Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Religi

Pemerintahan Rezim Pemalak Pro Asing

Keimanan by Keimanan
28.01.2021
Reading Time: 5 mins read
0
Kumpulan beberapa ilustrasi zaman dulu tentang Nusantara (6)
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Amalan Menjelang Bulan Syakban: Persiapan Menuju Ramadan

ADVERTISEMENT

Ketua Lajnah
Maslahiyah DPP Arim Nasim mengatakan, ”Karena pola pikir pemerintah dan
para pendukung pemerintah baik DPR ataupun kalangan intelektualnya sudah
terjajah dengan pemikiran liberalisme dan kapitalisme. Yang ada di otak mereka
adalah pemikiran neoliberalisme dan kapitalisme,” katanya.
Dalam pandangan sistem
neoliberalisme dan kapitalisme, kata Arim, sumber utama pendapatan negara untuk
membiayai kegiatan negara atau memberikan pelayanan kepada rakyat itu adalah
dengan jalan memungut kepada rakyat atau memalak rakyat baik dalam bentuk pajak
ataupun berbagai pungutan lainnya.
Maka, lanjutnya, tak
aneh jika sumberdaya itu diserahkan pengelolaannya kepada swasta. Sementara
negara untuk membiayai kegiatannya mencari dengan jalan memungut pajak. ”Jadi
bukan tidak bisa tapi memang yang ada di otaknya itu adalah memungut dari rakyat,”
jelas doktor ekonomi Islam ini.
Sejak kemerdekaan,
Indonesia memang terjebak dalam jerat kapitalisme global. Para penguasa di
Indonesia mau tidak mau mengikuti arahan Barat dalam mengambil kebijakan
negara. Para ekonom menyebut, kebijakan ekonomi Indonesia sama dan sebangun
dengan paket kebijakan Konsensus Washington. Implementasinya kian kental
setelah lndonesia masuk di era Reformasi.
Konsensus Washington
ini dalam garis besarnya terdiri atas, pertama,
pelaksanaan kebijakan anggaran yang ketat, termasuk penghapusan subsidi negara
dalam berbagai bentuknya. Kedua,
pelaksanaan liberalisasi sektor keuangan. Ketiga,
pelaksanaan liberalisasi sektor perdagangan. Keempat,
pelaksanaan privatisasi BUMN. Kebijakan ini dikontrol sepenuhnya oleh IMF dan
Bank Dunia.
Dalam paradigma
liberal inilah, swasta seolah menjadi raja sehingga mereka bisa menentukan arah
kebijakan. Apatah lagi, kini para pengusaha itu sendiri duduk di kursi
kekuasaan. Mereka menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan bisnisnya
masing-masing. Ini yang kini telah menjadi rahasia umum.
Dikuasai
Komprador
Kandisi ini, menurut
Ketua Lajnah Faaliyah DPP M. Rahmat Kurnia, tak lepas dari kenyataan bahwa
Indonesia sedang dikuasai oleh para komprador. Penguasa komprador adalah
penguasa yang menjadi kaki tangan negara asing, khususnya negara besar, dalam
hubungannya dengan rakyat.
Di antara
tanda-tandanya, kata Rahmat, mengikuti kebijakan asing, mengeluarkan
undang-undang (UU) yang lebih pro-asing daripada pro-rakyat, mengangkat pejabat
yang merupakan kader-kader asing, dan dalam bekerjasama dengan asing lebih
menjaga kepentingan asing daripada kepentingan bangsa sendiri.
Dalam praktiknya,
jelasnya, para komprador itu berkolaborasi dengan para pengusaha. Bahkan saat
ini penguasa itu adalah pengusaha itu sendiri. Sistem demokrasi akhirnya
melahirkan apa yang disebut para ahli politik sebagai negara perusahaan (corporate state).
Corporate state ini merupakan negara yang
penguasanya berkolaborasi dengan para pengusaha, baik dari dalam maupun luar
negeri, atau penguasa sekaligus pengusaha. Jangan heran jika di mana-mana
terjadi kapitalisasi pendidikan, privatisasi sumberdaya alam, BUMN dijual, kapitalisasi
layanan publik dan kapitalisasi politik.
”Negara menjadi
instrumen kepentingan bisnis dan mengabdi kepada pemilik modal yang sebagian
besar merupakan perusahaan asing dari negara besar seperti AS. Penguasa menjadi
pelayan bagi kepentingan asing, sembari mereguk manfaat bagi dirinya dan
kelompoknya,“ jelasnya.
Menurut M. Ismail Yusanto, “Kita boleh curiga
pemerintah sedang bertindak untuk kepentingan korporasi swasta, baik asing
maupun domestik. Dengan kata lain, pemerintah telah nyata-nyata memperkaya
korporasi dengan cara menindas rakyat,” katanya.
Rezim
Pemalak, Cukup!
Saat membuka
perdagangan di Bursa Efek Jakarta di awal tahun 2016, Presiden Joko Widodo
menegaskan sikap pemerintah terkait proteksi kepada rakyat di era Masyarakat
Ekonomi Asean (MEA). Ia menyatakan, tak ada lagi proteksi dan pemberian
subsidi.
”Jangan berharap bahwa
negara ini akan memproteksi, melindungi dan memberikan subsidi yang
besar-besaran,” ujarnya. Menurutnya, proteksi dan pemberian subsidi akan
melemahkan daya saing Indonesia dengan negara-negara lain di Asia Tenggara.
Pernyataan Jokowi
tersebut kian menegaskan arah kebijakan ekonomi Indonesia yang membebek kepada
kepentingan asing. Ekonomi Indonesia kian liberal, bahkan bisa jadi lebih
liberal dibandingkan negara liberal yang masih memproteksi produsen dalam
negerinya.
Di sisi lain, rezim
Jokowi terus memalak rakyat dengan pajak. Di awal pemerintahannya, ia langsung
meningkatkan target pajak gebesar 40 persen. Ini artinya, rakyat harus
menyubsidi pemerintah lebih besar lagi.
Menteri Keuangan
Bambang Brodjonegoro mengakui, target penerimaan pajak dalam APBN Perubahan
2015 yang naik sekira 40 persen di luar kebiasaan.
Biasanya paling besar
20 persen. Pemalakan besar-besaran ini pun memakan “korban” yakni Direktur
Jenderal Pajak Sigit Pradi Pramudito mengundurkan diri dari jabatannya, karena
tidak sanggup untuk memenuhi target penerimaan pajak yang dibebankan dalam APBN-P
2015 sebesar Rp1.294 trilyun. Rakyat pun kian berat dengan tagihan-tagihan
pajak.
Kini pemerintah
menargetkan pendapatan dari pajak lebih tinggi lagi, mencapai Rp1.546,7
trilyun. Padahal, tahun lalu saja, target yang lebih rendah hanya tercapai
sekitar 84 persen. Maka, dengan target yang demikian besar, pasti rakyat kian
dipalak. Semua sektor akan dikejar pajaknya. Semua harus bayar kepada negara.
Harus
Diakhiri
Maka, tidak ada jalan
lain kecuali menghentikan rezim pemalak ini. Caranya? M. Ismail Yusanto menjelaskan, mesti ada perubahan total dan
menyeluruh baik menyangkut pemimpinnya maupun sistemnya, karena kedua hal
inilah yang menjadi faktor utama pengaturan ekonomi khususnya yang sangat
liberal.
Untuk itu, lanjut
Ismail, masyarakat harus diajak mengerti bahwa semua problematika yang ada saat
ini, yang telah nyata-nyata membuat rakyat menderita, terjadi akibat
diberlakukannya sistem Sekuler, khususnya di bidang ekonomi dan politik. ”Oleh
karena itu, bila ingin semua persoalan itu tak lagi muncul, maka sistem
tersebut harus dihentikan segera, dan sekaligus diganti dengan sistem yang
lebih baik,” tandasnya.
Tak cukup ganti rezim,
tandasnya. Sistem yang baik itu harus berasal dari Dzat yang Maha Baik, itulah
Allah SWT dengan syariah-Nya. “Di sinilah pentingnya seruan bagi tegaknya
syariah dan khilafah, karena hanya dengan keduanyalah bakal terwujud rahmat
atau kebaikan bagi semua atau yang kita kenal sebagai rahmatan lil ‘alamin,” tegas Ismail.
Bacaan: Tabloid Media
Umat edisi 166
—
Tags: Agama IslamDakwahIlmuInformasiIslamiMuslimWawasan Pengetahuan
ShareTweetPin
Keimanan

Keimanan

Related Posts

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta
Religi

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi
Religi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Amalan Menjelang Bulan Syakban: Persiapan Menuju Ramadan
Religi

Amalan Menjelang Bulan Syakban: Persiapan Menuju Ramadan

13.01.2026
Puasa Ramadan 2026 — Tanggal & Niat Qadha yang Wajib Diketahui Umat Muslim
Religi

Puasa Ramadan 2026 — Tanggal & Niat Qadha yang Wajib Diketahui Umat Muslim

09.01.2026
Hadiah Pahala – Fatwa al-`Asqalani
Religi

Hadiah Pahala – Fatwa al-`Asqalani

15.06.2025
Mahasiswa UI Gelar Konvoi Solidaritas untuk Palestina, Tolak Penjajah Zionis Israel
Religi

Mahasiswa UI Gelar Konvoi Solidaritas untuk Palestina, Tolak Penjajah Zionis Israel

13.06.2025
Next Post

Sejarah Banten (40): Nama Suro, Surosowan di Banten; Nama-Nama Tempat pada Zaman Kuno Soerabaija, Soeracarta dan Soeroaso

Sejarah Kupang (1): Sejarah Pulau Timor Bermula di Kupang; Sejarah Terbentuknya Timor Portugis (Asal Usul Timor Leste)

Iklan

Recommended Stories

Metode Belajar Klasikal di Era Milenial

Metode Belajar Klasikal di Era Milenial

27.09.2018
Biografi Abu Zur’ah Ar Razi

Biografi Abu Zur’ah Ar Razi

28.08.2020

Jatuhya pesawat militer Belanda Dakota DC3 di Padalarang, 1948

26.12.2015

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?