
perempuan sederhana, tak pernah kulihat polesan bedak dipipinya, wajahnya
teduh, sesekali tampak cerewet, ketika urusan bantu-membantu keluarga dia
mungkin orang yang paling ngotot menjadi yang pertama.
Dia
seakan selalu menjadi inspirasi untuk saya selalu berprinsip Apapun Yang
Terjadi Kami Tetap Melayani.
Pada
kesempatan ini ingin kusampaikan surat cinta kepadanya.
Surat
Untuk Istriku : Epi Puji setiawati yang sesekali ku panggil Mei.
Mei, yang senantiasa ku rindu…
pelataran Desember, tepatnya beberapa jam yang lalu setelah kita saling
bertukar senyum dan kenangan.
pada putaran yang sama dan sekedarnya.
sampai lahirnya ke dua anak kita juga di pelataran Mei, betapa bulan selalu
mengelabui kita dengan dongeng kusam yang sepatutnya kita kuburkan.
hingga fajar, aku ingin membaca tiap ruas rusukmu yang aku patahkan, juga tiap
senyummu yang menjadi kabur, keriput pipimu yang menggenang laksana bukit nan
ngarai.
tentang sebuah kedigdayaaan perempuan ; dan Aku mengagumimu.
masih belasan, lalu kita bermimpi tentang jendela yang kita beri tirai
bunga-bunga, dan kita terbang laksana merpati, aku menikahimu dalam derai
tangisan yang lugu. Apakah kau menyadari itu?
membanting tulang, juga lelakimu yang kau ikuti kemanapun pergi, hanya sekedar
meninggalkan mendung pada langitmu.
terbang dengan sepasang sayap, mengajariku menyenyumi bara, dan berkelahi
dengan ketakutan.
kegembiraan pada masa mudamu yang kau tinggalkan.
yang terlahir dari Mei.
pertemuan kita yang terakhir nanti.
ku ingin kau menuliskan namaku dalam sejarahmu yang bertinta emas, bahwa aku
adalah lelakimu yang bertanggung jawab.
kuliah, dan belajar banyak hal padamu tentang kehidupan, tentang kupu-kupu yang
terbang rendah di halaman.
Wahai
Mei, Bersabarlah!
kelak aku mendahuluimu :
tak ada apa-apa, kecuali retak-retak kecil yang mengelupas ditubuhmu.
orang-orang tahu bahwa pertemuan-pertemuan kita adalah hanya deretan langkah
kaki yang mengilu beku.
Illahi putuskan pada setiap perjalanan kita.
kabarkan pada orang-orang ;
bercakap dan sambil menunggu,
tempat yang didalamnya mengalir sungai-sungai susu.
yang senantiasa melayani dengan tulus.
Achmad Miladi
aktif di FLP Tegal, pernah belajar di PP. DARUT TAUHID BANDUNG, sekarang
bekerja di SPBU.44.524.01 Prupuk Kaligayam Margasari Tegal, bisa dihubungi di
nomor hp : 085727148656, karya-karyanya ada di Buku kumpulan Puisi DARAH DI
BUMI SYUHADA, Fam Publishing. Buku Kumpulan Cerpen dan Puisi Bulan Tuhan,
Sembilan Mutiara Publishing.
![[#AYTKTM] Surat Cinta untuk Perempuan Sederhana](https://i0.wp.com/aopok.com/wp-content/uploads/2024/10/pasangan-muslim.jpg?fit=349%2C243&ssl=1)






































