Aopok – #Kebiasaan #mengonsumsi #minuman #manis setiap hari #ternyata perlu #mendapat #perhatian. Sebuah #penelitian #terbaru menemukan adanya #hubungan antara #konsumsi #minuman #berpemanis #gula secara rutin dengan meningkatnya risiko #kanker #lambung.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Gastro Hep Advances tersebut menemukan bahwa orang yang mengonsumsi sedikitnya satu porsi minuman berpemanis gula setiap hari memiliki risiko kanker lambung 2,45 kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang mengonsumsi minuman jenis tersebut kurang dari satu porsi dalam sebulan.

Baca: 5 Posisi Seks yang Bikin Pria Lebih Tahan Lama, Bisa Bantu Kontrol Ejakulasi
Penelitian Melibatkan Lebih dari 112 Ribu Peserta
Studi tersebut dilakukan oleh peneliti dari Mass General Brigham Cancer Institute bersama sejumlah peneliti lainnya. Mereka menganalisis data 112.284 peserta yang berasal dari Nursesโ Health Study dan Health Professionals Follow-Up Study.
Kedua penelitian tersebut mengumpulkan informasi mengenai pola makan, gaya hidup dan kondisi kesehatan peserta selama puluhan tahun. Selama periode pemantauan, tercatat 278 peserta mengalami kanker lambung.
Peneliti kemudian membandingkan kebiasaan konsumsi minuman berpemanis dengan kejadian kanker lambung setelah memperhitungkan sejumlah faktor risiko lainnya.
Hasilnya, peserta yang mengonsumsi setidaknya satu porsi minuman berpemanis gula setiap hari mempunyai risiko kanker lambung 2,45 kali lebih tinggi dibandingkan peserta yang mengonsumsi kurang dari satu porsi per bulan. Hubungan tersebut ditemukan pada peserta laki-laki maupun perempuan.
Apa yang Dimaksud Minuman Berpemanis Gula?
Minuman berpemanis gula atau sugar-sweetened beverages dalam penelitian tersebut mencakup berbagai jenis minuman yang mendapatkan tambahan gula.
Di antaranya adalah minuman bersoda, punch, limun dan minuman olahraga (sports drink). Satu porsi dalam penelitian didefinisikan sekitar 8 ons atau 237 mililiter.
Artinya, yang menjadi perhatian bukan sekadar rasa manis pada makanan atau minuman, melainkan konsumsi minuman dengan tambahan gula secara rutin dan dalam jumlah tertentu.
Risiko pada Perempuan Bisa Lebih Tinggi
Temuan penelitian juga menunjukkan hasil yang cukup mencolok ketika melihat kelompok perempuan.
Pada peserta perempuan dalam Nursesโ Health Study, konsumsi lebih dari satu minuman berpemanis gula per hari dikaitkan dengan risiko kanker lambung sekitar 3,04 kali lebih tinggi dibandingkan perempuan yang sangat jarang mengonsumsi minuman tersebut.
Meski demikian, angka tersebut tetap harus dipahami sebagai hasil penelitian epidemiologis dan bukan berarti setiap perempuan yang mengonsumsi minuman manis setiap hari pasti akan mengalami kanker lambung.
Fruktosa Ikut Menjadi Perhatian
Selain melihat jenis minuman, peneliti juga menemukan adanya hubungan antara asupan fruktosa yang lebih tinggi dengan meningkatnya kejadian kanker lambung.
Fruktosa merupakan salah satu jenis gula yang banyak ditemukan dalam minuman berpemanis. Namun, mekanisme biologis yang secara pasti menjelaskan bagaimana konsumsi minuman berpemanis dapat berhubungan dengan kanker lambung masih belum diketahui.
Sejumlah kemungkinan yang sedang dipertimbangkan antara lain kenaikan berat badan, resistensi insulin, perubahan hormon, peradangan dan perubahan mikrobioma saluran pencernaan. Para peneliti menegaskan bahwa mekanisme tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Bagaimana dengan Minuman Menggunakan Pemanis Buatan?
Menariknya, penelitian tersebut tidak menemukan hubungan yang sama antara konsumsi minuman berpemanis buatan dan peningkatan kejadian kanker lambung.
Setelah faktor-faktor lain diperhitungkan, konsumsi minuman berpemanis buatan tidak menunjukkan peningkatan risiko kanker lambung dalam penelitian tersebut. Namun, hasil ini bukan berarti minuman berpemanis buatan terbukti aman dari seluruh risiko kesehatan.
Penelitian lain yang merupakan tinjauan terhadap sejumlah meta-analisis juga menyebutkan bahwa bukti mengenai hubungan pemanis buatan dengan berbagai jenis kanker masih memiliki keterbatasan dan membutuhkan penelitian berkualitas lebih tinggi.
Baca: Tips Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Penyakit, Ini Kebiasaan yang Perlu Dilakukan Setiap Hari
Kanker Lambung Tidak Hanya Dipengaruhi Minuman Manis
Penting untuk tidak menyimpulkan bahwa minuman manis merupakan satu-satunya penyebab kanker lambung.
Salah satu faktor risiko kanker lambung yang sudah dikenal adalah infeksi Helicobacter pylori (H. pylori). Dalam penelitian terbaru tersebut, status H. pylori diperiksa pada sebagian kecil peserta, yaitu sekitar 940 orang. Peneliti tidak menemukan hubungan antara konsumsi minuman berpemanis gula dengan status infeksi H. pylori pada kelompok tersebut.
Karena itu, hubungan antara pola makan, gaya hidup, infeksi dan kanker lambung merupakan persoalan yang kompleks.
Penelitian Ini Belum Membuktikan Minuman Manis Menyebabkan Kanker
Ada hal penting yang perlu digarisbawahi. Penelitian tersebut merupakan studi observasional, sehingga hasilnya menunjukkan hubungan atau asosiasi, bukan bukti bahwa minuman manis secara langsung menyebabkan kanker lambung.
Dengan kata lain, angka risiko 2,45 kali lipat tidak boleh diterjemahkan sebagai kepastian bahwa seseorang akan terkena kanker lambung hanya karena minum satu minuman manis setiap hari.
Para peneliti juga mengakui adanya beberapa keterbatasan. Informasi mengenai H. pylori hanya tersedia pada sebagian peserta, sementara data mengenai riwayat kanker lambung dalam keluarga, lokasi tumor dan riwayat pemeriksaan endoskopi juga terbatas.
Selain itu, sebagian besar peserta penelitian merupakan orang berkulit putih sehingga hasil penelitian belum tentu dapat diterapkan dengan tingkat yang sama pada seluruh kelompok masyarakat di dunia. Peneliti menyatakan bahwa penelitian lanjutan masih diperlukan untuk mengonfirmasi temuan tersebut.
Perlukah Berhenti Minum Manis?
Temuan ini menjadi pengingat bahwa konsumsi minuman berpemanis sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan, terutama jika sudah menjadi kebiasaan setiap hari.
Mengurangi frekuensi konsumsi dapat menjadi langkah sederhana. Misalnya, mengganti sebagian minuman manis dengan air putih, air berkarbonasi tanpa gula atau teh tanpa gula.
Bagi orang yang sudah terbiasa mengonsumsi minuman manis setiap hari, pengurangan secara bertahap juga dapat dilakukan agar lebih mudah dipertahankan sebagai kebiasaan jangka panjang.
Yang tidak kalah penting, masyarakat sebaiknya tidak langsung panik dengan angka 2,45 kali lipat. Hasil penelitian ini masih harus dilihat bersama bukti ilmiah lainnya dan tidak dapat digunakan untuk menyatakan bahwa gula atau minuman manis secara langsung menjadi penyebab kanker lambung.
Kesimpulan
Baca: Minum Air Lemon Tiap Pagi: Ini Manfaat, Fakta, Mitos, dan Efek Sampingnya
Penelitian terbaru memang menemukan hubungan antara konsumsi setidaknya satu minuman berpemanis gula setiap hari dengan risiko kanker lambung yang sekitar 2,45 kali lebih tinggi dibandingkan konsumsi kurang dari satu porsi per bulan.
Namun, penelitian tersebut bersifat observasional sehingga belum membuktikan hubungan sebab-akibat. Para peneliti masih membutuhkan studi lanjutan untuk mengetahui mekanisme biologis dan memastikan apakah hubungan tersebut benar-benar konsisten pada populasi yang lebih beragam.
Meski demikian, mengurangi konsumsi minuman tinggi gula tetap merupakan pilihan yang masuk akal sebagai bagian dari pola hidup sehat. Bukan hanya karena temuan mengenai kanker lambung, tetapi juga karena konsumsi gula berlebihan berkaitan dengan berbagai persoalan kesehatan lainnya.


























