untuk senantiasa menyuruh kepada kebaikan dan melarang kepada kemungkaran.
Sangatlah banyak ayat al Qur an dan as Sunnah yang menjelaskan tentang perintah
amar ma’ruf nahi mungkar. Diantaranya adalah :
إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ
وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf dan
mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang orang yang beruntung.
لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ
dilahirkan untuk manusia (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf dan
mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah.
وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ
وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ
وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗ إِنَّ
اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka
menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan
shalat, menunaikan zakat dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan
diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :
اَبِيْ سَعِيْدِ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ قَالَ رَسُوْلَ
اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا
فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ
يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإيْمَانِ
telah mendengar Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda : Barang siapa diantara kalian yang
melihat kemungkaran maka ubahlah kemungkaran tersebut dengan tangannya jika
tidak mampu maka dengan lisannya, jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan
itulah selemah selemahnya iman. )H.R Imam Muslim)
Salallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda : “Jika manusia mengetahui kedzaliman
dan tidak memberantasnya, maka Allah akan menimpakan adzab kepada mereka.”
(HR Abu Dawud)
keberhasilan dalam menyuruh dan melarang adalah SIKAP LEMAH LEMBUT.
menyeru kepada kebaikan dan melarang kepada kemungkaran haruslah berusaha
menjaga sikap ini. Sungguh perhiasan berharga dalam menyuruh dan melarang
adalah lemah lembut.
menjelaskan keutamaan dalam berlemah lembut, diantaranya adalah :
:
رَفِيْقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِيْ الأَمْرِ كُلِّهِ
itu Mahalembut dan mencintai kelembutan di dalam semua urusan. (H.R Imam
Bukhari, dari Aisyah)
hadits ini. Beliau Salallahu ‘alaihi wasallam
bersabda :
اللَّهَ رَفِيْقٌ يُحِبُ الرِّفْقَ وَيُعْطِى عَلَى الرِّفْقِ مَا لاَ يُعطِِي
عَلَى الْعُنْفِ وَمَالاَ يُعْطِي عَلَى مَا سِوَاهُ
itu Mahalembut dan mencintai kelembutan. Allah memberi kepada kelembutan
hal-hal yang tidak diberikan kepada kekerasan dan sifat-sifat lainnya.
pula dari kebaikan
wasallam bersabda :
يُحْرَمِ الْخَيْرَ
sifat lembut, maka tidak akan mendapatkan kebaikan. (H.R Imam Muslim dari Jabir
bin Abdullah).
sesuatu.
‘alaihi wasallam :
الْعُنْفُ فِيْ شَيْءٍ إِلاَّ شَانَهُ
lemah lembut dalam sesuatu kecuali akan menghiasinya, dan tidaklah sikap keras
dalam segala sesuatu kecuali dia akan merusaknya. (H.R Imam Muslim).
ini adalah salah satu pelajaran kelemah lembutan dari Rasulullah Salallahu
‘alaihi wasallam. Dari Anas bin Malik, dia berkata, Ketika kami duduk duduk di
masjid bersama Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam tiba-tiba datang seorang
Badui lalu kencing di masjid. Para sahabat Nabi menghardiknya, “Berhenti,
berhenti.” Lalu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : Jangan
bentak dia, biarkan dia (jangan putus kencingnya). Lalu para sahabat membiarkan
orang Badui tadi menyelesaikan kencingnya. Kemudian Nabi shallallaahu
‘alaihi wasallam memanggilnya dan berkata kepadanya :
الْبَوْلِ وَلَا الْقَذَرِ إِنَّمَا هِيَ لِذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
وَالصَّلَاةِ وَقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ
Sesungguhnya
masjid-masjid ini tidaklah boleh untuk buang air kecil atau buang kotoran.
Masjid itu tempat untuk dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, shalat dan
membaca Al-Qur`an.
‘alaihi wasallam berkata kepada para sahabat : Sesungguhnya kalian
diutus untuk mempermudah bukan untuk mempersulit. Siramlah dengan satu ember
air pada tempat kencingnya. Lalu orang Badui tadi berkata, “Ya Allah rahmatilah
aku dan Muhammad, dan jangan Engaku rahmati yang lain bersama kami.” Lalu Nabi shallallaahu
‘alaihi wasallam bersabda : Egkau telah menyempitkan yang luas.
(Muttafaq ‘alaih)
lembut ini dalam kehidupan kita terutama sekali dalam menyuruh kepada kebaikan
dan melarang kepada kemungkaran. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua.
Wallahu A’lam. (1.319).





































