MANUSIA ?
ujian kapan saja Allah Ta’ala berkehendak. Ujian itu bisa terjadi pada dirinya,
keluarga, harta atau yang lainnya. Allah Ta’ala berfirman :
يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ
الْكَاذِبِينَ
dibiarkan hanya dengan mengatakan : Kami telah beriman, sedang mereka tidak
diuji ?. Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang orang sebelum mereka, maka
Allah pasti mengetahui orang orang yang benar
dan pasti mengetahui orang orag yang dusta. (Q.S al Ankabut 2-3).
lainnya adalah ketetapan Allah Ta’ala yang pasti berlaku bagi setiap hamba-Nya.
Allah Ta’ala berfirman :
ٱللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَىٰنَا ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ
melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami dan
hanya kepada Allah bertawakkal orang orang yang beriman. (Q.S at Taubah
51).
kehilangan harta misalnya, sebagian manusia MENGADU BAHKAN ADA YANG MENGELUHKAN
musibah yang menimpanya kepada manusia. Ini tidak tepat. Ketahuilah bahwa
sesungguhnya tempat mengadu dan mengeluhkan keadaan diri seorang manusia adalah
Allah Ta’ala. Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
sumur oleh saudaranya dan mereka mengatakan kepada Ya’qub, bapak mereka, bahwa
Yusuf telah dimakan srigala. Lalu menghadapi musibah ini Nabi Ya’qub dirundung
kesedihan dan kesusahan yang sangat hebat. Tetapi beliau tidak mengadukan
kepada manusia. Beliau mengadu kepada Allah Ta’ala, sebagaimana disebut
dalam firman-Nya :
وَحُزْنِىٓ إِلَى ٱللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ
mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang
tidak kamu ketahui. (Q.S Yusuf 86).
Ya’qub dipertemukan lagi dengan anaknya, Yusuf yang telah menjadi orang
berpangkat pada satu kerajaan di Mesir. Begitulah pertolongan dan kasih sayang
Allah datang kepada Nabi Ya’qub yang senantiasa mengadukan kesedihannya kepada
Allah Ta’ala.
kalangan salaf pernah melihat laki laki yang mengeluhkan atau mengadukan kemiskinan
dan kebutuhan hidupnya kepada seseorang. Maka dia pun menasehati laki laki itu : Wahai Fulan,
demi Allah, tidak ada gunanya engkau mengeluhkan Dzat yang menyayangimu kepada
orang yang tidak menyayangimu.
akan mengeluhkan Allah kepada manusia !. Sikap ini merupakan sikap orang yang
benar benar tidak mengerti siapa yang dikeluhkan (yaitu Allah Ta’ala) dan
tentang siapa yang dijadikan tempat meluapkan keluhannya (manusia).
niscaya dia tidak akan mengeluhkan Allah Ta’ala. Dan seandainya dia mengenal
manusia (yaitu makhluk, dengan segala kelemahan dan kekurangannya, pen.)
niscaya dia tidak akan mengeluhkan kepada kepada mereka. (Kitab Fawaidul
Fawaid).
satu ujian berupa musibah maka mengadu, mengeluhlah kepada Allah Ta’ala saja.
Berserah dirilah kepada-Nya, jangan kepada selain-Nya. Insya Allah ada
manfaatnya bagi kita semua. Walahu A’lam. (1.533)





































![[UPDATED] Channel Grup Telegram Islam Ahlussunnah Salafy](https://i0.wp.com/aopok.com/wp-content/uploads/2024/10/grup-telegram-islam.jpg?fit=640%2C319&ssl=1)
