Aopok – #Kasus #pemotongan #rambut #terhadap 18 #murid di #SMKN 2 #Garut viral di #media #sosial dan memicu perdebatan publik. Dalam video yang beredar luas, sejumlah siswi terlihat menangis histeris saat rambut mereka dipotong oleh guru Bimbingan Konseling (BK) di lingkungan sekolah.

Peristiwa tersebut langsung menjadi sorotan masyarakat hingga mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM. Ia menilai persoalan kedisiplinan siswa seharusnya dapat diselesaikan dengan pendekatan yang lebih bijak serta melibatkan orang tua murid.
Menurut informasi yang beredar, pemotongan rambut dilakukan terhadap siswi yang dianggap melanggar aturan sekolah karena mewarnai rambut. Guru BK disebut melakukan razia setelah para siswa mengikuti pelajaran olahraga di luar kelas. Namun tindakan tersebut menuai kritik karena dianggap terlalu keras dan membuat para siswi mengalami trauma psikologis.
Baca: 5 Pelatih Termahal di Piala Dunia 2026, Nomor 1 Tembus Rp200 Miliar!
Viralnya video tersebut membuat publik terbelah. Sebagian mendukung penegakan disiplin di sekolah, namun banyak pula yang menilai cara yang dilakukan tidak manusiawi dan mempermalukan siswa di depan umum. Rekaman video bahkan tersebar luas di berbagai platform media sosial dan menjadi perbincangan hangat netizen Indonesia.
Menanggapi polemik tersebut, Dedi Mulyadi langsung memanggil pihak guru BK, siswa, serta orang tua untuk mencari solusi terbaik. Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter tetap penting, tetapi pendekatan terhadap siswa harus mengedepankan sisi kemanusiaan dan komunikasi.
Dalam pertemuan itu, guru BK SMKN 2 Garut dikabarkan menyampaikan permintaan maaf dan mengaku menyesal atas tindakan yang dilakukan. Bahkan, KDM membantu para siswi merapikan rambut mereka dengan membawa mereka ke salon agar kondisi rambut kembali lebih rapi dan nyaman.
Kasus ini juga memunculkan diskusi lebih luas mengenai batas disiplin di sekolah, hak siswa, hingga pentingnya pendekatan edukatif dibanding hukuman fisik atau tindakan yang mempermalukan peserta didik. Banyak pihak berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di dunia pendidikan Indonesia.
Baca: Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia U-17 vs Qatar di Piala Asia U-17 2026, Live RCTI Malam Ini!
Di tengah viralnya kasus tersebut, masyarakat juga menyoroti pentingnya komunikasi antara sekolah dan orang tua dalam menangani pelanggaran siswa. Pendekatan yang melibatkan keluarga dinilai dapat menjadi solusi yang lebih efektif dibanding tindakan sepihak yang berpotensi menimbulkan trauma.
Peristiwa viral di Garut ini kini menjadi perhatian nasional dan terus diperbincangkan di media sosial. Banyak netizen meminta evaluasi terhadap sistem pembinaan siswa di sekolah agar tetap tegas namun tidak melanggar hak-hak peserta didik.
































