kegiatan sehari hari. Ini terkadang membuat manusia lelah lalu butuh istrahat.
Allah Ta’ala telah menyediakan keadaan dan waktu khusus yang membuat manusia
bisa beristirahat. Allah Ta’ala berfirman :
an Naba’ 9).
di malam hari maka seseorang bisa
melakukankan tugas tugas selanjutnya
seperti berkerja dan berusaha mencari nafkah, berbuat baik dengan
membantu orang lain dan utama sekali beribadah
kepada Allah Ta’ala.
mengajarkan kita untuk melakukan berbagai kegiatan yang bernilai ibadah sebelum
tidur.
‘alaihi Wasallam yang sangat baik untuk kita teladani dan diamalkan adalah
bahwa beliau senantiasa berwudhu’ sebelum tidur.
فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ ،
berwudhu’lah seperti engkau hendak mengerjakan shalat .… (H.R Imam Bukhari dan
Imam Muslim).
Diantara keutamaannya adalah bahwa orang yang tidur dalam keadaan suci,
didoakan malaikat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda :
فِي شِعَارِهِ مَلَكٌ، فَلَمْ يَسْتَيْقِظْ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: اللَّهُمَّ
اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فُلَانٍ، فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا
Barangsiapa yang tidur dalam
keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan
bangun hingga malaikat berdoa : Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena
tidur dalam keadaan suci. (H.R Ibn Hibban).
bahwa doa malaikat lebih mudah dijabah karena mereka adalah makhluk yang sangat
taat kepada Allah Ta’ala.
berbaring
Ketahuilah bahwa diantara ibadah yang mungkin
kelihatan kecil (?) yang harus kita ikuti dari Rasulullah Salallahu ‘alaihi
Wasallam adalah MENGIBAS TEMPAT TIDUR
KETIKA HENDAK BERBARING.
فَلْيَنْفُضْ فِرَاشَهُ بِدَاخِلَةِ إِزَارِهِ فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي مَا خَلَفَهُ
عَلَيْهِ
Apabila salah seorang diantara kalian hendak
tidur maka kibasilah tempat tidurnya dengan ujung sarungnya, karena
sesungguhnya dia tidak tahu apa yang akan menimpa padanya. (H.R Imam Bukhari
dan Imam Muslim).
seseorang hendaknya mengibas kasurnya sebelum tidur, baik dengan tangan, sapu
lidi, kain sarung atau sejenisnya. Mengibas sebanyak tiga kali, sebagaimana
disebutkan dalam Fathul Barri.
Tidak lupa pula membaca Asma Allah bersama
kibasannya yaitu BISMILLAH sebagaimana dijelaskan dalam sebuah riwayat dari
Imam Muslim.
Dalam redaksi milik at Tirmidzi, di awal
hadits disebutkan : Bila salah seorang dari kalian telah beranjak dari tempat
tidurnya, lalu kembali lagi, maka hendaklah ia mengulangi mengibaskan tempat
tidur tersebut.
Ketiga : Memulai berbaring pada sisi tubuh
sebelah kanan.
Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda
:
(Jika engkau mendatangi pembaringanmu)
…, kemudian berbaringlah pada sisi tubuhmu sebelah kanan. (H.R Imam Bukhari dan
Imam Muslim)
Keempat: Membaca doa dan dzkir sebelum
tidur.
Salah satu adab tidur yang diajarkan
Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam
kepada orang orang beriman adalah
berdoa dan berdzikir sebelum tidur. Banyak jenis doa yang di ajarkan beliau,
Diantaranya adalah :
Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata.
– صلى الله عليه وسلم – بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ ، فَأَتَانِى آتٍ ، فَجَعَلَ
يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ ، فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ لأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ
اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – . فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ إِذَا أَوَيْتَ
إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ
حَافِظٌ ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى
الله عليه وسلم – « صَدَقَكَ وَهْوَ كَذُوبٌ ، ذَاكَ شَيْطَانٌ »
menugaskan aku menjaga harta zakat Ramadhan kemudian ada orang yang datang
mencuri makanan namun aku merebutnya kembali, lalu aku katakan, “Aku pasti
akan mengadukan kamu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam“. Lalu
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menceritakan suatu hadits berkenaan
masalah ini.
kepadanya tadi berkata : “Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu,
bacalah ayat al Kursi karena dengannya kamu selalu dijaga oleh Allah Ta’ala dan
syaithan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi. Maka Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda : “Benar apa yang dikatakannya padahal dia itu
pendusta. Dia itu syaithan“. (H.R Imam Bukhari)
allahumma amuutu wa ahyaa”.
الله عليه وسلم – إِذَا أَرَادَ
أَنْ يَنَامَ قَالَ « بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا » . وَإِذَا اسْتَيْقَظَ
مِنْ مَنَامِهِ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا
أَمَاتَنَا ، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ »
wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan: ‘Bismika allahumma amuutu wa ahya (dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku
hidup). Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: “Alhamdulillahilladzii
ahyaana ba’da maa amatana wailaihin nusyur (segala puji bagi Allah yang telah
menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali).
(H.R Imam Bukhari)
sangatlah banyak yaitu sebagaimana diajarkan Rasulullah Salallahu ‘alaii
Wasallam dan semuanya sangat baik untuk kita pelajari, kita hafalkan dan
diamalkan.
A’lam. (1.628)






































