Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Religi

Tidak Mengharapkan Upah Dari Manusia – TAFSIR al-Furqan: 57

Keimanan by Keimanan
10.05.2020
Reading Time: 7 mins read
0
Tidak Mengharapkan Upah Dari Manusia – TAFSIR al-Furqan: 57
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Amalan Menjelang Bulan Syakban: Persiapan Menuju Ramadan

Puasa Ramadan 2026 — Tanggal & Niat Qadha yang Wajib Diketahui Umat Muslim

ADVERTISEMENT

Oleh:
Rokhmat S. Labib, MEI
“Katakanlah:
“Aku tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam menyampaikan risalah
itu, melainkan orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhannya (dengan
menginfakkan sebagian hartanya di jalan-Nya).” (TQS. al-Furqan [25]: 57)
Sebagai utusan Allah SWT, Rasulullah ﷺ diberikan tugas
menyampaikan risalah kepada manusia. Dalam melaksanakan tugasnya, beliau tidak
meminta upah kepada manusia. Beliau hanya mengharapkan pahala dan ridha Allah
SWT, Dzat yang mengutusnya. Kalaupun ada yang diharapkan dari harta yang
dikeluarkan oleh orang-orng yang didakwahi adalah untuk diinfakkan di jalan
Allah SWT dan untuk kebaikan lainnya. Inilah di antara yang dapat dipahami dari
ayat ini.
Tidak Meminta
Upah
Allah SWT berfirman: Qul maa as‘alukum ‘alayhi min ajr[in] (katakanlah: “Aku tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam
menyampaikan risalah itu). Dalam ayat sebelumnya ditegaskan kepada Rasulullah
ﷺ
bahwa beliau diutus untuk menjadi:
mubasysyir[an] wa nadziir[an], pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. Khithab atau seruan dalam ayat ini masih belum berubah.
Sehingga perintah:
Qul (katakanlah) juga ditujukan kepada Rasulullah ﷺ.
Beliau diperintahkan untuk menyampaikan perkataan kepada orang-orang yang
didakwahi. Ibnu Jarir al-Thabari berkata, “Katakanlah kepada orang-orang
yang Aku utus kamu kepada mereka.”
Terhadap
mereka, beliau diperintahkan menyampaikan perkataan: Maa as‘alukum ‘alayhi min ajr[in] (aku tidak meminta upah
sedikitpun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu). Dhamiir al-ghaaib (kata ganti pihak ketiga) pada kata ‘alayhi (atasnya) merujuk kepada perbuatan
yang disebutkan dalam ayat sebelumnya, yakni tugas beliau sebagai pembawa kabar
gembira dan pemberi peringatan. Dikatakan al-Alusi, “Yakni, atas
penyampaian risalah yang dibawa; atau atas perkara yang telah disebutkan
sebelumnya, berupa al-tabsyiir wa al-indzaar (penyampaian
berita gembira dan peringatan).
Sedangkan
yang dimaksud dengan ajr[in] di sini
adalah upah dari kalian. Demikian menurut Syihabuddin al-Alusi. Huruf min di depan kata tersebut, yakni min ajr[in], menurut Imam al-Qurthubi, berguna
li al-ta’kid (untuk menegaskan).
Dengan demikian, ayat ini memberikan pengertian bahwa Rasulullah ﷺ
dalam menyampaikan risalah kepada umatnya, sama sekali tidak meminta upah dari
mereka sedikitpun. Demikianlah penjelasan para mufassir. Tentang ayat ini, Ibnu
Katsir berkata, “(Aku tidak meminta dari kalian) atas penyampaian dan
peringatan tersebut berupa upah yang aku minta dari harta kalian. Sesungguhnya
aku mengerjakan ini untuk mencari ridha Allah.“
Tak jauh
berbeda al-Thabari, memaknai perkataan tersebut dengan ungkapan, “Wahai
kaumku, aku tidak meminta upah sedikitpun kepada kalian atas apa yang aku bawa
dari Tuhanku, sehingga kalian berkata, “Sesungguhnya Muhammad menginginkan
harta kita dari dakwahnya, maka kami tidak akan mengikutinya dan memberikan
kepadanya sedikitpun dari harta kami.”
Bahwa Nabi ﷺ tidak meminta upah dari umat atas dakwah yang beliau
lakukan juga disebutkan dalam beberapa ayat lain, seperti firman Allah SWT: “
Katakanlah: ”Aku tidak meminta upah
kepadamu dalam menyampaikan (Al-Qur’an)
”
(TQS. al-An’am [6]: 90). Juga firman-Nya: “
Katakanlah (hai Muhammad): “Aku tidak meminta upah
sedikitpun kepadamu atas dakwahku
” (TQS.
Shad [38]: 86).
Yang beliau
harapkan dari dakwah yang disampaikan adalah upah dari Allah SWT: “Katakanlah: ”Upah apapun yang aku minta kepadamu,
maka itu untuk kamu. Upahku hanyalah dari Allah, dan Dia Maha Mengetahui segala
sesuatu
” (TQS. Saba’ [34]: 47).
Patut dicatat, tidak meminta upah dari umatnya atas dakwah yang
dilakukan bukan hanya pada diri Rasulullah
ﷺ, namun juga
merupakan sikap para utusan Allah SWT lainnya. Yang mereka harapkan adalah
ajr[un] (pahala) dari Allah SWT semata. Kepada kaumnya, Nabi
Nuh as. berkata, sebagaimana diberitakan dalam firman-Nya: “
Dan aku sekali-kali tidak minta
upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan
semesta alam
” (TQS. al-Syu’ara [26]:
109). Pernyataan yang kurang lebih sama juga disampaikan oleh Nabi Hud (lihat:
QS. al-Syu’ara [26]: 127), Nabi Shalih as. (lihat: QS. al-Syu’ara [26]: 145),
Nabi Luth as. (lihat: QS. al-Syu’ara [26]: 164), dan Nabi Syu’aib as. (lihat:
QS. al-Syu’ara [26]: 180).
Infak Di Jalan
Allah
Kemudian
dilanjutkan dengan firman-Nya: illaa man syaa‘a
an attakhidzu ilaa Rabbihi sabiil[an]
(melainkan orang-orang yang mau
mengambil jalan kepada Tuhannya (dengan menginfakkan sebagian hartanya di
jalan-Nya). Menurut Fakhruddin al-Razi, penggalan ayat ini mengandung tiga
kemungkinan makna yang saling berdekatan.
Pertama,
beliau tidak meminta mereka atas penyampaian dan dakwahnya upah kecuali mereka
menginginkan untuk mendekatkan diri (kepada Allah SWT) dengan infak di jalan
jihad dan lainnya. Maka, mereka pun menjadikannya sebagai jalan mendapatkan
rahmat Tuhan mereka dan memperoleh pahala-Nya.
Kedua,
maknanya: “Aku tidak meminta kalian atas upah untuk diriku, namun aku
meminta kamu agar mencari pahala untuk diri kalian sendiri dengan menjadikan
jalan kepada Tuhan kalian.” Ini adalah pendapat al-Qadhi.
Ketiga,
kalimat illaa man syaa‘a (kecuali orang
yang menginginkan), yang dimaksud dengannya adalah fi’la man syaa‘a (perbuatan orang yang menghendaki). Ini adalah
pendapat penulis kitab al-Kasysyaaf.
Dari ketiga
pendapat, tampaknya pendapat pertama lebih banyak dipilih oleh para mufassir.
Al-Qurthubi, misalnya, berkata, “Akan tetapi orang yang menginginkan (an yattahidza ilaa Rabbihi sabiil[an],
mengambil jalan kepada Tuhannya) dengan menginfakkan sebagian hartanya di jalan
Allah, maka berinfaklah.”
Ibnu Jarir
al-Thabari juga berkata, “Akan tetapi, siapa saja di antara kalian yang
mau mengambil jalan kepada Tuhannya dengan menginfakkan sebagian hartanya di
jalan-Nya dan pada perkara yang dapat mendekatkan kepada-Nya, berupa sedekah,
infak dalam jihad memerangi musuh-Nya, dan berbagai jalan kebaikan lainnya.”
Dengan demikian, dalam dakwahnya Rasulullah ﷺ
tidak mengharapkan upah dan imbalan dari manusia. Yang beliau harapkan adalah
pahala dan ridha dari Allah SWT. Jika mereka menginfakkan harta mereka,
sesungguhnya itu adalah infak di jalan Allah SWT. Infak itu dilakukan sebagai
jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengharapkan pahala dan
ridha-Nya.
Itulah dakwah yang dilakukan Rasulullah ﷺ. Beliau tidak
mengharapkan imbalan materi dari umatnya. Balasan yang diharapkan dari dakwah
yang beliau lakukan adalah ganjaran dari Allah SWT, Dzat Pemilik alam semesta.
Sikap ini pula yang sepatutnya diteladani oleh umatnya dalam mendakwahkan
agama-Nya. Ganjaran dan pahala dari Allah SWT ini memang seharusnya dicari dan
dikejar. Dengan berbekal banyak pahala, dapat melempangkan jalan bagi pelakunya
masuk ke dalam Surga-Nya. Apa yang lebih besar dan lebih menarik dari itu?
Berkaitan
dengan harta, kalaupun umatnya diminta untuk menginfakkan harta mereka, maka
itu bukan untuk beliau. Itu adalah infak di jalan jihad dan kebajikan lainnya.
Tatkala infak itu dijadikan sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah
SWT dan mendapatkan ridha-Nya, maka sesungguhnya akan kembali kepada pelakunya.
Sebab, Allah SWT akan membalas harta yang diinfakkan itu berlipat ganda.
Sungguh beruntung manusia yang mengerjakan dengan ikhlas dan semangat. Semoga
kita termasuk di dalamnya. WalLaah a’lam bi
al-shawaab
.[]
Ikhtisar:
1. Dalam mendakwahkan risalahnya, Rasulullah ﷺ
tidak mengharapkan imbalan materi dari umatnya. Beliau mengerjakan semata
ikhlas karena Allah dan semata mengharapkan ganjaran dan ridha-Nya.
2.
Menginfakkan sebagian harta dijadikan sebagai jalan untuk mendekatkan diri
kepada Allah SWT dan memperoleh ridha-Nya.[]
Sumber:
Tabloid Media Umat edisi 160
Tags: Agama IslamDakwahIlmuInformasiIslamiMuslimWawasan Pengetahuan
ShareTweetPin
Keimanan

Keimanan

Related Posts

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi
Religi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Amalan Menjelang Bulan Syakban: Persiapan Menuju Ramadan
Religi

Amalan Menjelang Bulan Syakban: Persiapan Menuju Ramadan

13.01.2026
Puasa Ramadan 2026 — Tanggal & Niat Qadha yang Wajib Diketahui Umat Muslim
Religi

Puasa Ramadan 2026 — Tanggal & Niat Qadha yang Wajib Diketahui Umat Muslim

09.01.2026
Hadiah Pahala – Fatwa al-`Asqalani
Religi

Hadiah Pahala – Fatwa al-`Asqalani

15.06.2025
Mahasiswa UI Gelar Konvoi Solidaritas untuk Palestina, Tolak Penjajah Zionis Israel
Religi

Mahasiswa UI Gelar Konvoi Solidaritas untuk Palestina, Tolak Penjajah Zionis Israel

13.06.2025
Siapa Sajakah yang Berhak Menjadi Wali Nikah, Jika Ayah Mempelai Wanita Tidak Ada?
Religi

Siapa Sajakah yang Berhak Menjadi Wali Nikah, Jika Ayah Mempelai Wanita Tidak Ada?

13.06.2025
Next Post
Keutamaan Bulan Ramadhan

Keutamaan Bulan Ramadhan

SIAPA YANG MEMBERITAHUKAN INI DAN ITU HARAM NERAKA BAGINYA ??

Iklan

Recommended Stories

Rekomendasi Tempat Makan Sate Bulayak di Lombok

22.10.2017

Dalil Hadits Ahad Tidak Absah Digunakan Dalil Dalam Perkara Akidah

17.09.2011

6 Tips Aman Dan Nyaman Main Ke Curug Ala Anak Curug

16.11.2020

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?