Aopok – #Pola #makan sehari-hari tidak hanya #berpengaruh terhadap #berat badan dan #kesehatan tubuh secara umum, tetapi juga dapat berkaitan dengan kesehatan seksual pria. Terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi gula, tepung olahan, lemak, serta minuman dengan kadar gula tinggi dapat menjadi kebiasaan yang kurang baik bagi kesehatan jika dilakukan dalam jangka panjang.
Dalam artikel Okezone yang terbit pada 11 Mei 2026, Dokter Spesialis Gizi Klinik Dina Aulia Insani menyebut sejumlah makanan dan minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan karena dapat berdampak terhadap kesehatan tubuh, termasuk fungsi seksual pria.
Perlu dipahami, istilah “merusak keperkasaan” bukan berarti satu jenis makanan secara langsung menyebabkan impotensi. Fungsi ereksi dipengaruhi banyak faktor, antara lain kondisi pembuluh darah, saraf, hormon, berat badan, diabetes, tekanan darah, gaya hidup, stres, serta pola makan secara keseluruhan.

Baca: 7 Kebiasaan Sederhana yang Bikin Hidup Lebih Produktif dan Teratur Setiap Hari
5 Makanan dan Minuman yang Perlu Dibatasi Pria
1. Kue Kering
Kue kering menjadi salah satu makanan yang disoroti karena umumnya mengandung tepung dan gula dalam jumlah cukup tinggi. Konsumsi sesekali tentu berbeda dengan kebiasaan mengonsumsinya secara berlebihan.
Menurut dr. Dina, makanan dengan karbohidrat sederhana seperti tepung dan gula perlu diperhatikan porsinya. Kue kering yang biasanya banyak tersedia setelah perayaan tertentu sebaiknya tetap dikonsumsi secara bijak.
Asupan gula berlebihan dalam jangka panjang dapat berkontribusi terhadap berbagai masalah metabolik. Kondisi seperti diabetes sendiri diketahui berkaitan dengan gangguan fungsi ereksi karena kadar gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah dan saraf.
2. Cake atau Bolu
Cake dan bolu juga termasuk makanan yang perlu dibatasi. Makanan ini pada umumnya menggunakan tepung dan gula sebagai bahan utama.
Dr. Dina menyebut cake dan bolu sebagai makanan lain yang perlu diperhatikan karena kandungan tepung dan gulanya.
Bukan berarti pria harus sepenuhnya menghindari makanan tersebut. Yang lebih penting adalah menjaga frekuensi dan jumlah konsumsinya, terutama jika sehari-hari sudah banyak mengonsumsi makanan atau minuman manis lainnya.
3. Fast Food dan Gorengan
Makanan cepat saji atau fast food serta gorengan merupakan makanan yang cukup populer dan mudah ditemukan. Namun, konsumsi berlebihan dapat membuat asupan lemak dan kalori harian meningkat.
Dalam sumber Okezone, dr. Dina menyoroti fast food dan gorengan karena kandungan lemaknya yang tinggi.
Pola makan tinggi lemak, terutama jika disertai kelebihan berat badan dan kurang aktivitas fisik, dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Sementara itu, kesehatan pembuluh darah memiliki peran penting dalam kemampuan pria mencapai dan mempertahankan ereksi.
Disfungsi ereksi sendiri sering berkaitan dengan gangguan pembuluh darah. Aterosklerosis, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, diabetes, dan sejumlah faktor lain dapat mengganggu aliran darah yang dibutuhkan untuk ereksi.
4. Minuman Kemasan Tinggi Gula
Bukan hanya makanan yang perlu diperhatikan. Minuman kemasan dan berbagai minuman kekinian yang mengandung gula tinggi juga sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering.
Dr. Dina memasukkan minuman kemasan tinggi gula sebagai salah satu jenis konsumsi yang perlu diwaspadai.
Baca: 9 Manfaat Lada Putih untuk Kesehatan, Baik untuk Pencernaan hingga Berpotensi Menjaga Jantung
Kebiasaan mengonsumsi gula dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme. Dalam jangka panjang, diabetes dapat memengaruhi pembuluh darah dan saraf sehingga berpotensi mengganggu fungsi ereksi.
Karena itu, air putih dapat menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari, sementara minuman manis sebaiknya dikonsumsi secara lebih terbatas.
5. Minuman Bersoda
Minuman bersoda menjadi jenis minuman terakhir yang disebut dalam pembahasan tersebut. Dr. Dina menyebut soda sebagai salah satu konsumsi yang sebaiknya dibatasi.
Minuman bersoda yang mengandung gula tinggi dapat menambah asupan gula dan kalori harian. Jika dikonsumsi terlalu sering dan tidak diimbangi pola hidup sehat, kebiasaan tersebut dapat berkontribusi terhadap masalah berat badan dan metabolisme.
Oleh karena itu, bukan hanya makanan yang perlu diperhatikan pria, tetapi juga jenis minuman yang dikonsumsi setiap hari.
Mengapa Pola Makan Berkaitan dengan Fungsi Ereksi?
Fungsi ereksi membutuhkan aliran darah yang baik, fungsi saraf yang normal, kadar hormon yang memadai, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan. Gangguan pada salah satu sistem tersebut dapat menyebabkan masalah ereksi.
Diabetes menjadi salah satu contoh kondisi yang dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi. Kadar gula darah tinggi dalam waktu lama dapat merusak pembuluh darah dan saraf yang berperan dalam proses ereksi.
Karena itu, menjaga pola makan bukan hanya soal penampilan atau berat badan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kesehatan pembuluh darah dan metabolisme tubuh.
Bukan Berarti Harus Pantang Total
Munculnya daftar makanan tersebut bukan berarti pria harus menghilangkan kue, cake, gorengan, fast food, atau minuman manis dari kehidupan sehari-hari.
Hal yang lebih penting adalah mengatur frekuensi, porsi, dan pola makan secara keseluruhan. Sesekali mengonsumsi makanan yang tinggi gula atau lemak tidak otomatis membuat seorang pria mengalami gangguan seksual.
Sebaliknya, pola konsumsi yang tidak seimbang dan berlangsung dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan yang pada akhirnya dapat memengaruhi fungsi seksual.
Pilih Pola Makan yang Lebih Seimbang
Untuk menjaga kesehatan tubuh dan seksual, pria dapat memperbanyak makanan yang lebih bernutrisi, seperti sayuran, buah-buahan, sumber protein, biji-bijian utuh, serta sumber lemak sehat.
Pola makan sehat juga sebaiknya dibarengi aktivitas fisik secara teratur, menjaga berat badan, tidak merokok, tidur cukup, dan mengelola stres.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan adanya hubungan antara pola makan sehat dan risiko gangguan seksual. Salah satu penelitian jangka panjang pada orang dengan diabetes tipe 2 menemukan bahwa pola makan bergaya Mediterania berkaitan dengan risiko disfungsi ereksi yang lebih rendah dibandingkan kelompok dengan pola makan rendah lemak dalam penelitian tersebut.
Kapan Pria Perlu Memeriksakan Diri?
Gangguan ereksi yang terjadi sesekali belum tentu berarti seseorang mengalami disfungsi ereksi. Namun, jika masalah tersebut terjadi berulang kali atau terus-menerus, pemeriksaan medis penting dilakukan.
Disfungsi ereksi dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan lain, termasuk gangguan pembuluh darah, diabetes, tekanan darah tinggi, gangguan hormon, atau masalah saraf.
Karena itu, pria sebaiknya tidak hanya mencari solusi instan. Jika mengalami gangguan ereksi yang menetap, konsultasi dengan dokter dapat membantu mengetahui penyebab dan pilihan penanganan yang tepat.
Kesimpulan
Baca: Mengenal Kombucha, Minuman Fermentasi yang Lagi Tren: Benarkah Baik untuk Kesehatan?
Lima jenis konsumsi yang disoroti dalam sumber tersebut adalah kue kering, cake atau bolu, fast food dan gorengan, minuman kemasan tinggi gula, serta minuman bersoda.
Makanan dan minuman tersebut tidak secara otomatis menyebabkan pria kehilangan fungsi seksual. Namun, konsumsi berlebihan dan pola makan yang tidak seimbang dapat berkontribusi terhadap masalah kesehatan seperti obesitas, gangguan metabolisme, diabetes, serta kesehatan pembuluh darah yang pada akhirnya dapat berkaitan dengan fungsi ereksi.
Menjaga pola makan seimbang, aktif bergerak, menghindari rokok, membatasi alkohol, menjaga berat badan, dan melakukan pemeriksaan kesehatan bila muncul keluhan merupakan langkah yang lebih penting untuk menjaga kesehatan pria dalam jangka panjang.



























Comments 1