Fatwa al-`Asqalani

15.06.2025
Mahasiswa UI Gelar Konvoi Solidaritas untuk Palestina, Tolak Penjajah Zionis Israel
Religi

Mahasiswa UI Gelar Konvoi Solidaritas untuk Palestina, Tolak Penjajah Zionis Israel

13.06.2025
Siapa Sajakah yang Berhak Menjadi Wali Nikah, Jika Ayah Mempelai Wanita Tidak Ada?
Religi

Siapa Sajakah yang Berhak Menjadi Wali Nikah, Jika Ayah Mempelai Wanita Tidak Ada?

13.06.2025
Next Post
Dihujani Pertanyaan Seputar Libur Mudik dan Lebaran, Ini Jawaban Kemenparekraf

Dihujani Pertanyaan Seputar Libur Mudik dan Lebaran, Ini Jawaban Kemenparekraf

Mangkunegoro VII dan Legacy Penyiaran: Kisah Berdirinya SRV pada Hari Penyiaran Nasional

Iklan

Recommended Stories

JogjaROCKarta Festival 2022 Pindah Venue ke Tebing Breksi, Ini Alasannya

JogjaROCKarta Festival 2022 Pindah Venue ke Tebing Breksi, Ini Alasannya

15.07.2022
Menarik Makmum

Menarik Makmum

23.12.2013
Mood Board

Download Buku Standar Emas – Masa Depan Bagi Mata Uang Stabil Global

28.01.2012

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?