sekali nikmat kepada manusia bahkan tak tehitung jenis dan jumlahnya. Allah
Ta’ala berfirman :
تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh manusia itu sangat zhalim dan sangat
mengingkari (nikmat Allah). Q.S Ibrahim 34.
terhadap apa yang dianugerahkan Allah Ta’ala kepadanya
diantara sifat orang beriman. Rasulullah
Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :
الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا
لِلْمُؤْمِنِ؛ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ
أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian kecuali
pada seorang mukmin sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu
baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya. (H.R
Imam Muslim).
syukur itu kembali kepada dirinya. Allah Ta’ala berfirman :
لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
Alah) maka sesungguhnya dia bersyukur
untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang tidak bersyukur (kufur) maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha
Terpuji. (Q.S Luqman 12).
mengabarkan kepadanya (Luqman) bahwa syukurnya ORANG ORANG YANG BERSYUKUR
KEMBALI KEPADA DIRI MEREKA SENDIRI. Dan bahwa siapa saja yang ingkar lalu tidak
bersyukur kepada Alah maka bahayanya menimpa dirinya sendiri, sedangkan Allah
Ta’ala Mahakaya. Tidak butuh kepadanya lagi, Allah Maha Terpuji dalam apa saja
yang Dia takdirkan dan Dia putuskan terhadap orang yang menyalahi perintah-Nya.
(Tafsir Taisir Karimir Rahman).
mendatangi orang orang yang selalu bersyukur atas nikmat yang Allah Ta’ala
berikan kepadanya, Diantaranya adalah :
satu sebab datangnya ridha Allah
تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ ۖ وَلَا يَرْضَىٰ لِعِبَادِهِ
الْكُفْرَ ۖ وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ ۗ
sesungguhnya Allah tidak memerlukanmu dan Allah tidak meridhai kekafiran hamba
hamba-Nya. Jika kamu bersyukur Dia MERIDHAI KESYUKURANMU ITU. (Q.S az Zumar 7)
selamat dari adzab Allah
mendatangi hamba hamba Allah yang selalu bersyukur adalah tidak akan diadzab,
yaitu sebagaimana firman-Nya :
يَفْعَلُ اللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِنْ شَكَرْتُمْ وَآمَنْتُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ
شَاكِرًا عَلِيمًا
KAMU BERSYUKUR dan beriman. Dan Allah MAHA MENSYUKURI, Maha Mengetahui. (Q.S an
Nisa 147).
Memberi pahala terhadap amal hamba hamba-Nya, memaafkan kesalahannya dan
menambah nikmat-Nya. (Catatan kaki pada terjemahan al Qur an Departemen Agama 2002)
nikmat.
berjanji untuk memberikan tambahan nikmat bagi hamba hamba-Nya yang bersyukur.
Allah Ta’ala berfirman :
تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ
إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Sesungguhnya jika kamu bersyukur niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu,
tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka pasti adzab-Ku sangat berat. (Q.S
Ibrahim 7).
kebaikan di dunia dan di akhirat.
pujian dan berterima kasih kepada Allah. Ketahuilah bahwa bersyukur itupun mendatangkan
balasan dari Allah Ta’ala berupa kebaikan. bahkan juga membuka pintu rizki di
dunia. Allah Ta’ala berfirman :
الشَّاكِرِينَ
kepada orang orang yang bersyukur. (Q.S
Al Imran 145).
ayat ini) Allah Ta’ala tidak menyebutkan (bentuk) BALASAN BUAT MEREKA YANG
BERSYUKUR. Hal ini menunjukkan akan banyak dan agungnya balasan itu. Dan agar
diketahui bahwa balasan (yang dijanjikan Allah) adalah menurut kadar syukur
yang dilakukan (oleh seorang hamba), sedikitnya atau banyaknya maupun mutunya.
(Tafsir Taisir Karimir Rahman).
ini dengan membawakan riwayat dari Ibnu Ishaq : Maksudnya adalah, karena
bersyukur, Allah memberikan kebaikan yang Allah janjikan di akhirat dan Allah
juga melimpahkan rizki baginya di dunia. (Tafsir ath Thabari)
pernah berhenti bersyukur kepada Allah Ta’ala. Dan juga berdoa kepada-Nya agar
senantiasa menjadi hamba yang bersyukur yaitu sebagaimana doa yang diajarkan
Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam kepada Mu’adz bin Jabbal :
وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
kepada kami untuk bisa selalu berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah
dengan baik kepada-Mu. (H.R Abu Daud).
Wallahu A’lam. (1.697).







































