dengan tujuan penciptaannya yaitu mengabdi, menyembah dan beribadah kepada
Allah Ta’ala. Sungguh Allah Ta’ala berfirman :
إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (Q.S adz Dzaariat 56)
Ta’ala menciptakan jin dan manusia. Dan Allah Ta’ala mengutus semua Rasul untuk
menyeru kepada tujuan tersebut. Tujuan tersebut adalah menyembah Allah Ta’ala,
mencintai-Nya, kembali kepada-Nya. Menghadap kepada-Nya dan berpaling dari
selain-Nya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).
telah sampai seorang hamba tak punya pilihan kecuali bersegera mengamalkannya.
Diantaranya contohnya adalah (1) Ketika
masuk waktu atau menjelang masuk waktu shalat maka segera ke masjid. (2) Ketika
waktu shubuh sudah dekat bersegera bangun untuk beribadah. (3) Ketika sudah
mampu bersegera mendaftar untuk menunaikan ibadah haji dan umrah. (4) Ketika
bersalah kepada manusia bersegera meminta maaf. (5) Ketika orang tua masih
hidup bersegera meminta doanya dan berbuat baik kepadanya.
hamba hamba Allah Ta’ala di perintahkan UNTUK BERSEGERA. Allah Ta’ala berfirman
:
رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Rabb-mu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang
disediakan bagi orang orang yang bertakwa. (Q.S Ali Imran 133).
berlomba dalam melakukan kebaikan terutama dalam beribadah. Allah Ta’ala
berfirman :
al Baqarah 148)
sallam juga mengingatkan agar umatnya bersegera dalam beribadah,
sebagaimana sabda beliau :
كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا
أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ
الدُّنْيَا
datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada
waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula
yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia
menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia. (H.R Imam Muslim, dari
Abu Hurairah).
mengulur-ulur waktu, karena ia merupakan tentara iblis yang paling besar.
Penundaan merupakan bekal orang yang bodoh dan lalai. Karena itu orang
yang shalih berwasiat : Jauhilah SAUFA (nanti sajalah), yang dikembalikan juga
kemalasan, merupakan penyebab kerugian dan penyesalan.
suka menunda nunda waktu dan kesempatan dalam beribadah. Bahkan ada pula yang
MEMBUAT RENCANA MENUNDA IBADAH sampai waktu tertentu.
yang suka membuat janji beribadah kepada
dirinya. Diantaranya adalah :
baru akan menunaikan ibadah haji karena sekarang masih kecil kasihan
jika ditinggal.
belajar agama dan beribadah.
saya akan sering menghadiri majlis ilmu.
tuntas maka saya akan mulai mempelajari al Qur-an.
yang mengatakan : Saya mau puas dulu bersenang senang dengan harta yang saya
miliki, mumpung masih muda. Nanti kalau sudah tua saya baru bertaubat.
Allah-kan Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Na’udzubillah.
dipenuhi ternyata muncul lagi berbagai alasan untuk tidak juga melaksanakannya.
Bisa jadi mereka menunda lagi sampai waktu yang tidak jelas.
sendiri yaitu dengan terus menunda nunda waktu untuk melakukan kebaikan sehingga
mendapat kerugian yang besar. Lalu dimana ruginya :
: Bagaimana jika sekiranya Allah mewafatkannya sebelum
sempat memenuhi ibadah yang ditundanya. Ini tentu mendatangkan kerugian yang
lebih besar lagi. Bukankah kematian bisa datang kapan saja dan
dimana saja dan tidak bisa ditunda barang sejenakpun. Allah Ta’ala berfirman
:
جَاءَ أَجَلُهَا ۚ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
(kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Dan Allah
Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (Q.S al Munafiqun 11).
: Tak ada yang menjamin bahwa Allah akan memberi hidayah kepadanya untuk
melakukan ibadah apalagi DIA TELAH DENGAN SENGAJA DAN BERENCANA BERLALAI LALAI DALAM IBADAH yang
diperintahkan kepadanya.
menunda nunda untuk melakukan ibadah dan berbagai kebaikan sehingga tidak menjadi orang merugi. Wallahu A’lam. (1.826).




































