BERTAUBAT
dahsyat telah melanda manusia. Berapa banyak manusia yang telah binasa
karenanya. Sungguh penyebabnya adalah karena berbagai bentuk dosa
dan maksiat yang dilakukan manusia baik perorangan ataupun berkelompok. Sementara
itu mereka lalai bahkan tak mau memohon ampun dan bertaubat.
dan bencana
bertaubat maka SETIAP SAAT ADZAB ALLAH BISA DATANG bahkan bertubi tubi. Oleh
sebab itu takutlah kepada Allah dan kepada yang masih bergelimang dosa dan
maksiat bersegeralah memohon ampun dan bertaubat.
mendatangkan musibah dan berbagai bencana, sebagaimana firman Allah Ta’ala :
فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
karena perbuatan tanganmu sendiri dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan
kesalahanmu). Q.S asy Syuura 30.
mengatakan : Di antara akibat dari berbuat dosa adalah menghilangkan
nikmat dan AKIBAT DOSA ADALAH MENDATANGKAN BENCANA (MUSIBAH). Oleh karena itu, hilangnya suatu nikmat dari
seorang hamba adalah karena dosa. Begitu pula datangnya berbagai musibah juga
disebabkan oleh dosa. (Al Jawabul Kaafi)
: Tidaklah disandarkan suatu kejelekan (kerusakan) melainkan pada dosa
karena semua musibah itu disebabkan karena dosa. (Latha’if Ma’arif)).
kepada yang bermaksiat
pernah melanda manusia atau kelompok manusia di dunia. Mereka di adzab di dunia
dan adzab di akhirat tentu lebih keras lagi.
harta yang banyak ternyata tetapi dia menyombongkan diri di hadapan manusia
bahkan dia mengaku bahwa harta yang dimilikinya adalah diperoleh
karena ilmu yang ada padanya.
عِلْمٍ عِنْدِي ۚ
yang ada padaku. (Q.S al Qashash 78).
kepadanya yaitu dibenamkan ke dalam bumi. Sebagaimana dijelaskan Allah Ta’ala
dalam firman-Nya :
فَمَا كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ
الْمُنْتَصِرِينَ
kedalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golongan pun yang menolongnya
terhadap adzab Allah dan tiadalah dia termasuk orang (yang dapat) membela
(dirinya). Q.S al Qashash 81.
berlaku sewenang dan sombong. Allah berfirman :
الْأَرْضِ وَإِنَّهُ لَمِنَ الْمُسْرِفِينَ
sewenang wenang di muka bumi, dan sesungguhnya dia termasuk orang
orang yang melampaui batas. (Q.S Yunus 83).
kepada Allah Ta’ala, sampai sampai dia lupa diri dan mengaku sebagai Tuhan.
Allah menyebutkan dalam firman-Nya :
الْمَلَأُ مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرِي
pembesar kaumku !. Aku tidak mengetahui ada Tuhan bagimu selain aku. (Q.S
al Qashash 38).
Fir’aun bersama bala tentaranya sebagaimana firman-Nya :
أَجْمَعِينَ
bersamanya secara keseluruhan. DAN KAMI TENGGELAMKAN GOLONGAN YANG LAIN ITU
(FIR’AUN DAN BALA TENTARANYA). Q.S asy Syuaraa 65-66).
Nabi Shalih.
agar mereka beribadah kepada Allah sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya
:
اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ
mereka Shalih. Dia berkata : Wahai kaumku !.. Sembahlah Allah, tidak ada tuhan
bagimu selain dia. (Q.S. Huud 61).
هَٰذَا ۖ أَتَنْهَانَا أَنْ نَعْبُدَ مَا يَعْبُدُ آبَاؤُنَا وَإِنَّنَا لَفِي
شَكٍّ مِمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِ مُرِيبٍMereka kaum Tsamud berkata : Wahai
Shalih !. Sungguh, engkau sebelum ini berada ditengah tengah kami merupakan
orang yang diharapkan. Mengapa engkau melarang kami untuk menyembah apa yang
disembah oleh nenek moyang kami ?. Sungguh
kami benar benar dalam keraguan dan
kegelisahan terhadap apa (agama) yang engkau serukan kepada kami. (Q.S
Huud 62).
kepada Allah adalah ketika mereka berani menyembelih unta yang dikirim Allah
Ta’ala sebagai mukjizat Nabi Shalih.
صَالِحُ ائْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ
mereka sembelih unta betina itu dan (mereka) berlaku angkuh terhadap perintah
Rabb-nya. Mereka berkata : Wahai Shalih !. Buktikanlah ancaman kamu kepada
kami, jika benar engkau salah seorang rasul. (Q.S al A’raf 77).
pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka. (Q.S al A’raf 78).
terbit dari timur yaitu pada hari Ahad pagi, muncullah suara keras dari langit
dan gempa yang dahsyat dari bawah mereka, sehingga nyawa mereka melayang dalam
satu waktu, semua gerakan terhenti dan semua suara pun diam, dan seluruh
hakikat pun menjadi kenyataan. (Qishashul Anbiyaa’).
pengikut hanya kira kira 80 orang. Yang lainnya menolak bahkan mengejek dakwah
Nabi Nuh. Lalu Allah turunkan adzab berupa banjir bandang yang menenggelamkan
semuanya kecuali Nabi Nuh dan kaumnya yang berada di perahu.
سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَامًا فَأَخَذَهُمُ الطُّوفَانُ وَهُمْ ظَالِمُونَ
kaumnya, maka dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh
tahun. Kemudian mereka dilanda banjir besar, sedangkan mereka adalah
orang orang yang zhalim. (Q.S al Ankabut 14).
لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا مُفْتَرُونَ
‘Aad membantah dakwah Nabi Hud, bahkan mereka hampir saja membunuh Nabi Hud.
Lalu Allah mengadzab mereka dengan suara yang menggelegar. Allah berfirman
: “Lalu mereka benar benar dimusnahkan oleh suara yang
mengguntur dan kami jadikan mereka (seperti) sampah yang dibawa banjir. Maka
binasalah orang orang zhalim. (Q.S al Mu’minuun 41).
Syu’aib.
kaumnya untuk berdakwah agar mereka beribadah kepada kepada Allah saja dan
tidak menyekutukan-Nya. Selain itu Nabi Syu’aib juga memberi nasehat agar
mereka meninggalkan kebiasaan bermuamalah mereka yang sangat buruk yaitu suka
melakukan kecurangan dalam takaran dan timbangan.
مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ وَلَا تَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ
ۚ إِنِّي أَرَاكُمْ بِخَيْرٍ وَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ مُحِيطٍ
saudara mereka, Syu’aib. Dia (Syu’aib) berkata : Hai kaumku sembahlah Allah
sekali kali tiada Ilah bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu
kurangi takaran dan timbangan. Aku melihat kamu dalam keadaan yang
baik (makmur). Dan sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa adzab pada hari
yang membinasakan. (Q.S Hud 84).
maka mereka ditimpa azab yang besar. Allah berfirman :
jadilah mereka mayat mayat yang bergelimpangan di dalam rumah rumah mereka.
(Q.S al A’raf 91).
homoseksual dari kaum Nabi Luth. Mereka dibinasakan dengan : (1)
Suara yang keras. (2) Dibenamkan ke dalam bumi. (3) Dan dihujani dengan batu. Allah Ta’ala
menjelaskan dalam firman-Nya :
سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَ ، فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُشْرِقِينَ ، فَجَعَلْنَا
عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ
mereka (kesesatan). Maka mereka dibinasakan oleh suara keras ketika
matahari akan terbit. Maka Kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke
bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari sijjil. (QS. Al-Hijir
72-74).
maksiat yang dilakukan orang terdahulu dan membuat Allah Ta’ala murka lalu
menurunkan adzab yang berat kepada mereka JUGA SUDAH TERJADI PULA pada zaman
kita ini. Bahkan yang namanya homoseksual yaitu dosa besar kaum Luth sudah
marajalela di mana mana.
mengingatkan agar manusia senantiasa mohon ampun dan bertaubat dari segala
keburukan yang mereka lakukan.
تُوبُوا إِلَى اللهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ
سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ
nasuha (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabb-mu akan menutupi
kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya
sungai-sungai. (Q.S at Tahrim 8).
الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung. (Q.S an Nur 31).
berfirman :
ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى
وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ ۖ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ
عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ
bertaubat kepada-Nya, (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan
memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu, hingga pada waktu yang
telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai
keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sungguh aku takut,
kamu akan ditimpa siksa hari Kiamat. (Q.S Huud 3).
hadits Qudsi, Allah Ta’ala mengingatkan bahwa manusia berbuat dosa malam dan
siang artinya terus menerus berbuat dosa. Lalu Allah Ta’ala berjanji akan
mengampuni hamba hamba-Nya yang senantiasa memohon ampun.
عبادي إنكم تخطئون في الليل والنهار وأنا أغفر الذنوب جميعاً فاستغفروني أغفر لكم
berbuat dosa pada malam dan siang, dan Aku mengampuni semua dosa, maka minta ampunlah
kepada-Ku niscaya Aku akan mengampuni kalian.(H.R Imam Muslim).
‘alaihi wa sallam juga memerintahkan umatnya untuk senantiasa bertaubat
kepda Allah Ta’ala, yaitu sebagaimana sabda beliau :
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ، تُوْبُوْا
إِلَى اللهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُ، فَإِنِّيْ أَتُوْبُ إِلَى اللهِ وَأَسْتَغْفِرُهُ
فِي كُلِّ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ
sallam bersabda : Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kalian kepada Allâh dan
mintalah ampun kepada-Nya, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah dan
minta ampun kepada-Nya setiap hari sebanyak seratus kali. (H.R Imam Muslim)
Oleh karena itu maka setiap hamba hendaklah banyak dan BERSEGERA memohon ampun dan
bertaubat kepada Allah Ta’ala. Sungguh Allah Ta’ala telah mengingatkan dalam
firman-Nya :
السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang orang yang bertakwa. (Q.S Ali Imran 133)
Selain itu setiap hamba hendaklah banyak berdoa dan memohon kepada Allah Ta’ala agar dijauhkan dari berbagai musibah dan bencana. Insya Allah ada
manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.824).




































