*Untuk melihat semua artikel Sejarah Cirebon dalam blog ini Klik Disini
Apa itu
benteng itu satu hal. Bagaimana dengan militer adalah hal lain. Kita membicarakan
kedunya dalam era yang berbeda. Benteng di Cirebon adalah salah satu benteng
yang dibangun pada era VOC yang merupakan bagian dari benteng-benteng di (pulau)
Jawa. Keutamaan benteng dalam sejarah, tidak hanya sekadar pertahanan, tetapi
biasanya dari Kawasan benteng inilah terbentuknya kota.

Misteri Benteng De Beschermingh Cirebon. Max
Webe. Kompasiana 2 Januari 2016. Dalam sebuah program berita Wewara TV
Lokal, Radar Cirebon TV, bertajuk Menelusuri Lokasi Benteng De
Beschermingh, hingga kini belum membuahkan hasil, dimana keberadaan
benteng tersebut. “Pada tahun 1960an saya masih melihat beberapa benteng
kecil di sekitar Pelabuhan Cirebon, terutama di sekitar jalan masuk pintu
Pelabuhan III dari ujung utara,” ungkap mantan wartawan HU Pikiran Rakyat,
Nurdin M Noer kepada Webe. Namun, imbuhnya, saat itu juga sudah ada
beberapa gudang yang dibangun di sepanjang Jl. Benteng. Diperkirakan benteng
itu dibangun sekira awal 1800an, sebelum pelabuhan sekarang secara modern
tersebut dibangun. Diduga benteng-benteng tersebut untuk melindungi Kantor
Residen Cirebon yang ada disekitar pelabuhan dan perlindungan terhadap
komoditas ekspor dan impor yang sangat menguntungkan Belanda. “Kita
maklumi, pada awal 1800an pemberontakan kalangan santri Cirebon pimpinan Ki
Bagus Rangin, Bagus Serrit, Neirem dan kawan-kawannya terhadap Belanda mencapai
puncaknya, sehingga diperlukan adanya perlindungan secara khusus,”
pungkasnya. Berbekal buku Uit Cheribon’s Geschiedenis karya Dr. E.C. Godee
Molsbergen, seorang petugas arsip negara atau Land Archivaris di Batavia. Dalam
buku tersebut, menceritakan tentang peran VOC atau Generals Verenigde
Geoctroyeerde Oost Indische Compagnie di wilayah Cirebon setelah ditanda
tanganinya perjanjian pada tanggal 7 Januari 1681. (https://www.kompasiana.com/)
Lantas bagaimana sejarah benteng VOC dan militer
Pemerintah Hindia Belanda di Cirebon? Seperti disebut di atas, ada perbedaan
antara benteng (pertahanan) dan kekuatan militer (kekuatan). Kehadiran militer
di wilayah Cirebon pada awal Pemerintah Hindia Belanda bertujuan mengahadapi musuh
di laut menekan pemberontakan di pedalaman. Lalu bagaimana sejarah benteng VOC dan
militer Pemerintah Hindia Belanda di Cirebon? Seperti kata ahli sejarah tempo
doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan
wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan
imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang
digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.
Benteng VOC dan Militer Pemerintah Hindia Belanda;
Mengahadapi Musuh di Laut, Menekan Pemberontakan di Pedalaman
Tunggu deskripsi lengkapnya
Mengahadapi Musuh di Laut, Menekan Pemberontakan di
Pedalaman: Kota Cirebon Masa ke Masa
Tunggu deskripsi lengkapnya
Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak
1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta
Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun
di seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis
artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang,
utamanya jelang tidur. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com






















