
Sekarang hari
Rabu, tidak lain dan bukan lain hari kelahirannya seorang teman seperjuangan
dan sekaligus sahabat aku yakni Septi Handayani, S.pd. Wanita kelahiran
Purwokerto 26 September 1989 yang super cerewet ini telah bertambah usianya
menjadi semakin tua, hehehee
tidak tahu jika dia ulang tahun atau bahasa kampungnya hepi bday-an gitu,
ahh..alaisme jadinya, hahaha. Ya, ketika
melihat beranda di Facebook dan di sudut kanannya jika dilihat dari mata kita di
halaman jejaring sosial yang sahamnya terus turun ini tertulis empat
pemberitahuan yang mengingatkan kita pada teman-teman Facebook yang sedang
ulang tahun.
nama Septi Handayani, langsung deh aku men-twit ucapan selamat kepadanya “Mungkin
hanya bisa lewat mikroblogi ini ku ucapkan selamat ulang tahun buat teman
seperjuangan sekaligus sahabat ku @septisoegiarto sukses ! “ diposting pukul
00:34 via twitter.com
pada jam segitu baru bangun tidur akibat kecapekan siangnya (Selasa, 25
september 2012) jaga stan pendaftaran anggota baru UKM Wawasan Proklamator di
Kampus II Universitas Bung Hatta (UBH). Cukup pusing juga sekarang kadang
karena kampus aku sekarang udah ada 3 sehingga kadang maen ke kampus I atau
singgah ke kampus II tapi aku stay di kampus III, hehee
masih terus menggema di tengah keheninagan pagi (Rabu, 26 September 2012). Aku masih bertahan
dan jari-jariku masih berkutat mengetik di hadapan layar notebook berwarna
putih hijau ini dan aku pun tertidur dengan sendirinya meski notebook masih on
terus.
pagi yang cerah untuk memulai aktivitas di hari Rabu. Agenda hari ini rencana
mau mengambil bahan profil PIKM-Proklamator (Pusat Informasi dan Konseling
Mahasiswa) dan rapat dengan crew WP di kampus I siang hari. Namun paginya aku
pergi ke kampus III dulu dan aku langsung ke studio tugas akhir jurusan aku,
jurusan Teknik Kimia. Rencana nenek di operasi menjadi agenda aku selanjutnya
setelah dari kampus I.
studio popon (pangilan Ridho Iponi Nugraha) kasih tahu kalo ci nenek (panggilan
sayang untuk Nenny Febrina) di operasi karena ada kanker di kepalanya. Wow, aku
langsung kaget, kanker ?? menakutkan sekali
(ekspersi terkejut hahaha)
lebay, kata ci Mely Agustin, “ nenek kenak semacam kista gitu meski kista gk Cuma
dirahim aja” . hahahaaa ngakak aku jadinya, ya lah mendengar kata kanker itu
kan sungguh luar binasah takutnya.
siang, adzan Zuhur telah berkumandang. Setelah makan siang dan salat aku
langsung pergi ke kampus I, kemudian aku pergi ke sekre PIKM-Proklamator tapi ternyata
tidak ada orang eeee..onde mandee.. (__!!!)
bersama Una dan Endah menguggu di TSJ (Taman Seribu Janji). Aku sms
crew-crewnya PIKM-Proklamator tersebut yaitu Alfino dan Vonny. Masih menunggu
balasan (~.~!!). Akhirnya bertemu juga dengan Fino ( panggilan aku ke Alfino),
aku kira mereka sudah rapat soalnya sudah janij bertemu sebelum mereka rapat jaml
13.30WIB, ternyata di undur jadi jam 15.00 WIB. Kami pun trasferan film One
Piece dan foto PKKMB kemarin. Tuinkkk!!! *garuk-garuk kepala*
yang bikin aku kaget soalnya bendera WP menghilang ketika Una dan Endah cerita
di TSJ, kemudian kami pergi ke sekre WP mencari bendera tersebut ternyata
benderanya tasuruik di bawah tumpukan arsip-arsip, ndehh…bikin deg-deg-an
ajalah !!
sekre WP, langsung jemput Septi ke rumahnya di Lapai dan pergi ke Rumah Sakit
Khusus Bedah Rosnawati atau apalah lupa namanya, heheheee.. Disana ada
teman-teman aku se-angktan yang juga sedang menjenguk dan memberikan support
buat nenek yaitu Senno, Mahar, Popon, Mely, Maman, bg Eka dan junior angktan
2010 Zalvi. Ruangan nenek yang cukup untuk di isi 5 orang sekarang ramai
disesaki oleh kami. Serasa mau demo aja hahahaa
di hari yang sama pun seorang mandan skripsi aku yang telah sarjana, Farrah Fadillah Hanum, ST (panggilan bakpau) di
operasi juga di tempat yang sama dengan nenek namun beda jam. Ia telah
menjalani operasinya pagi tadi.
aku, Una dan Endah mau menjaili septi yang sedang merayakan hari bahagianya,
tapi kita singgah dulu untuk menjenguk nenek. Saat di rumah sakit aku
mendapatkan kabar burung yang membuat aku naik pitam, kesal sejadi-jadinya. Ya dua
crew aku di tatar sama orang yang tidak tahu sama sekali dengan dunia
jurnalistik dan keredaksian kami. Kesal tingkat dewa !!
sore dan kami memutuskan untuk pulang duluan, soalnya mau bikin kejutan buat
Septi. Aku dan Septi pergi ke Taman Budaya buat beli keripik Maici level 10,
aku belum coba ini keripik katanya pedasnya saitonirojim kali, dan ternyata
memang benar pedasnya sumpah dewa banget, bisa mencret-mencret nih aku hehehe
kuda besi ini melaju menuju kampus I lagi tepatnya sekre WP, entah angin apa
Septi mengajak ke WP katanya sih mau liat sunset sambil makan keripik Macini. Semntara
una dan endah di sedang beli kue ulang tahun.

Kegiatan Mahasiswa) Universitas Bung Hatta, sebuah tempat yang menyimpan sejuta
cerita. Salah satunya ketika salah seorang penghuni PUSGAWA yang ulang tahun
akan di ikat di tiang dan di-bully rame-rame.
terjadi pada Septi, skenario diciptakan dan aksi dilancarkan. Ia diikat dengan
seutas tali kuning yang cukup erat sehingga tidak bisa bergerak seluruh anggota
badannya kecuali kepala. Akhirnya ia manjadi korban pelemparan telur, guyuran
air comberan, taburan tepung bahkan ketiganya dicampurkan.
komat kamit sumpah serapah, kesal, kaget dan apa lah rasanya. Mungkin serasa jadi
mumi, serasa jadi pocong dan serasa jadi kue yang siap untuk di panggang. Bahagia
itu ketika melihat orang yang sedang ulang tahun di-bully rame-rame dan
foto-foto bersamanya. Itulah sebuah
tradisi yang entah dimulai sejak kapan oleh masyarakat mahasiswa PUSGAWA.
Tahun Septi, sampai berjumpa di Jakarta dan sampai jumpa juga saat cita-cita dan
cerita-cerita kita terwujud, aminnn…!!!
semoga lekas sembuh. Semoga juga luka
dan cobaan ini menjadi semangat bagi yang lain betapa pentingnya menjaga
kesehatan itu, karena sehat itu karunia yang tak ada bandingannya yang diberikan
sang penguasa..!!!






































