
Aksi ini digelar oleh Serikat Pengemudi Daring (SPEED) sebagai bentuk protes terhadap agresi militer Zionis Israel yang menewaskan ribuan warga sipil dalam beberapa pekan terakhir. Serangan brutal itu bahkan terus berlanjut selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. (Baca : Pengemudi Ojek Online Bela Palestina, Kutuk Israel dan Amerika Serikat).
Budiman Sudardi, Koordinator Nasional SPEED, menyampaikan orasi yang menggugah. Ia menegaskan bahwa para pengemudi ojol, meski hidup dari jalanan, memiliki nurani dan sikap terhadap ketidakadilan.
“Kami bukan diam. Kami marah. Kami berduka. Dan kami memilih untuk bersuara. Gaza tidak sendirian,” tegas Budiman di hadapan peserta aksi.
SPEED menyampaikan empat poin pernyataan sikap, di antaranya:
- Mengajak seluruh serikat pekerja untuk turut menyuarakan kepedulian terhadap Palestina.
- Mendesak negara-negara OKI untuk bertindak nyata, termasuk kemungkinan intervensi militer.
- Mengutuk dukungan Amerika Serikat terhadap tindakan genosida oleh Israel.
- Mendorong rakyat Indonesia untuk melakukan aksi nyata: boikot, donasi, doa, dan penyebaran informasi.








































