paling potensial manusia senang berbohong. Bahkan terus menerus berbohong.
Membohongi keluarganya, saudaranya dan yang lebih parah lagi membohongi orang banyak
untuk memperoleh kedudukan dan jabatan. Inilah bentuk kemaksiatan yang sering
dilakukan sebagian manusia pada zaman sekarang yaitu BERBOHONG, TAK MAU BERLAKU JUJUR.
Bodoh mengaku pintar, tak tahu ilmu agama kecuali secuil, tapi mengaku orang
‘alim, berilmu. Lalu ditutupi dengan berbagai pencitraan dan kebohongan yang
lebih besar lagi. Kalau bohongnya ketahuan tak peduli, tak ada rasa malu.
yang dilakukan (seperti berbohong dan yang lainnya) AKAN MENGHILANGKAN RASA
MALU. Rasa malu adalah sumber kehidupan hati dan inti dari segala kebaikan.
Perhatikanlah sabda Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam :
Imam Muslim).
dijelaskan para ulama, adalah untuk menakut nakuti serta SEBAGAI ANCAMAN.
Artinya, orang yang tidak memiliki rasa malu akan melakukan perbuatan buruk
SEMAUNYA. Sebab faktor pendorong untuk meninggalkan perbuatan buruk adalah rasa
malu. Jika tidak ada rasa malu yang mencegah seseorang dari perbuatan buruk
maka dia melakukannya. Ini adalah penafsiran Abu ‘Ubaid. (Al Faa’iq, az
Zamakhsyari).
melemahkan rasa malu seorang hamba bahkan bisa jadi menghilangkan seluruhnya.
Akibatnya pelaku tidak lagi terpengaruh atau merasa risih saat banyak orang
mengetahui kondisi dan perilaku buruknya. Lebih parah lagi banyak di antara
mereka yang menceritakan keburukan yang pernah dilakukannya. Semua ini
disebabkan hilangnya rasa malu. Jika seseorang sudah sampai pada kondisi
tersebut maka tidak dapat diharapkan lagi kebaikannya. (Kitab Ad Daa’ wa
Dawaa’).
maka BERBOHONG BUKAN LAGI MENJADI BEBAN bahkan tak perlu ditakuti dan
dihiraukan lagi. Pada hal sungguh Allah
Ta’ala dan Rasul-Nya telah
mengingatkan bahwa pembohong akan dituntun ke neraka.
PEMBOHONG DI SISI ALLAH TA’ALA. Ketahuilah bahwa ketika seorang pemimpin dicatat
sebagai pembohong oleh orang dipimpinnya sudah pasti tak merasa nyaman. Apalagi
dicatat sebagai pembohong di sisi Alah Ta’ala, pastilah akan sengsara.
mengingatkan tentang salah satu akibat buruk berbohong, sebagaimana sabda
beliau :
الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى
النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى
يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا
kebohongan menuntunmu pada kejahatan, dan kejahatan menuntunmu ke neraka. Dan
seseorang senantiasa berlaku bohong dan selalu berbohong sehingga dia tercatat
di sisi Allah Ta’ala sebagai pembohong (H.R Imam Muslim)
sangat buruk dan pedih. Oleh karena itu Allah Ta’ala telah mengingatkan agar
orang orang beriman memelihara diri dan keluarganya dari siksa neraka. Allah
Ta’ala berfirman :
نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ
لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
orang-orang yang beriman !. Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka
yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya malaikat-malaikat yang
kasar dan keras. Yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang
diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
(Q.S at Tahrim 6).
menghindar dari berlaku bohong sekecil apapun karena akan menghilangkan rasa
malu. Ketika rasa malu sudah hilang maka terbukalah jalan luas untuk melakukan berbagai kemaksiatan. Wallahu A’lam.
(1.545)







































