KOKOH
kutip) keadaan orang orang beriman adalah PERSATUAN YANG TIDAK KOKOH. Padahal
orang orang beriman itu bersaudara bahkan Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam
telah mengingatkan bahwa orang beriman itu seperti satu bangunan yang kokoh tak
bercerai berai. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا.
satu bangunan yang tersusun rapi, sebagiannya menguatkan sebagian yang lain.
Dan beliau merekatkan jari-jemarinya. (H.R Imam Bukhari, Imam Muslim dan at
Tirmidzi).
Allah melalui Rasul-Nya agar persaudaran sesama orang beriman tetap kokoh dan
kuat. Diantaranya adalah :
: Saling tolong menolong dalam kebaikan.
cara yang sangat dianjurkan untuk memperkokoh hubungan persaudaraan sesama
orang beriman adalah dengan saling tolong menolong. Allah
Ta’ala berfirman :
عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰى ۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ؕ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
(mengerjakan) kebaikan dan takwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa
dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah sangat berat siksa-Nya.
(Q.S al Maidah 2)
الْمُحْسِنِينَ
sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (Q.S al Baqarah 195).
إِلَيْكَ ۖ
sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. (Q.S al Qashash 77)
: “Manistatha’a minkum an yanfa’a akhaahu fal yanfa’hu. Barangsiapa di
antara kalian yang mampu memberikan manfaat bagi saudaranya hendaklah dia
melakukannya. (H.R Imam Muslim, dari Jabir).
pengikat persaudaraan tetap kokoh dan kuat. Sikap suka memaafkan sangatlah
terpuji dalam syariat Islam. Bahkan suka memaafkan merupakan salah satu sikap
orang bertakwa. Allah berfirman :
وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ
يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan
orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah
menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (Q.S Ali Imran 133)
saudaranya akan memperoleh kebaikan yang banyak. Pahalanya dijamin oleh Allah
Ta’ala, sebagaimana firman-Nya :
مِثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ لَا
يُحِبُّ الظَّالِمِينَ
yang setimpal tetapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang
berbuat buruk) maka pahalanya dari Allah. Sungguh Dia tidak menyukai orang
orang yang zhalim. (Q.S asy Syura 40).
: Hendaklah setiap orang memiliki sifat mudah memaafkan yang lain. Tidak semua
isu yang sampai ke telinganya ia terima mentah mentah. Lantas dia membenci
orang yang menyuarakan isu yang tidak menyenangkan itu.
orang memiliki sifat pemaaf. Karena Allah Ta’ala sangat menyukai orang yang
memiliki sikap mulia tersebut, yang mudah memaafkan orang lain. Lantaran itu,
ia akan diberi ganjaran. Karena jika dibalas dengan saling mempermalukan dan
menjatuhkan pasti konflik yang terjadi tak kunjung usai. Permusuhan akan tetap
ada. Jika dibalas dengan diam, rampunglah perselisihan yang sedang
berkecamuk. (Syarh Riyadhus Shalihin)
seorang muslim agar persaudaraan tetap kokoh adalah saling memenuhi hak dan kewajiban diantara
sesama muslim.
:
الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ: إِذَا لَقِيْتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ
وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْهُ وَإِذَا
عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَشَمِّتْهُ وَإِذاَ مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذاَ مَاتَ
فَاتْـبَعْهُ
ada enam yaitu : (1) Jika kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam. (2)
Jika ia mengundangmu maka penuhilah undangannya. (3) Jika ia meminta nasehat
kepadamu maka berilah ia nasehat. (4) Jika ia bersin dan mengucapkan
“Alhamdulillah” maka doakanlah ia dengan “yarhamukallah”. (5) Jika ia sakit
maka jenguklah, dan (6) Jika ia meninggal dunia maka iiringilah jenazahnya.
(H.R Muslim no. 2162)
senang membuka aib saudaranya ini adalah sumber perpecahan diantara mereka.
Oleh karena itu salah satu cara memelihara dan mengokohkan persaudaraan sesama
orang beriman adalah dengan menutup aib saudaranya .
:
مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ
الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ فِي الدُّنْيَا يَسَّرَ اللَّهُ
عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ عَلَى مُسْلِمٍ فِي
الدُّنْيَا سَتَرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي
عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
kesulitan seorang muslim kesulitan-kesulitan duniawi, maka Allah akan
meringankan (menghilangkan) baginya kesulitan di akhirat kelak. Barangsiapa
yang memberikan kemudahan bagi orang yang mengalami kesulitan di dunia, maka
Allah akan memudahkan baginya kemudahan (urusan) di dunia dan akhirat.
muslim sewaktu di dunia, maka Allah akan menutup (aibnya) di dunia dan
akhirat. Sesungguhnya Allah akan senantiasa menolong seorang hamba (yang)
selalu ia menolong saudaranya. (H.R at Tirmidzi)
: Saling memberi hadiah.
mengagumkan, karena bersentuhan langsung dengan pendengaran, penglihatan dan
perasaan hati. Menimbul perasaan saling mencintai dan inilah salah satu pilar
yang bisa membuat persaudaraan semakin kokoh.
shallallahu ‘alaihi wasallam memberi perhatian
dalam perkara ini sebagaimana sabda beliau :
memberi hadiah !. niscaya kalian akan saling mencintai. (H.R Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, dihasankan oleh
Syaikh al Albani).
dan menerima hadiah termasuk perkara yang dibiasakan oleh Rasulullah Salallahu
‘alaihi Wasallam, Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha :
عليه وسلم يَقْبَلُ الْهَدِيَّةَ وَيُثِيبُ عَلَيْهَا
wa sallam biasa menerima hadiah dan biasa pula membalasnya. (H.R Imam
Bukhari).
bisa dilakukan agar persatuan orang orang beriman tetap kokoh. Insya Allah ada
manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.785)






































