
Islamedia – Fathimah putri Rosulullah SAW mendapatkan kabar dari Ayahanda tercinta bahwa ada seorang wanita yang nanti akan menjadi wanita pertama memasuki Surga, seketika itu juga Fathimah merasa penasaran, apakah sejatinya amalan sang wanita tersebut. Berikut kisahnya, semoga kita semuanya dapat memetik Ibrohnya, terkhusus bagi mara Umahat yang mengabdikan seluruh kehidupanya bagi Suami tercinta.
————————————————————————–
โSiapa di luar?โ
โAku Faathimah, putri Rasulullah.โ
โAda keperluan apa?โ
โAku ingin bersilaturahim saja.โ
โAnda seorang diri atau bersama orang lain.โ
โAku datang bersama dengan putraku, Hasan.โ
Kira-kira seperti itulah gambaran percakapan yang terjadi antara
Faathimah dan Mutiah, di suatu hari di pinggiran kota Madinah. Faathimah
hendak menemui Mutiah dengan membawa rasa penasaran karena Ayahnya
menyatakan bahwa wanita tersebut adalah wanita yang pertama kali akan
memasuki surga. Faathimah kaget, kenapa bukan ia yang dijanjikan pertama
kali masuk surga, padahal ia putri kesayangan Rasulullah SAW. Rasa
penasaran inilah yang mengantarkan Faathimah mencari-cari rumah Mutiah
untuk mengetahui seperti apa sosok wanita tersebut.
Faathimah dan Mutiah, di suatu hari di pinggiran kota Madinah. Faathimah
hendak menemui Mutiah dengan membawa rasa penasaran karena Ayahnya
menyatakan bahwa wanita tersebut adalah wanita yang pertama kali akan
memasuki surga. Faathimah kaget, kenapa bukan ia yang dijanjikan pertama
kali masuk surga, padahal ia putri kesayangan Rasulullah SAW. Rasa
penasaran inilah yang mengantarkan Faathimah mencari-cari rumah Mutiah
untuk mengetahui seperti apa sosok wanita tersebut.
โMaaf Faathimah, โย Mutiah melanjutkan perkataannya dari dalam rumah,ย โAku belum mendapat izin dari suami untuk menerima tamu laki-laki.โ.
โTapi, Hasan kan masih anak-anak.โย Faathimah heran atas penolakan kunjungannya tersebut.
โMeskipun
dia masih anak-anak, dia tetap laki-laki, yang aku harus meminta izin
pada suamiku terlebih dahulu untuk menerima kunjungannya. Kembalilah
esok hari setelah suamiku mengizinkannya.โย Tersentaklah Faatimah
mendengar argumentasi Mutiah. Namun, ia tak bisa menolak. Faatimah pun
kembali pulang dan berencana datang lagi ke rumah Mutiah keesokan
harinya.
dia masih anak-anak, dia tetap laki-laki, yang aku harus meminta izin
pada suamiku terlebih dahulu untuk menerima kunjungannya. Kembalilah
esok hari setelah suamiku mengizinkannya.โย Tersentaklah Faatimah
mendengar argumentasi Mutiah. Namun, ia tak bisa menolak. Faatimah pun
kembali pulang dan berencana datang lagi ke rumah Mutiah keesokan
harinya.
Pada hari berikutnya, Faathimah datang kembali mengunjungi rumah Mutiah.
Namun kali ini ia tidak hanya berdua bersama Hasan, Faathimah juga
mengajak Husein yang merengek untuk ikut bersamanya.
Namun kali ini ia tidak hanya berdua bersama Hasan, Faathimah juga
mengajak Husein yang merengek untuk ikut bersamanya.
Ketika tiba di kediaman Mutiah, terjadi lagi dialog seperti hari
pertama, Faathmah mengetuk pintu dan ia mengatakan bahwa kedatangannya
kali ini bersama dua orang putranya, Hasan dan Husein.
pertama, Faathmah mengetuk pintu dan ia mengatakan bahwa kedatangannya
kali ini bersama dua orang putranya, Hasan dan Husein.
โMaaf
Faathimah, aku belum bisa mengizinkanmu masuk. Suamiku hanya
mengizinkan engkau dan Hasan saja yang boleh masuk, sedangkan Hussein,
aku belum mendapati izinnya.โ
Faathimah, aku belum bisa mengizinkanmu masuk. Suamiku hanya
mengizinkan engkau dan Hasan saja yang boleh masuk, sedangkan Hussein,
aku belum mendapati izinnya.โ
Lagi-lagi, Faathimah takjub atas kesetiaan Mutiah pada suaminya. Ia
begitu patuh dan menjaga diri hingga tak ada seorang pun laki-laki yang
boleh ditemuinya saat sang suami tidak ada di rumah. Faathimah pun
kembali pulang sambil menunggu izin Mutiah untuk bertamu di rumahnya.
begitu patuh dan menjaga diri hingga tak ada seorang pun laki-laki yang
boleh ditemuinya saat sang suami tidak ada di rumah. Faathimah pun
kembali pulang sambil menunggu izin Mutiah untuk bertamu di rumahnya.
Pada hari berikutnya, Faathimah kembali mengunjungi kediaman Mutiah.
Kali ini, ia sudah mendapatkan izin untuk masuk ke dalam rumah Mutiah.
Faathimah pun bersemangat untuk mengetahui amalan apa saja yang membuat
wanita itu disebut-sebut oleh Rasulullah sebagai wanita pertama yang
akan memasuki surga.
Kali ini, ia sudah mendapatkan izin untuk masuk ke dalam rumah Mutiah.
Faathimah pun bersemangat untuk mengetahui amalan apa saja yang membuat
wanita itu disebut-sebut oleh Rasulullah sebagai wanita pertama yang
akan memasuki surga.
Selama berkunjung, Faathimah memperhatikan tidak ada aktifitas istimewa
yang di lakukan oleh Mutiah selain hanya bolak-balik ruang tamu-dapur.
Saat itu, menjelang siang, Mutiah sedang mempersiapkan makan siang untuk
suaminya yang bekerja di ladang. Seketika makanan itu telah selesai
dimasak, Mutiah kemudian memasukkannya ke dalam wadah. Namun, ada hal
aneh yang dilihat oleh Faatimah. Selain, memasukkan makanan ke dalam
wadah tersebut, Mutiah juga memasukkan cambuk untuk dibawanya ke ladang
saat hendak memberi suaminya makan siang, Karena rasa penasaran itu,
Faathimah kemudian bertanya,
yang di lakukan oleh Mutiah selain hanya bolak-balik ruang tamu-dapur.
Saat itu, menjelang siang, Mutiah sedang mempersiapkan makan siang untuk
suaminya yang bekerja di ladang. Seketika makanan itu telah selesai
dimasak, Mutiah kemudian memasukkannya ke dalam wadah. Namun, ada hal
aneh yang dilihat oleh Faatimah. Selain, memasukkan makanan ke dalam
wadah tersebut, Mutiah juga memasukkan cambuk untuk dibawanya ke ladang
saat hendak memberi suaminya makan siang, Karena rasa penasaran itu,
Faathimah kemudian bertanya,
โUntuk apa kau bawa cambuk itu, ya Mutiah?โ
โJika suamiku merasakan masakanku kali ini tidak enak, aku ridha dan mengikhlaskan dia untuk mencambuk punggungku.โ
โApakah itu kehendak suamimu?โ
โBukan,
itu bukan kehendak suamiku. Suamiku adalah orang yang penuh dengan
kasih sayang. Semua ini kulakukan sebagai bentuk baktiku pada suami agar
aku tidak menjadi seorang istri yang durhaka padanya. Karena istri yang
baik, adalah isti yang setia dan menyenangkan suaminyaโ
itu bukan kehendak suamiku. Suamiku adalah orang yang penuh dengan
kasih sayang. Semua ini kulakukan sebagai bentuk baktiku pada suami agar
aku tidak menjadi seorang istri yang durhaka padanya. Karena istri yang
baik, adalah isti yang setia dan menyenangkan suaminyaโ
โTernyata ini rahasianyaโฆ.โย Gumam Faathimah.
โRahasia apa wahai Faathimah?โย Gumaman itu sedikit terdengar di telinga Mutiah.
Faathimah kemudian menjelaskan pada Mutiah terkait ucapan Rasulullah
yang mengatakan bahwa Mutiah adalah seorang wanita yang pertama kali
akan masuk surga.
yang mengatakan bahwa Mutiah adalah seorang wanita yang pertama kali
akan masuk surga.
Ah,
pantas saja kelak Mutiah akan menjadi wanita pertama yang akan memasuki
surga, Ia seorang istri yang begitu menjaga kehormatannya serta setia
dan peuh kasih sayang pada suami.
Jupri Supriadi
ADVERTISEMENT











