
pura yang unik-unik hlo, nah jika anda liburan di Kabupaten Gianyar ada suatu
obyek wisata yang sangat di sayangkan jika tak mengunjunginya. Sudahkah anda
mengunjungi Candi Tebing Tinggallinggah ? Yak candi memang persis dengan
namanya yang mana keberadaannya di tebing sebuah sungai.
Sangat unik tentunya, pastinya bagianda yang memiliki jiwa penasaran tak akan menyia-nyiakan kesempatan jika
berlibur ke Bali bukan ? Candi Tebing Tinggallinggah merupakan situs purbakala
yang baru beberapa tahun lalu ditemukan yang tak lain adalah seorang ahli
purbakala berkebangsaan Belanda ( Krijsman ).
nilai historis dan filosofis yang tepatnya terletak di sebuah tebing Sungai
Pakerisan, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia. Krijsman menemukan bangunan
ini tatkala Ia melakukan sebuah penyelidikan terhadap sebua bangunan kecil yang
saat itu hanya dianggap bangunan gapura pada umumnya oleh warga setempat.
ingin melihatnya secara langsung terlebih dahulu anda harus menuruni tangga
sebelum akhirnya sampai ke lokasi Candi Tebing Tinggallinggah. Selama perjalanan
anda akan dihibur dengan pemandangan alam nan menawan berupa hamparan sawah terasering
khas Bali.
Semilir angin pesawahan membuatsiapa saja akan merasakan suasana pedesaan yang begitu asri dan memberi
ketenangan tersendiri, hal ini tentunya cocok bagi anda yang ingin merefrsh
diri dari hiruk piruk keremaian kota. Hijaunya hamparan persawahan yang luas begitu
menajubkan tak luput untuk dijadikan spot berselfie para pengunjungnya.
foto ya Guys, oh iya Candi Tebing Tinggallinggah memiliki 2 seni pahat yang
dipisahkan oleh tebing yang berseberangan. Ke-2 seni pahat tersebut dipisahkan
oleh aliran sungai Pakerisan yang mana di tiap masing-masing dinding terdapat
bentuk candi dan juga sejumlah cerukan yang berbeda.
tadi, bahwa sebelumnya warga desa setempat hanya menganggapnya sebagai sebuah
bangunan gapura masuk. Anggapan itu kemudian berbalik 100% setelah dilakukan
penggalian sehingga di temukan sebuah tangga menuju keatas. Tak Cuma itu saja
hlo Guys, di sebelah kanan bangunan tersebut juga didapati gapura yang lebih
besar dengan kondisi sebagian telah runtuh.
belakang gapura itu ada sebuah halaman yang dindingnya terpahatย dua buah candi. Sementara pada dinding sebelah
kiri gapura terdapat bangunan biara yang pembangunanya belum rampung,
kemungkinan besar dari hasil penelitial hal tersebut ditinggalkan disebabkan
oleh adanya bencana alam berupa gempa bumi.
disebutkan sudah ditemukan sebanyak 7 cerukan dan juga 3 lingga yang berlambangkan
โTrimurtiโ atau Dewa Utama ( Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa ). Jika diamati
dengan teliti, dulunya cerukan tersebut merupakan tempat untuk semedi /
bertapa.
Tinggallinggah berada di Dusun Tegallinggah, Kecamatan Bedulu, Kabupaten
Gainyar, Provinsi Bali, Indonesia.
Gianyar yang mungin bisa anda jadikan agenda wisata selanjutnya, yuk baca
tentunya tempat wisata ini tak kalah serunya hlo Guys !!!





































