Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Explore

Menyusuri Sungai Melewati Lembah di Kawasan Tumpak Sewu

Jelajah by Jelajah
26.08.2019
Reading Time: 9 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

ADVERTISEMENT

“Sepertinya besok kita bakal trekking. Jadi kita musti beli sendal gunung nih.” Celotehku malam itu sepulang halal-bihalal ke rumah teman SMA di daerah Dinoyo, Malang.  Kami langsung belok ke salah satu toko outdoor namanya Petualang. Dapat sepasang sendal gunung merk Outdoor favoritku, karena selain harganya murah, dipakainya awet dan eye catching. Dan aku suka karena warna nya merah muda.
Eh kok jadi ngomongin sendal, gegara ini keinget sendal ini lah saya jadi kepingin nulis, mumpung masih fresh (10 Juni 2019).
Destinasi random ini kami berdua putuskan setelah hampir seminggu lebaran di Malang, nggak pakai banyak mikir karena liburan kami hampir usai. Setelah berbagai konflik dengan para sepupu, akhirnya kami berangkat berdua saja. Hehe, maap ya karena ke pantai kalau nggak nyebur rasanya kurang greget. Jadi kami memilih untuk ciao ke Air Terjun Tumpak Sewu yang ternyata lokasi nya justru lebih dekat dari pantai-pantai selatan yang ada di Kabupaten Malang. 
Seperti biasa, setelah ada teknologi ponsel pintar dan jaringan 4G, kami hanya perlu mengandalkan Google Maps untuk mencapai tempat ini. Lagi malas nyari info di blog-blog orang, jadi go where the wind blows saja lah. Kami berangkat pukul 7 pagi, menggunakan sepeda motor tua punya Bapak mertua, karena sepeda motor punya adik saya Choir (yang lagi kuliah di Malang) sering banget kempes dan bocor kalau saya yang bawa, entah kenapa, jadi sudah kapok mau minjem. 
Sepanjang jalan yang lumayan halus dan lancar, kami beberapa kali nyasar, karena gapura yang menunjukan lokasi Air Terjun Tumpak Sewu ini biasa saja seperti gang yang hanya dapat dilewati satu mobil. Di gang ini pun kami sempat bolak-balik karena nggak banyak yang lewat dan parkir. Alhamdulillah ketemu setelah kami sampai ujung jalan yang merupakan jalur masuk trek Gua Tetes. Oleh petugas di sana, yang saya tafsirkan ternyata mereka adalah tukang ojek, kami disuruh kembali ke atas jika ingin melihat Air Terjun Tumpak Sewu. 
Jalur masuk menuju air terjun dipenuhi oleh pohon salak yang ada di kiri dan kanan jalan yang terasa teduh. Sesekali kami berpapasan dengan ibu-ibu yang menggunakan wedges. “Ini sih biasa aja jalur nya, ngapain beli sendal segala.” Batin ku. Setelah berjalan yang kira-kira nggak sampai lima menit lah, kami sampai di lokasi yang dinamakan Panorama Tumpak Sewu Semeru. 

Jadi nih, foto-foto Tumpak Sewu yang banyak beredar di dunia maya ternyata diambil nya dari sini dan beberapa spot panorama lain yang masih menjadi rahasia para tour guide di sana. Kalau lagi beruntung, di atas air terjun akan terlihat Gunung Semeru. Berhubung kami sampai nya udah lumayan agak siang (sekitar setengah 10), jadi pemandangan nya menurut ku biasa saja. Malah gemes karena banyak yang merokok dan numpang selfi. Pengen banget nikmatin tapi yang ada jadinya kami cuma nongkrong ngeliatin air terjun sambil makan Weci –Bakwan atau Bala-bala versi Malang yang kami beli masih hangat di dekat lokasi panorama.

Udah nih cuma segini aja view nya?
Setelah weci nya habis, kami mulai jengah. Masa sudah 2 jam naik motor kami cuma ngeliatin air terjun doang, sayang nih sudah bela-belain beli sendal gunung. Kami mencoba mengeksplor sekitar lokasi panorama dan menemukan plang bertuliskan 15:00 Pengunjung Dilarang turun. Cuaca Mendung/ Hujan Rawan Banjir. Wah ini tanda nya kita bisa turun sebetulnya. Let’s go. 

Kacamata nya turun mbak, nunduk terus sih ya
Awalnya trek masih santai, bisa lah dengan pegang-pegangan dikit sama bambu atau tali. Sampai akhirnya saya musti memasukkan kamera saku saya ke tas. 
Licin bray
Last photo taken before going down
Sampai di titik sebelum turun ini sebenarnya kami berbarengan dengan rombongan Buibu yang membawa anak-anak kecil sambil menenteng sepatu dan sendal jepit. Mereka masih galau gitu mau lanjut turun atau nggak, karena saya sendiri juga deg-deg an waktu menuruni tangga. Kalau jatuh, langsung nabrak batu, kan horor. Setelah berhasil turun, selanjutnya kami menyusuri anakan air terjun. Air nya seger banget, muka Bre berubah jadi merona. Senang sekali sepertinya menyusuri jalan menurun ini sambil main air. 
Setelah 15 menit berjalan kaki, kami sampai di persimpangan jalan yang ada warung. Dari petunjuk jalan kita disuruh belok kanan. Karena penasaran, akhirnya kami menunggu sebentar sampai kemudian ada segerombol anak muda yang datang bersama seorang ibu-ibu yang berperawakan petualang abis. Saya pun mulai basa-basi mengajak si ibu ngobrol dan beliau bercerita sudah tiga kali ke sini. Insting ku berkata, kalau kita ikutin ibu ini pasti kita bisa tahu tempat-tempat yang tak terduga. 
Dan benar kita di ajak nya belok ke kiri. Di sana ada air terjun rahasia di mana kita bisa main gelantungan di akar pohon. Mereka pun dah siap bawa sarung tangan lho. Aduh kita berdua mah akhirya ngeliatin mereka aja seru-seruan bergelantungan. 
Dari sana kami kembali ke persimpangan dan melanjutkan perjalanan ke Air Terjun Tumpak Sewu. Sampai pada suatu lembah yang begitu megah, kami melihat sosok warung lagi yang rancangan nya  sungguh merusak pemandangan. 
Tempat saya merangkak dan kepleset diliatin orang-orang
Kami menyusuri lembah dan sungai yang lumayan besar sehingga beberapa kali kami harus menyebrang. 

Laper, makan coklat dulu
Kami sampai di kaki Air Terjun Tumpak Sewu, yang tadi kami lihat dari atas, sekarang kami berada tepat di bawah air terjun yang memanjang memutari lembah. Karena air terjun nya banyak (Tumpak Sewu artinya tumpah seribu) dan cahaya matahari begitu terik maka kemunculan pelangi di sana menjadi fenomena yang biasa. 

Di mana-mana wisata air terjun mah sama, liat air jatuh dari tebing, mendengar suara deras nya, dan lensa kamera menjadi berembun karena buih air. Omong-omong, kenapa di sini nggak di bikin wisata adrenalin, seperti Waterfall Rappeling aja ya kayak di Air Terjun Sri Gethuk. Pasti seru abis kan tinggi banget ini air terjun nya.

Gimana megah nya air terjun ini, saya tak bisa mengungkapkan nya pakai foto. Wong sebentar-sebentar harus ngelap sampai lap kacamata saya basah ngga bisa dipakai lagi untuk ngelap. Saking lebarnya air terjun ini, kami pun hanya bisa menjajah salah satu sudutnya. Nggak bisa terlalu lama juga karena pakaian Bre sudah mulai basah, dan kami belum makan siang!

Mas-mas yang ketemu di air terjun terus mereka minta foto bareng (aku jadi berasa artis) lalu nunjukin kita jalan pulang lewat jalur lain. Foto berembun korban air terjun.

Sekarang kami kepikiran gimana caranya pulang. Rasanya kami nggak begitu yakin dengan jalur turun tadi. Berkat basa-basi sama dua mas-mas baju merah yang dari tadi berswafoto, kami diberi informasi tentang jalur melalui Gua Tetes, karena mereka memang turun dari sana.

Mas nya lagi nyuci apa? 
Eh ada air terjun lagi
Dan pelangi lagi! 

Nemu air terjun lagi (dapat payung cantik)

Yah elah giliran cerah nggak ada embun malah salah fokus

Dan foto tersebut adalah foto terakhir sebelum kami melanjutkan trekking jalur menaik yang mana tidak memungkinkan saya untuk memegang kamera saku. Jalur dari Tumpak Sewu ke Gua Tetes  lumayan ekstrim, beberapa kali kami jalan di sungai, lalu menyusuri anak sungai yang menaik, dan lumayan horor karena di sana tidak semua jalur setapak. Nggak rekomen deh kalau ngajak anak-anak ke sini, saya sendiri was-was tiap kali musti merangkak karena jalur yang berbatu dan licin. Tapi seru banget, 3,5 jam trekking dari turun lembah, susur sungai sampai naik bukit, kami menyimpulkan bahwa ini adalah trekking terasyik yang pernah kami berdua rasakan. Ketahuan jarang nge-trek sih jadi trekking begini saja sudah cukup membuat liburan lebaran kami berfaedah.

Sampai di tempat parkir kami makan pecel ayam, yang rasanya berkali-kali lipat jadi lebih enak setalah mendaki gunung
Elah cuma bukit doang
Tags: Jalan-JalanPelesirTempat WisataTourTravelTravelingwisata
ShareTweetSendShare
Jelajah

Jelajah

Related Posts

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung
Explore

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

20.01.2026
Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya
Explore

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

17.01.2026
Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata
Explore

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

16.01.2026
Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet
Explore

Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet

15.01.2026
Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak
Explore

Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak

09.01.2026
Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung
Explore

Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung

04.01.2026
Next Post
Hukum Berdandan Untuk Tampil Cantik di Hadapan Wanita Lain

REVIEW : EXIT (2019)

[REVIEW] The Untamed / Chen Qing Ling - 陈情令 (2019) Part V

Iklan

Recommended Stories

Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi IFG Life di Surabaya

Hidden Shadow / Feng Ying Ran Mei Xiang – 烽影燃梅香 (2025) Part III

28.05.2025

Kiat Istiqamah di Jalan Allah (3)

08.05.2018
‘Keukeh’ nya Ustadz HTI, Demokrasi Pilkada Pepesan Kosong

‘Keukeh’ nya Ustadz HTI, Demokrasi Pilkada Pepesan Kosong

12.12.2015

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Review
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?