Mau nonton film ringan, lucu
banget, dan punya pesan dalem banget tentang kehidupan? Film Mahasiswi Baru bisa
diagendakan buat nonton bareng teman-teman geng kuliah, bareng keluarga, atau
bareng pasangan. Ini bukan cerita tentang anak muda saja, tapi juga cerita
lintas generasi. Coba kamu bayangin, saat kuliah, kamu punya teman se-geng yang
sudah oma-oma? Kira-kira bagaimana dunia perkuliahanmu berjalan? Apakah si
oma-oma ini kamu jauhin dari pergaulan lantaran sudah terlalu tua atau malah
kamu rangkul biar bisa dipermak kemuda-mudaan?

terjadi dengan Oma Lastri (Widyawati) usia 70 tahun yang memutuskan untuk kuliah lagi dan
mengikuti semua prosedur mahasiswa baru di kampusnya. Nggak tanggung-tanggung, kampus
tempat Lastri kuliah itu adalah kampus Cyber Indonesia. Kebayang kan bagaimana
Lastri menyesuaikan diri dengan teman kuliahnya yang merupakah anak millennials
yang melek digital. Lha, ini si oma satu ini masih saja pakai hape jadul polyphonic.
Ya ampun, perbedaan usia dan zaman nggak bikin Lastri menyerah. Padahal dia
ditantang Pak Dekan (Slamet Rahardjo) untuk menaikkan nilainya agar bisa
bertahan di kampus itu.
yang diperankan oleh Karina Suwandi. Yang jadi lucu adalah saat anaknya harus
menunggu Lastri pulang kuliah tanpa kabar. Kehidupan kampus yang penuh
dengan tugas makalah tentu bikin Lastri sering pulang sampai larut malam. Otomatis
menjadikannya terkesan jadi mahasiswi rebel yang siap disemprot oleh anaknya
sendiri saat pulang ke rumah. Drama keluarga ini menjadi menarik ketika mereka
berganti peran, siapa yang harus mencemaskan dan siapa yang pantas dicemaskan. Apalagi ada adegan
Lastri minggat dari rumah karena nggak kuat dikekang anaknya dan mematuhi
aturan di rumah. Ada-ada saja ya tingkah oma-oma. Lastri akhirnya kos bersama
Sarah dan menjadi dekat satu sama lain. Oiya, latar Yogyakarta juga cukup kental di film ini. Aku suka dengan indekos Sarah yang nuansanya anak kos Jogja banget. Pantas saja Lastri mau-mau aja ikutan ngekos dekat dengan Sarah.
Sebenarnya apa yang jadi motivasi Lastri untuk kuliah lagi? Mampukah dia bertahan di kampusnya?
Bagaimana dengan kehidupan teman-teman se-geng Lastri? Film-film Widyawati memang nggak ada yang mengecewakan. Setelah sebelumnya aku menonton film yang lucunya serupa di Sweet 20, aku bisa melihat lagi duet Widyawati dengan Slamet Rahardjo di film Mahasiswi Baru ini. Ada chemistry yang baik pula antara teman se-geng Lastri, yaitu Danny (Morgan Oey), Mikha Tambayong (Sarah), Reva (Sonia Alyssa), dan Erfan (Umay Shahab). Meski terpaut usia yang sangat jauh, keempat tokoh actor muda ini mampu mengimbangi acting Widyawati. Morgan tampil sangat berbeda di film kali ini dan lucunya natural. Bisa dibilang Morgan Oey jadi scene stealer di Mahasiswi Baru.


Aku menyukai plot dan scoring
film produksi MNC Pictures ini. Lagu โHip Hip Huraโ menjadi OST yang berkumandang
di beberapa scene film. Rasanya semangat sekali mendengar irama musiknya. Seisi
bioskop ingin berjoget bersama. Meskipun bercerita tentang mahasiswi yang sudah
70 tahun, film ini tidak menjadi ikutan memble dalam pengisahannya. Justru
malah sebaliknya. Menonton film yang tokoh utamanya sudah lanjut usia ternyata
menyenangkan juga. Aku takjub Indonesia bisa bikin film yang mengangkat cerita
seperti ini dan dapat manisnya, lucunya, serta pesan hidupnya. Rasanya menonton
film Mahasiswi Baru semenyenangkan menonton film remaja lainnya. Oh iya, ssst,
ada spoiler dari aku. Di film Mahasiswi Baru kamu akan dibikin baper oleh
pasangan Lastri dan Pak Dekan. Emmm, seperti apa ya sweet-nya mereka?
bioskop mulai tanggal 8 Agustus 2019. Jadi, pastikan kamu sudah punya jadwal menonton
bersama teman ya. Nggak seru kalau menonton sendiri. Ini adalah film terbaik
Monty Tiwa dari sepanjang filmnya yang aku tonton.










