![]() |
| Ilustrasi – (foto:suaratuhan.blogspot.com) |
Islamedia.co – Terkadang hati terasa
lelah dari mendidik anak dan jiwa terasa merana dari berbagai kenakalan
dan pembangkangan mereka,yang menyebabkan kegundahan atau bahasa anak
muda sekarang galau ini membuat kekhawatiran dan kesedihan bagi kedua
orang tuanya.
Al Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
“Sesungguhnya ada bagian dari dosa- dosa yang tidaklah terhapus
melainkan dengan jalan kegelisahan dan kekhawatiran terhadap anak –
anak. “
setiap orang yang perhatian dan peduli terhadap pendidikan anak –
anaknya di atas perkara yang dicintai dan diridhai oleh Allah.
Bergembiralah dengan adanya jalan bagi kalian untuk menghapus dosa – dosa.
Jika kalian mendapati dari anak – anak kalian beberapa perkara yang
merepotkan kalian dalam mendidik mereka , maka beristighfarlah kepada
Rabb kalian.
“Wahai Amirul Mu’minin! Sesungguhnya Umar bin Abdul Aziz memiliki 11
anak dan meninggalkan harta 18 dinar.Dia dikafani dengan 5 dinar
kemudian dibelikan area kuburan baginya 4 dinar, sedang sisanya
diberikan kepada anak – anaknya. Sedang Hisyam bin Abdul Malik memiliki
11 Anak dan bagian warisan atas setiap anak adalah berjuta – juta dinar.
Amirul Mukminin ! Sungguh suatu hari aku telah menyaksikan salah seorang
anak Umar bin Abdul Aziz bershodaqoh dengan 100 kuda untuk berjihad fi
sabilillah.
orang bertanya kepada Umar bin Abdul Aziz , sedang beliau di ranjang
kematiannya :”Apa yang engkau tinggalkan untuk anak – anakmu ya Umar ?
“Kutinggalkan ketaqwaan bagi mereka, jikalau mereka adalah orang – orang
yang sholih niscaya Allahlah yang menjadi wali bagi orang – orang
sholih.Namun jika mereka bukan orang – orang yang sholih niscaya aku
tidak akan meninggalkan bagi mereka apa – apa yang membantu mereka untuk
bermaksiat kepada Allah.
Betapa banyak dari manusia yang berusaha, berupaya , bekerja keras dan
bersusah payah agar memberikan ketenangan dan kenyamanan masa depan anak
– anaknya, dengan persangkaan bahwa keberadaan harta di hadapan mereka
setelah kematiannya merupakan ketentraman bagi mereka.
لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعافاً خافُوا عَلَيْهِمْ
فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدا
ً
meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka
khawatir terhadap (kesejahteraan)mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka
bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang
benar.” (An-Nisa’: 9)
dari Al Allamah Zaid Al Madkholy rahimahullah.









































