Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Explore

Cerita Ramadhan dari Yeh Sumbul

Jelajah by Jelajah
19.07.2013
Reading Time: 14 mins read
0
Adakah Salat Sunah Safar?
ADVERTISEMENT




false
IN



























































































































































RELATED POSTS

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

Menjadi
suatu pengalaman yang menarikĀ  jika kita
melakukan ibadah puasa di tempat yang sama sekali baru. Baru dalam budaya,
lingkungan sosial maupun kebiasaan masyarakat setempat yang akhirnya menjadi
sebuah pengalaman yang tak mungkin terlupakan.
Awal bulan Juli ini Ā tepat satu hari sebelum umat muslim se–dunia menunaikan ibadah puasa, saya berkunjung ke
rumah kerabat dekat di sebuah desa yang bernama Desa Yeh Sumbul yang terletak
di kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali.
Perjalanan
kurang lebih
memakan waktu dua jam dari Denpasar melalui jalan yang
menghubungkan Gilimanuk-Denpasar. Sepanjang Jalan lancar tak ada macet,
sepertinya soal macet hanya milik Jakarta atau pantura di saat menjelang hari
raya, dan tidak perjalanan saya saat itu. Berangkat dengan menaiki mobil Avansa
sewaan yang kebetulan drivernya adalah teman temannya saya. Saya berangkat
sekitar pukul 12 siang dan sampai di Desa Yeh Sumbul sekitar pukul setengah
tiga.
Sesampainya
di sana saya berencana Ā menginap selama
satu
hari di rumah teman yang lokasinya tak jauh dari
Masjid Baitul Al-Alimin.
Ā Sejauh mata memandang sekilas desa ini tak jauh berbeda dengan desa-desa
lain yang pernah saya kunjungi entah di Jawa atau di tempat lain. Namun yang
berbeda, desa ini adalah desa muslim yang
berada di Bali yang notabene mayoritas penduduknya adalah beragama Hindu. Jumlahnya
tentu bisa dihitung dengan jari. Desa Yeh Sumbul ini merupakan salah satu desa
muslim yang ada di Bali selain Kampung Muslim Pegayaman, Kampung Muslim
Keramas, Kampung Mulim Kepaon, dan yang lainnya.

Desa Yeh Sumbul
Masjid Baitul Alimin, Yeh Sumbul

Nah,
penasaran juga bagaimana sih desa muslim ini sejarahnya?
Untungnya di rumah itu ada seorang tua yang kebetulan tinggal bersama teman saya. Ditemani
rokok kretek plus segelas kopi hitam
di ruang tamu rumahnya, Ā ia bercerita
seingatnya mengenai sejarah dari desanya. Dengan logat
Bali yang kental ia berkata desa ini sudah ada sejak lama
dan dibangun oleh orang-orang melayu islam. Dulu namanya pun bukan Yeh Sumbul
melainkan Desa Sumbul. Oleh karena apa dia sedikit lupa, desa Air Sumbul
berubah kemudian menjadi Yeh Sumbul sampai sekarang.


Obrolan pun
bergulir sampai saat desa ini merayakan bulan suci Ramadhan. Sudah menjadi
kebiasaan, euphoria bulan ramadhan pun dirayakan di desa ini.
Soal penentuan
awal puasanya kapan, dia selalu menunggu keputusan resmi dari pemerintah dan
tidak ingin mendahuluinya. Senada dengannya, Pengamat sosial dari IAIN Sumatra Utara Ansari Yamamah
yang saya kutip dari Teraspos.com, Ansari mengatakan sangat wajar jika umat Islam
menungggu keputusan pemerintah untuk menyeragamkan awal Ramadhan. Dalam hukum
Islam, upaya mengedepankan keputusan pemerintah tersebut sesuai dengan kaidah
ushul fiqh yakni ‘hukmul hakin arfa’ul khilaf’.
Sambil
menunggu keputusan pemerintah, orang tua itu berkata
beberapa
hari sebelum bulan ramadhan tiba,
Ā para pemuda desa bahu membahu mendirikan pos
kamling
ala kadarnya. Namanya juga seadanya, bahan material
pun se-punyanya, ada yang memanfaatkan kayu miliknya sendiri sampai memakai
kayu plus cat
-nya orang lain.
Ā ā€œSetiap
RT ada pos kamlingnyaā€
bilang dia. Dan pas malam
takbiran,Ā  poskamling itu akan diisi oleh
seperangkat stereo radio. Alhasil seperti berlomba,Ā  para pemuda desa di setiap pos kamling akan
menyetel lagu-lagu kencang-kencang menyambut Ramadhan. Pos kamling itu sifatnya
temporer, pasalnya setelah bulan puasa usai, pos kamling itu biasanya akan
dibiarkan begitu saja
atau dibongkar
terserah dariĀ  maunya pemuda-pemuda desa.

Desa Yeh Sumbul
Gardu dan Tiang Lampu
Tak
hanya mendirikan pos kamling saja pada H-1 para pemuda desa di beberapa RT di
sana juga gotong royong memasang lampu di jalan-jalan. Seperti tradisi namun
entahĀ  kapan persisnyaĀ  mereka mulai memasang lampu. Lampu-lampu yang
banyak dipasang bukan sejenis Bohlam melainkan lampu neon. Tak ayal Yeh Sumbul
yang bagi sebagian orang disana tak terlalu terang di hari biasa, di bulan
Ramadhan desa Yeh sumbul menjadi desa yang terang
saat malam menjelang. Orang tua di desa itu bilang, selain lampu itu
fungsinya sebagai penerang desa juga dipasang lantaran sebagai penerang seperti
ramadhan yang memberikan ā€œterangā€bagi kita semuanya.
Yup,
mendengar penjelasannya membuat sedikit penasaran seperti apa bentuk lampu dan
gardunya itu? Saya pun keluar rumah dan pergi mencarinya. Belum banyak
melangkah, Ā nampak
lah lampu-lampu itu di pinggiran jalan. Tiang-tiang
lampu
itu terbuat dari bambu bukan besi. Warna tiangnya seperti mengingatkan kita kepada warna
bendera yaitu merahĀ  dan putih,
warna atasnya merah dan bawahnya putih. Bentuknya seperti
foto dibawah ini.

Desa Yeh Sumbul
Tiang Lampu Merah Putih
Tak
terasa sore menjelang, saya pun kembali ke rumah teman. Segelas kopi hangat sudah
tersedia di atas meja ruang tamu. Tak pakai lama secara hari ini adalah hari
terakhir saya bisa minum kopi di sore hari, kopi segelas pun habis dalam
sekejap. Orang tua itu sudah bersiap-siap ingin ke masjid melaksanakan sholat
magrib. Sebelum dia melangkah keluar,
Ā saya
bertanya bagaimana sholat Teraweh di desa ini, orang tua itu lantas menjawab Sholat
Teraweh disini tak ada bedanya dengan sholat-sholat teraweh di daerah lain,
baik rakaat ataupun tata cara lainnya. Hanya saja orang-orang desa ini secara
bergantian setelah Sholat Terawih menghantarkan cemilan/makanan kepada
orang-orang yang sedang Tadarusan di Masjid. Selang beberapa menit, orang tua
itu pun berangkat ke masjid, tinggalah saya yang besok sore sudah harus kembali
ke Denpasar.
Berbicara
soal yang unik-unik di Desa Muslim di Bali, ternyata tidak hanya desa muslim Yeh
Sumbul saja yang mempunyai keunikan di saat bulan Ramadhan. Di Bali ada sebuah
kampung yang bernama Kampung Pegayaman di wilayah Buleleng yang punya tradisi
yang tak kalah unik. Ā Pria muslim di
kampung ini menjalankan solat Tarawih menjelang pukul 22.00 WITA. Mereka
memberikan kesempatan kepada kaum wanita untuk solat Tarawih lebih dahulu
karena wanita memiliki lebih banyak kesibukan. Selain itu, masyarakat juga
sepakat hanya ada satu masjid di kampung ini yaitu masjidĀ  Safi Natussalam.Ā 



sumber:
http://katakelana.wordpress.com/2013/08/02/sedikit-cerita-ramadhan-dari-yeh-sumbul/

ADVERTISEMENT
Tags: ExploreIndahJalan-JalanJelajahTempatTravelTravelingwisataWisatawan
ShareTweetPin
Jelajah

Jelajah

Related Posts

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung
Explore

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

20.01.2026
Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya
Explore

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

17.01.2026
Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata
Explore

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

16.01.2026
Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet
Explore

Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet

15.01.2026
Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak
Explore

Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak

09.01.2026
Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung
Explore

Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung

04.01.2026
Next Post

Kabar Dari Vanuatu

Pasukan Inggris di Surabaya (3): Pengerahan pesawat tempur Thunderbolt

Iklan

Recommended Stories

Berita koran Soeara Asia tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia, 1945

07.05.2019

Totto-chan: The Little Girl at the Window

04.05.2024

Begini Cara Baduy Melindungi Alam dan Budaya Mereka dari Dampak Negatif Pengunjung

22.10.2021

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE Ā»

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?