Aopok – #Cuaca #panas dan #paparan #sinar #matahari dalam waktu lama #bukan hanya #membuat #tubuh #terasa #gerah. Kondisi tersebut juga dapat #membuat #kulit #kehilangan #kelembapan sehingga terasa #kasar, #kering, #bersisik, bahkan #mengelupas.
Masalah kulit kering biasanya semakin terasa ketika seseorang sering beraktivitas di bawah terik matahari, berada di lingkungan dengan udara panas dan kering, atau kurang memperhatikan perawatan kulit.
Artikel Okezone Women yang terbit Senin, 31 Agustus 2026, menyebut sejumlah bahan alami dapat dimanfaatkan sebagai pelengkap perawatan untuk membantu memberikan rasa nyaman pada kulit kering.
Namun, bahan alami bukan berarti selalu aman untuk semua jenis kulit. Kulit yang mengalami iritasi, luka, atau sunburn berat justru membutuhkan perhatian lebih dan sebaiknya tidak sembarangan diberikan bahan rumahan.

Baca: Benarkah Bawang Merah Bisa Menurunkan Demam Anak? Ini Penjelasan Dokter dan Fakta Ilmiahnya
Mengapa Kulit Bisa Menjadi Kering dan Bersisik Saat Cuaca Panas?
Paparan panas dan sinar matahari dalam waktu lama dapat membuat kondisi kulit berubah. Kulit yang kehilangan kelembapan dapat terasa kasar, kaku, gatal, hingga mengalami pengelupasan.
Gejala kulit kering yang umum antara lain:
- Kulit terasa kasar dan tertarik.
- Muncul sisik atau serpihan kulit.
- Kulit terasa gatal.
- Kulit terlihat kusam.
- Muncul bagian kulit yang mengelupas.
- Pada kondisi tertentu, kulit dapat menjadi kemerahan atau pecah-pecah.
Kulit kering juga dapat semakin bermasalah apabila lapisan pelindung kulit atau skin barrier mengalami gangguan. Karena itu, perawatan tidak cukup hanya dengan mengandalkan bahan alami.
1. Lidah Buaya
Lidah buaya menjadi salah satu bahan alami yang banyak digunakan untuk memberikan sensasi menenangkan pada kulit.
Gel lidah buaya memiliki kandungan air yang tinggi sehingga dapat memberikan rasa segar ketika diaplikasikan pada kulit yang terasa panas dan tidak nyaman setelah terpapar matahari.
Untuk penggunaan, pilih gel lidah buaya yang sederhana dan sebisa mungkin bebas alkohol serta pewangi tambahan. Oleskan tipis pada bagian kulit yang membutuhkan.
Jika muncul rasa perih, panas, gatal, atau iritasi setelah pemakaian, segera hentikan penggunaannya.
2. Minyak Kelapa
Minyak kelapa memiliki sifat emolien yang dapat membantu membuat permukaan kulit terasa lebih halus. Lemak yang terkandung di dalamnya juga dapat membantu mengurangi kehilangan kelembapan dari permukaan kulit.
Minyak kelapa dapat digunakan secukupnya setelah mandi ketika kulit masih sedikit lembap.
Namun, jangan mengoleskannya pada kulit yang mengalami luka terbuka atau sunburn berat. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan yang berbeda dan tidak sebaiknya hanya mengandalkan bahan alami.
Baca: Viral Siswa SD Temukan Benda Diduga Peluru dalam Daging Menu MBG di Lampung Utara
3. Oatmeal
Oatmeal, terutama colloidal oatmeal, dapat menjadi pilihan untuk membantu menenangkan kulit yang kering dan terasa gatal.
Oatmeal juga dikenal memiliki sifat yang dapat membantu menenangkan peradangan dan mendukung lapisan pelindung kulit.
Salah satu cara sederhana adalah menggunakan oatmeal yang sudah dihaluskan dan mencampurkannya ke dalam air mandi hangat.
Perlu diperhatikan, jangan menggunakan air yang terlalu panas. Mandi dengan air sangat panas justru dapat membuat kulit semakin kehilangan kelembapan.
4. Madu
Madu dikenal memiliki sifat humektan, yaitu membantu menarik dan mempertahankan kelembapan.
Karena sifat tersebut, madu dapat digunakan sebagai salah satu bahan dalam perawatan kulit kering. Jika ingin menggunakannya sebagai masker, pilih madu yang sesuai dan aplikasikan dalam waktu singkat sebelum dibilas secara lembut.
Tetapi, jangan mengoleskan madu pada kulit yang sedang mengalami luka terbuka atau iritasi berat. Selalu perhatikan reaksi kulit setelah pemakaian.
Jangan Sembarangan Menggunakan Bahan Alami
Istilah “alami” tidak otomatis berarti aman untuk semua kondisi kulit.
Ketika kulit sedang kering dan bersisik, sebaiknya hindari penggunaan bahan yang bersifat asam secara langsung seperti lemon, jeruk nipis, atau cuka.
Bahan tersebut berpotensi menyebabkan iritasi, terlebih jika kulit sedang sensitif setelah terkena paparan sinar matahari.
Jangan pula menggosok kulit yang sedang bersisik menggunakan scrub kasar. Membantu mengelupaskan kulit secara paksa justru dapat merusak skin barrier dan memperparah iritasi.
Pelembap Tetap Menjadi Bagian Penting Perawatan Kulit
Bahan alami dapat menjadi pelengkap, tetapi tidak seharusnya menggantikan perawatan dasar kulit.
Gunakan pelembap secara rutin, terutama setelah mandi. Untuk kulit yang mudah mengalami iritasi, produk yang lembut dan bebas pewangi dapat menjadi pilihan.
Pelembap membantu menjaga kelembapan sekaligus mendukung fungsi lapisan pelindung kulit.
Sementara itu, ketika beraktivitas di luar ruangan, perlindungan dari sinar matahari tetap penting. Gunakan sunscreen dengan SPF yang memadai, kenakan pakaian yang menutup kulit dan manfaatkan tempat teduh ketika paparan matahari sedang sangat terik.
Jangan Lupa Cukupi Kebutuhan Cairan
Minum cukup air tetap penting untuk menjaga kesehatan tubuh, terutama ketika cuaca sedang panas dan tubuh lebih banyak kehilangan cairan melalui keringat.
Namun, kulit kering tidak selalu semata-mata disebabkan oleh kurang minum. Karena itu, menjaga asupan cairan sebaiknya tetap diikuti dengan perawatan kulit dari luar seperti penggunaan pelembap dan perlindungan dari sinar matahari.
Kapan Kulit Kering Perlu Diperiksakan?
Kulit kering ringan umumnya dapat dirawat dengan memperbaiki kebiasaan perawatan kulit. Tetapi, jika keluhan semakin berat, tidak kunjung membaik, terasa sangat gatal, mengalami luka, pecah-pecah, bernanah, atau disertai kemerahan yang luas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau dokter kulit.
Hal tersebut penting karena kulit bersisik tidak selalu disebabkan oleh cuaca panas. Kondisi tertentu seperti dermatitis, eksim, alergi, atau masalah kulit lainnya juga dapat menyebabkan gejala serupa.
Baca: Lagi Viral Chocoberry, Dessert Cokelat dan Strawberry dengan 8 Topping Kekinian
Kesimpulan
Kulit kering dan bersisik ketika cuaca panas dapat mengganggu kenyamanan dan penampilan. Lidah buaya, minyak kelapa, oatmeal, dan madu dapat menjadi beberapa pilihan bahan alami untuk membantu merawat kulit, tetapi penggunaannya harus tetap hati-hati.
Yang tidak kalah penting adalah menggunakan pelembap secara rutin, melindungi kulit dari paparan sinar matahari, menghindari bahan yang berpotensi mengiritasi serta tidak mengelupas kulit secara paksa.
Jika kondisi kulit semakin parah atau tidak kunjung membaik, jangan hanya mengandalkan perawatan rumahan. Pemeriksaan oleh tenaga medis dapat membantu mengetahui penyebab sebenarnya dan menentukan perawatan yang sesuai.
Catatan: Artikel ini merupakan pengembangan dan penulisan ulang dari informasi pada Okezone Women yang terbit 31 Agustus 2026, dengan tambahan konteks perawatan kulit.























Comments 1