SEKILAS TENTANG ADAB MAKAN DAN MINUM

Para pembaca rahimakumullah, pada kesempatan kali ini kami akan menynkebutkan beberapa adab seputar makan dan minum. Pembahasan akan kami tulis seringkas mungkin dan akan kami bagi menjadi dua bagian, agar kita tidak lelah atau jenuh ketika membacanya. Karena artikel yang panjang membuat pembaca menjadi jenuh atau tidak maksimal di dalam mengambil manfaat darinya.
Berikut adab-adab makan dan minum:
1. MEMBACA BASAMALAH
Membaca Basmallah ketika hendak makan. Rasulullah Shallallahu โalaihi wa Sallam berkata kepada Umar bin Abi Salamah, โBacalah Bismillah…โ (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Lafazh Bacaannya
Lafazhnya cukup membaca BISMILLAH. Akan tetapi jika seseorang membacanya secara lengkap maka tidak mengapa (Syarah Riyadhus Shalihin Syaikh Utsaimin 4/188)
Lupa Membacanya di Awal
Jika seseorang lupa membacanya di awal, maka bacalah ketika ingat dengan lafazh, โBISMILLAHI AWWALAHU WA AKHIROHUโ (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
Jika Tidak Membaca Basmallah
Jika seseorang tidak membaca Bismillah ketika hendak makan, maka Syaithan akan ikut makan bersamanya. Rasulullah Shallallahu โalaihi wa Sallam bersabda, โ…dan jika orang tersebut tidak menyebut nama Allah ketika hendak makan, maka Syaithan berkata (kepada temannya), โKalian menemukan tempat untuk bermalam dan makan malam.โ (HR. Muslim no.2018)
2. MAKAN DENGAN TANGAN KANAN
Rasulullah Shallallahu โalaihi wa Sallam bersabda, โdan makanlah dengan tangan kananmu..โ (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah menjelaskan, โMakan dengan tangan kanan adalah wajib. Barangsiapa makan dengan tangan kirinya maka dia berdosa dan bermaksiat kepada Rasulullah Shallallahu โalaihi wa Sallam. Barangsiapa bermaksiat kepada Rasul, maka sungguh ia telah bermaksiat kepada Allah.โ (Syarah Riyadhus Shalihin 4/189)
Makan dengan tangan kiri merupakan kebiasaan syaithan. Rasulullah Shallallahu โalaihi wa Sallam bersabda, โApabila salah seorang di antara kalian hendak makan, maka makanlah dengan tangan kanannya. Dan jika ingin minum, maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena syaithan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya.โ (HR. Muslim)
3. MAKAN DENGAN TIGA JARI
Dari Kaโab bin Malik Radhiallahu โanhu berkata, Aku melihat Rasulullah Shallallahu โalaihi wa Sallam makan dengan tiga jarinya.โ (HR. Muslim)
4. MENJILATI JARI DAN TEMPAT MAKAN
Dari Jabir bin Radhiallahu โanhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu โalaihi wa Sallam memerintahkan agar menjilati jemari dan piring yang digunakan untuk makan. Beliau berkata, โSesungguhnya kalian tidak mengetahui di bagian mana dari makanan itu akan turun berkah.โ (HR. Muslim)
5. MAKAN DARI YANG TERDEKAT
Rasulullah Shallallahu โalaihi wa Sallam bersabda kepada Umar bin Abi Salamah, โ.. dan makanlah dari yang terdekat.โ (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Hadits ini berlaku ketika makan tersebut dilakukan secara berjamaโah, karena dikhawatirkan akan mengganggu teman makannya. Adapun jika makan sendirian maka tidak mengapa untuk makan dari sisi yang berbeda-beda.
Demikian pula ketika jenis makanan/lauknya beraneka ragam, maka tidak mengapa mengambil dari yang jauh walaupun pada saat makan berjamaโah. (Lihat Syarah Riyadhus Shalihin Ibnu Utsaimin 4/189)
6. MEMUJI MAKANAN DAN TIDAK MENCELANYA
Dari Abu Hurairah Radhiallahu โanhu berkata, โRasulullah Shallallahu โalaihi wa Sallam tidak pernah mencela makanan sama sekali. Bila beliau menginginkannya maka beliau memakannya, dan bila tidak suka maka beliau meninggalkannya.โ (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dari Jabir Radhiallahu โanhu, bahwasanya Nabi Shallallahu โalaihi wa Sallam meminta lauk kepada keluarganya. Mereka berkata, โKami tidak memiliki lauk selain cuka.โ Maka beliau meminta cuka tersebut dan makan dengannya. Lalu beliau berkata, โSebaik-baik lauk adalah cuka, sebaik-baik lauk adalah cuka.โ (HR. Muslim)
7. MAKAN BERJAMAโAH
Makan secara bersama-sama dalam satu wadah merupakan sebab turunnya berkah.
Dahulu, ada seorang shahabat yang tidak merasa kenyang ketika makan, maka ia mengaduhkan perkaranya kepada Nabi Shallallahu โalaihi wa Sallam.
๐น Beliau bertanya kepadanya, โsepertinya kalian makan sendiri-sendiri?โ
๐ธ โbenar (wahai Rasulullah)โ Jawabnya
๐น Maka Beliau bersabda, โHendaklah kalian makan secara bersama-sama, dan sebutlah nama Allah, niscaya kalian akan diberkahi pada makanan kalian.โ (HR. Abu Daud no.3764. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani Rahimahullah)
8. MENGAMBIL MAKANAN YANG JATUH
Dari Anas bin Malik Radhiallahu โanhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu โalaihi wa Sallam bersabda,
โApabila suapan salah seorang kalian jatuh, maka hilangkanlah kotoran yang menempel padanya, lalu makanlah. ย Jangan sampai ia membiarkannya dimakan oleh syaithan.โ (HR. Muslim dan Abu Daud)
Di dalam riwayat Muslim, โSesungguhnya syaithan selalu hadir menyertai kalian dalam setiap keadaan, bahkan pada saat makan sekalipun. Sehingga bila ada suapan makanan kalian yang jatuh, maka ambillah, dan bersihkanlah kotoran yang menempel padanya, lalu makanlah. Jangan sampai ia biarkan syaithan memakannya.โ
9. MENCUCI TANGAN
Rasulullah Shallallahu โalaihi wa Sallam bersabda,
ู ููู ููุงู ู ููููู ููุฏููู ุบูู ูุฑูุ ููููู ู ููุบูุณููููู ููุฃูุตูุงุจููู ุดูููุกูุ ููููุง ูููููู ูููู ุฅููููุง ููููุณููู
โBarangsiapa yang tidur dan pada tangannya ada bekas sisa makanan dan dia belum mencucinya, lalu ia tertimpa oleh sesuatu. Maka janganlah ia menyalahkan kecuali dirinya sendiri.โ (HR. Abu Daud no.3852 dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu. Dishahihkan Syaikh Al-Albani)
โLalu ia tertimpa sesuatuโ maksudnya ialah bekas sisa makanan yang ada pada tangannya mengundang kehadiran hewan-hewan berbahaya atau berbisa yang dapat melukai tangannya. (Lihat Aunul Maโbud 10/237)
10. BERDOโA SETELAH MAKAN
Dari Abu Umamah Radhiallahu โanhu berkata, bahwasanya Nabi Shallallahu โalaihi wa Sallam apabila telah diangkat hidangan beliau (yakni beliau selesai makan,pen), maka beliau mengucapkan
ุงูุญูู
ูุฏู ููููููู ููุซููุฑูุง ุทููููุจูุง ู
ูุจูุงุฑูููุง ูููููุ ุบูููุฑู ู
ูููููููู ูููุงู ู
ูููุฏููุนู ูููุงู ู
ูุณูุชูุบูููู ุนูููููุ ุฑูุจููููุง
ALHAMDULILLAH KATSIRON THOYYIBAN MUBAROKAN FIIHI, GHOIRO MAKFIYYIN WA LA MUWADDAโIN, WA LA MUSTAGHNAN โANHU, RABBANA
“Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik dan berkah. Dia tidak membutuhkan pemberian makanan (karena Dia yang memberi makanan), tidak ditinggalkan dan tidak membutuhkan makanan itu ya Rabb kami.”
Bisa juga membaca do’a,
ู ููู ุฃููููู ุทูุนูุงู ูุงููููุงูู โุงููุญูู ูุฏูููููููู ุงูููุฐูู ุฃูุทูุนูู ูููู ููุฐูุง ููุฑูุฒููููููููู ู ููู ุบูููุฑู ุญููููู ู ููููู ูููุงู ูููููุฉูโ ุบูููุฑู ูููู ู ูุง ุชูููุฏููู ู ู ููู ุฐูููุจููู
โBarangsiapa memakan makanan dan dia mengatakan
ALHAMDULILLAH ALLADZI ATH’AMANI HADZA WA ROZAQONIHI MIN GHAIRI HAULIN MINNI WA LA QUWWAH
โSegala puji bagi Allah yang telah memberiku makan ini, dan memberiku rizki dengan tanpa ada daya dan kekuatan dariku.โ Maka akan diampuni dosanya.โ{HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah. Dishahihkan Syaikh AL-Albani}
Sumber Panduan:
Riyadus Shalihin
Kitab Sunan dan Syarahnya
Disajikan oleh: Tim Warisan Salaf
____
Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah
Ikuti Channel kami di telegram https://bit.ly/warisansalaf
Situs Resmi http://www.warisansalaf.com










