Aopok – #Bawang #merah selama ini #dikenal sebagai salah satu #bahan #alami yang kerap #digunakan #masyarakat #Indonesia untuk #membantu #mengatasi #demam pada #anak. Biasanya, bawang merah diparut atau dihaluskan kemudian dicampur dengan #minyak sebelum dibalurkan pada #tubuh anak.
Kebiasaan tersebut sudah dilakukan secara turun-temurun dan masih dipercaya oleh sebagian orang tua. Namun, pertanyaannya, apakah bawang merah benar-benar bisa menurunkan demam anak dan apakah penggunaannya aman untuk kulit si kecil?
Dokter Spesialis Anak sekaligus edukator kesehatan, dr. Leonirma Tengguna, menjelaskan bahwa bawang merah memang memiliki kandungan yang secara teori dapat membantu proses pelepasan panas dari tubuh.

Baca: Viral Siswa SD Temukan Benda Diduga Peluru dalam Daging Menu MBG di Lampung Utara
Menurut penjelasannya, senyawa tertentu dalam bawang merah dapat menyebabkan vasodilatasi atau pelebaran pembuluh darah. Kondisi tersebut dapat membantu meningkatkan pelepasan panas dari permukaan tubuh sehingga suhu tubuh berpotensi mengalami penurunan.
Meski demikian, bukan berarti bawang merah dapat dianggap sebagai obat utama untuk mengatasi demam pada anak.
Bawang Merah Bisa Membantu Menurunkan Suhu, tetapi Tidak Sepenuhnya Aman
Dr. Leonirma menjelaskan bahwa terdapat sejumlah literatur yang membahas potensi bawang merah dalam membantu menurunkan suhu tubuh. Namun, ia juga menekankan bahwa penggunaan bawang merah pada anak tidak sepenuhnya bebas risiko.
Hal yang menjadi perhatian terutama adalah kondisi kulit anak yang masih sensitif.
Kulit bayi dan balita memiliki lapisan pelindung yang belum sekuat kulit orang dewasa. Penggunaan bahan tertentu secara langsung, terlebih apabila digosok atau dicampurkan dengan minyak, berpotensi menimbulkan kemerahan, rasa perih, iritasi atau reaksi kulit lainnya.
Karena alasan tersebut, metode tradisional ini tidak serta-merta direkomendasikan untuk semua anak, terutama bayi dan balita.
Bagaimana Penelitian tentang Kompres Bawang Merah?
Menariknya, penelitian mengenai penggunaan bawang merah untuk membantu menurunkan demam memang masih terus dilakukan.
Salah satu penelitian yang dipublikasikan pada 2026 mengamati penggunaan pasta bawang merah yang dicampur minyak kelapa pada 18 balita. Dalam penelitian tersebut, rata-rata suhu tubuh peserta turun dari 38,4 derajat Celsius menjadi 37,6 derajat Celsius setelah intervensi. Namun, penelitian tersebut menggunakan sampel kecil dan tidak memiliki kelompok kontrol, sehingga hasilnya masih merupakan bukti awal dan belum cukup untuk menyimpulkan bahwa bawang merah merupakan terapi standar demam pada anak.
Penelitian lain yang lebih lama juga menemukan adanya perubahan suhu setelah penggunaan kompres bawang merah. Namun, sebagian besar penelitian semacam ini memiliki keterbatasan desain, jumlah peserta yang relatif kecil, atau tidak membandingkan hasilnya dengan kelompok kontrol.
Artinya, potensi bawang merah memang menarik untuk diteliti, tetapi bukti ilmiahnya masih belum cukup kuat untuk menggantikan penanganan medis yang sudah terbukti.
Demam pada Anak Bukan Sekadar Masalah Suhu Tubuh
Orang tua juga perlu memahami bahwa demam sebenarnya merupakan salah satu respons tubuh ketika menghadapi infeksi atau kondisi tertentu.
Karena itu, yang perlu diperhatikan bukan hanya angka pada termometer, tetapi juga kondisi umum anak.
Perhatikan apakah anak masih mau minum, tetap responsif, bernapas dengan normal, dan tidak menunjukkan tanda-tanda bahaya lainnya.
Demam dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, termasuk infeksi virus maupun bakteri. Menurunkan angka suhu saja tidak selalu berarti penyebab demam sudah teratasi.
Jangan Mengandalkan Bawang Merah sebagai Pengobatan Utama
Jika anak mengalami demam, orang tua sebaiknya tidak hanya mengandalkan bawang merah atau metode tradisional lainnya.
Yang paling penting adalah memastikan anak mendapatkan cukup cairan, istirahat, pakaian yang nyaman, dan pemantauan suhu secara berkala.
Hindari membungkus anak dengan pakaian atau selimut yang terlalu tebal karena dapat membuat panas tubuh lebih sulit dilepaskan.
Bila anak merasa tidak nyaman karena demam, orang tua dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai penanganan yang sesuai dengan usia dan kondisi anak.
Baca: Lagi Viral Chocoberry, Dessert Cokelat dan Strawberry dengan 8 Topping Kekinian
Waspadai Risiko Iritasi Kulit
Penggunaan bawang merah yang langsung ditempelkan atau digosokkan ke kulit juga perlu diperhatikan.
Bawang merah memiliki senyawa yang dapat menimbulkan sensasi tertentu pada kulit. Pada anak dengan kulit sensitif, kontak langsung dapat menyebabkan iritasi.
Risikonya dapat semakin diperhatikan apabila bawang merah dicampurkan dengan bahan lain atau digosokkan secara kuat ke kulit.
Jika setelah penggunaan muncul kemerahan, ruam, rasa terbakar, gatal, bengkak, atau luka, sebaiknya segera hentikan penggunaan dan konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter.
Kapan Anak Demam Harus Dibawa ke Dokter?
Orang tua perlu segera mencari pertolongan medis apabila demam disertai kondisi yang mengkhawatirkan, seperti:
- Anak sulit dibangunkan atau tampak sangat lemas.
- Anak mengalami kesulitan bernapas.
- Anak tidak mau minum atau menunjukkan tanda dehidrasi.
- Anak mengalami kejang.
- Muncul ruam yang tidak biasa.
- Anak terus muntah atau mengalami diare berat.
- Kondisi anak semakin memburuk meskipun sudah mendapatkan perawatan di rumah.
- Demam terjadi pada bayi yang masih sangat kecil.
Khusus bayi, batas kewaspadaan perlu lebih tinggi karena infeksi serius dapat berkembang dengan cepat.
Jadi, Apakah Bawang Merah Bisa Menurunkan Demam Anak?
Jawabannya, bawang merah memiliki potensi membantu menurunkan suhu tubuh, tetapi penggunaannya tidak dapat dianggap sebagai pengganti pengobatan medis dan tidak otomatis aman untuk semua anak.
Penjelasan dokter yang dikutip Okezone menunjukkan adanya kemungkinan mekanisme melalui pelebaran pembuluh darah atau vasodilatasi. Sementara itu, sejumlah penelitian juga menemukan adanya penurunan suhu setelah intervensi menggunakan bawang merah. Namun, bukti yang tersedia masih memiliki keterbatasan sehingga diperlukan penelitian lebih besar dan lebih kuat untuk memastikan efektivitas serta keamanannya.
Dengan demikian, orang tua sebaiknya tidak langsung menganggap bawang merah sebagai obat penurun demam alami yang pasti aman.
Jika ingin menggunakan metode tradisional sebagai terapi pendamping, sebaiknya pertimbangkan kondisi kulit anak, usia anak, serta konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, terutama pada bayi dan balita.
Kesimpulannya, kesehatan dan kenyamanan anak harus menjadi prioritas. Jangan sampai penggunaan bahan alami justru menyebabkan iritasi kulit atau membuat orang tua terlambat mencari pertolongan ketika demam ternyata merupakan tanda penyakit yang membutuhkan pemeriksaan medis.























