Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Religi

Penyelamatan Aqidah Versus Kearifan Lokal

Religius by Religius
26.12.2012
Reading Time: 5 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

ADVERTISEMENT

Islamedia – Mengubah tradisi yang mengakar di masyarakat, terutama yang
bertentangan dengan ajaran Islam, tentu bukan perkara mudah. Bila terlalu
vulgar menggugat tradisi itu, maka masyarakat akan memperlihatkan
resistensinya. Dan serangan balik berupa tudingan hingga pengusiran pun akan
menimpa penggugat.

Rasulullah saw yang secara cara revolusioner berhasil menghapus
tradisi jahiliyah kaum Arab kuno pun punya cara yang bertahap. Dimulai dari
dakwah kepada keluarga terdekat dengan sembunyi-sembunyi, hingga setelah memiliki
basis massa yang cukup, Allah
perintahkan untuk berdakwah secara terang-terangan.
Pun saat Rasulullah berhasil menaklukkan Mekkah, Rasulullah
tak seketika itu juga menghancurkan semua berhala yang ada di dalam Ka’bah
karena mempertimbangkan kondisi psikologis masyarakat Mekkah. Meski akhirnya
Ka’bah pun bersih juga dari semua berhala yang ada.
Di zaman ini, du’at di Nusantara juga dihadapkan pada
berbagai macam tradisi yang masih dipelihara di masyarakat. Beberapa kalangan
memproteksi tradisi itu dengan label “kearifan lokal.” Dengan berbagai
keragaman suku dan budaya, beragam pula tradisi yang masih berlangsung.
Ada tradisi yang
menyerap nilai-nilai Islam. Misalnya dari daerah Minang, ada slogan “adaik
basandi syara’, syara’ basandi kitabullah.” Yang artinya adat bersendikan
syariat Islam, dan syariat Islam bersendikan Al-Qur’an. Daerah lain seperti
Aceh juga sangat kaya tradisi yang bernuansa Islami.
Tapi tidak jarang tradisi yang berkembang di masyarakat
adalah tradisi jahiliyah yang bersumber dari masyarakat yang belum mengenal
Islam. Misalnya masih sering kita dengar adanya penyerahan sesaji dan sesembahan kepada
sesuatu selain Allah yang masyarakat anggap memiliki kekuatan. Na’udzubillahi
min dzalik.
Kreatifitas seorang da’i mengakali masalah ini menjadi kunci
kemenangan dakwah. Kita pernah dengar cerita Sunan Kalijaga yang berhasil
mengisi seni yang ada pada zamannya menjadi bermuatan dakwah. Konon kabarnya
lagu Lir Ilir adalah ciptaan beliau. Di zamannya juga diperkenalkan wayang
dengan cerita bermuatan Islami. Allahu a’lam.
Tapi tak semua tradisi sukses terkonversi menjadi bermuatan
Islam. Salah satu contohnya adalah larung sesaji yang masih kita dengar sampai
sekarang. Sebuah upacara di mana para penduduk menyerahkan hasil-hasil alam
pilihan ke laut. Di beberapa tempat tradisi ini masih bertahan. Antaranews.com pada
tanggal 18 November 2012 lalu memberitakan bahwa upacara ini dilakukan oleh
umat Budha Tahun Baru Sakka Jawa 1 Suro 1946. Tapi tak jarang upacara ini
dilakukan oleh masyarakat yang sudah menganut agama Islam.
Ada dua hal yang
menjadi catatan dalam tradisi itu. Pertama, untuk siapa sesaji diserahkan?
Islam tidak pernah mengenal acara larung sesaji. Bila ditelusuri, akan mudah
ditemukan bahwa tradisi ini sudah berlangsung sejak zaman sebelum Islam datang
ke Nusantara. Saat masyarakat belum mengenal Allah SWT sebagai Dzat Tunggal
Yang Memiliki Kekuatan Di Bumi. Sesaji diberikan pada makhluk yang dianggap
memiliki kekuatan. Jelas itu suatu bentuk kemusyrikan.
Catatan kedua adalah kemubadziran pada acara larung sesaji
itu. Berbagai macam hasil alam dan hewan dihanyutkan ke tengah laut. Jelas
setan menyukai kemubadziran ini.
Lalu bagaimana menghapus acara ini? Memang, generasi muda
terpelajar sudah jarang – atau tidak ada lagi – yang menganggap acara larung
sesaji ini sesuatu yang harus dikerjakan. Mungkin kita bisa menunggu peralihan
generasi. Karena pada acara-acara larung sesaji, yang dominan adalah kaum
tua yang memimpin dan mengisi acara.
Tapi menunggu selesainya masa generasi tua tentu tidak
sebentar. Banyak umat Islam yang gemas melihat acara itu dan ingin perubahan
segera terjadi. Tapi perubahan tetap perlu penahapan.
Menarik apa yang dilakukan Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa
Barat lulusan Fakultas Syariah LIPIA. Dengan latar belakang keilmuannya, jelas
ia sangat memahami bahwa larung sesaji merupakan tradisi yang melanggar
rambu-rambu ajaran Islam. Tapi ia tidak secara frontal melenyapkan acara itu.
Pada acara yang diselenggarakan oleh para nelayan di Pantai
Pamayangsari, Desa/Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat,
Ahmad Heryawan hadir untuk memberi pesan-pesan penguatan aqidah.
Dikutip Okezone.com, Ahmad Heryawan berpesan: ”Laut ini
agung, berarti penciptanya Maha Agung. Oleh karenanya, laut ini memberikan
anugerah kepada kita lewat ikan dan lain-lain,” kata Aher, Selasa (25/12/2012).
Dia meminta agar kegiatan ini dijadikan sebagai bentuk rasa
syukur kepada Allah SWT sehingga bisa lebih meningkatkan ketakwaan kepada-Nya.
“Jadi kalau kita ke laut, ketaatan akan bertambah dengan
mengagumi segala ciptaan-Nya,” tuturnya.

Kabarnya, larung sesaji kali ini tanpa ada kepala kerbau/sapi.

Mungkin pesan bermuatan penguatan aqidah berhasil
disampaikan pada acara itu. Tetapi tetap saja acara unsur kemubadziran yang belum
hilang. Hanya saja dalam skala prioritas (aulawiyat), mencegah dosa syirik lebih
didahulukan dari mencegah dosa mubadzir. Karena dosa syirik lebih besar
daripada dosa mubadzir.

Melarang dengan kekuasaan acara larung sesaji itu mungkin saja dilakukan. Tetapi se-efektif apakah larangan itu? Acara berbau kemusyrikan mungkin hilang, tapi apakah lantas keyakinan masyarakat bisa diluruskan? Bila masyarakat tidak puas dengan larangan itu, akan ada dua kemungkinan buruk yang terjadi. Pertama masyarakat akan resisten dengan larangan tersebut – mungkin mereka tetap melakukannya. Kedua, keyakinan mereka akan adanya penguasa yang berhak diberikan sesaji, tidak hilang. Meski diberikan keterangan bahwa acara seperti ini merusak aqidah, kekecewaan yang terlanjur timbul akan menjadi penghalang masyarakat memahami pesan tersebut.

Karena itu kharisma seorang pemimpin dibutuhkan untuk memberi pemahaman yang benar pada masyarakat. Hati-hati, jangan sampai timbul resistensi, kekecewaan, atau pertanyaan pada hati masyarakat agar masyarakat bisa menerima pesan dari sang pemimpin.

Setelah misi memberi pemahaman pada masyarakat, tugas selanjutnya adalah bagaimana agar pemborosan itu tidak perlu dilakukan. Kebiasaan yang melekat beratus-ratus tahun, dan masyarakat pun sudah merasa nyaman dengan upacara itu, tentu membuat misi ini akan sulit. Namun tetap menjadi keharusan untuk dituntaskan.

Itu lah langkah seorang Ahmad Heryawan yang menjadi
pemimpin masyarakat saat berhadapan dengan dua tantangan: Menyelamatkan aqidah
masyarakat dan melestarikan kearifan lokal.

Lalu bagaimana dengan cara anda?
http://www.antaranews.com/berita/344046/umat-buddha-larung-sesaji-sambut-1-suro
http://bandung.okezone.com/read/2012/12/25/527/736966/
Tags: Agama IslamDakwahIlmuInformasiIslamiMuslimWawasan Pengetahuan
ShareTweetSendShare
Religius

Religius

Related Posts

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya
Religi

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026
Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta
Religi

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi
Religi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Amalan Menjelang Bulan Syakban: Persiapan Menuju Ramadan
Religi

Amalan Menjelang Bulan Syakban: Persiapan Menuju Ramadan

13.01.2026
Puasa Ramadan 2026 — Tanggal & Niat Qadha yang Wajib Diketahui Umat Muslim
Religi

Puasa Ramadan 2026 — Tanggal & Niat Qadha yang Wajib Diketahui Umat Muslim

09.01.2026
Hadiah Pahala – Fatwa al-`Asqalani
Religi

Hadiah Pahala – Fatwa al-`Asqalani

15.06.2025
Next Post

Kebersamaan Tiada Akhir

Brutal, Militer Suriah Bantai 20 Warga Sipil

Iklan

Recommended Stories

Pemandangan Udara Kota Samboja

08.04.2018
7 Poin yang Perlu Diperhatikan Jika Doa Belum Dikabulkan

7 Poin yang Perlu Diperhatikan Jika Doa Belum Dikabulkan

07.11.2014

Sinopsis Legend of Shen Li Episode 32

10.07.2024

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Review
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?