Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Religi

Menyingkap Watak Asli Orang Munafik – TAFSIR al-Fath: 15

Keimanan by Keimanan
07.05.2020
Reading Time: 7 mins read
0
Menyingkap Watak Asli Orang Munafik – TAFSIR al-Fath: 15
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Amalan Menjelang Bulan Syakban: Persiapan Menuju Ramadan

ADVERTISEMENT

Oleh:
Rokhmat S. Labib, MEI
“Orang-orang
Badui yang tertinggal itu akan berkata apabila kamu berangkat untuk mengambil
barang rampasan: “Biarkanlah kami, niscaya kami mengikuti kamu;”
mereka hendak me
ngubah janji
Allah. Katakanlah: “Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami;
demikian Allah telah menetapkan sebelumnya;” mereka akan mengatakan:
“Sebenarnya kamu dengki kepada kami.” Bahkan mereka tidak mengerti
melainkan sedikit sekali.” (TQS. al-Fath [48]: 15)
Dalam ayat sebelumnya diberitakan tentang sikap orang-orang Arab Badui
yang tidak mau menerima ajakan Rasulullah
ﷺ untuk berperang. Juga diterangkan tentang alasan
yang mereka ucapkan dusta. Diungkap pula alasan sesungguhnya yang melatari
sikap mereka itu.
Maunya Ada
Ghanimah
Allah SWT
berfirman: Sayaquulu al-mukhalafuuna idza
[i]nthalaqtum ilaa maghaanima lita‘khudzuuhaa dzaruunaa nattabi’kum

(orang-orang Badui yang tertinggal itu akan berkata apabila kamu berangkat
untuk mengambil barang rampasan: “Biarkanlah kami, niscaya kami mengikuti
kamu”).
Kata al-mukhalafuuna (orang-orang yang tertinggal) menunjuk kepada
orang-orang Arab Badui yang diberitakan dalam ayat sebelumnya. Mereka disebut
al-mukhalafuuna (orang-orang yang tertinggal) Iantaran tidak mau
mengikuti ajakan Rasulullah
ﷺ untuk keluar ke Hudaibiyah. Demikian penjelasan
al-Zamakhsyari dan Ibnu Katsir. Penolakan mereka sebenarnya karena mereka
menyangka Rasulullah
ﷺ dan sahabatnya akan kalah di medan pertempuran dan
tidak akan bisa kembali lagi ke Madinah.
Tapi perkiraan mereka meleset. Rasulullah ﷺ bisa kembali ke
Madinah dengan selamat. Peperangan memang urung terjadi. Rasulullah
ﷺ
dan pemimpin Makkah menyepakati Perjanjian Hudaibiyah yang berisi perjanjian
damai selama 10 tahun.
Di tengah perjalanan pulang dari Hudaibiyah ini turunlah ayat surat
al-Fath yang di dalamnya terdapat janji Allah SWT kepada Rasulullah
ﷺ
untuk memberikan kemenangan kepada beliau.
Tak lama setelah peristiwa itu, Rasulullah ﷺ
melakukan penaklukan Yahudi di Khaibar, benteng terakhir yang kuat milik kaum
Yahudi di Jazirah Arab. Tempat itu juga dijadikan sebagai benteng perlindungan
bagi Yahudi Bani Nadzir dan Bani Quraizhah setelah sebelumnya mereka terusir
dari Madinah. Oleh karena itu, maksud dari frasa:
idza [i]nthalaqtum ilaa maghaanima
lita‘khudzuuhaa
(apabila kamu berangkat
untuk mengambil barang rampasan) adalah jika kamu berangkat perang ke Khaibar.
Sebagaimana diterangkan para mufassir, yang dimaksud dengan
maghaanim (harta ghanimah atau rampasan perang) di sini adalah
ghanimah Perang Khaibar.
Diberitakan
ayat ini, orang-orang Badui meminta agar diizinkan untuk ikut. Disebutkan, Dzaruunaa nattabi’kum (biarkan kami, niscaya
kami akan mengikuti kamu). Yang dimaksud dengan mengikuti kamu adalah mengikuti
kamu untuk berperang bersama kamu. Yakni, ikut perang ke Khaibar. Dikatakan
Ibnu Jarir al-Thabari, “Biarkanlah kami untuk mengikuti kamu ke Khaibar,
sehingga kami bersama kalian memerangi penduduknya.” Penjelasan yang sama
juga dikemukakan oleh al-Syaukani.
Menurut Ibnu Katsir, larangan tersebut merupakan hukuman terhadap mereka
karena sebelumnya mereka menolak ajakan Rasulullah
ﷺ
untuk memerangi musuh.
Kemudian
disebutkan: Yuriiduuna an yubaddiluu
kalaamaLlaah
(mereka hendak mengubah janji Allah). Menurut Mujahid,
Qatadah, dan Jubair, yang dimaksud dengannya adalah janji (Allah SWT) yang
dijanjikan kepada ahl al-Hudaibiyah
(orang-orang yang ikut dalam peristiwa Hudaibiyah). Bahwa Allah SWT telah
menjanjikan bahwa ghanimah Perang Khaibar itu dikhususkan untuk orang-orang
yang ikut dalam peristiwa Hudaibiyah.
Ibnu Jarir
al-Thabari berkata, ”Maksudnya, mereka ingin mengubah janji Allah SWT kepada
orang-orang yang ikut dalam peristiwa Hudaibiyah; lantaran Allah SWT telah
menjadikan harta ghanimah untuk mereka dan telah menjanjikan harta itu untuk
mereka sebagai ganti harta ghanimah penduduk Makkah ketika mereka pulang karena
ada perdamaian dan sama sekali tidak mendapatkan harta benda dari mereka.”
Permintaan
Mereka Ditolak
Terhadap permintaan mereka, Allah SWT berfirman: Qul lan tattabi’uunaa (katakanlah: ”Kamu sekali-kali tidak [boleh]
mengikuti kami). Rasulullah
ﷺ diperintahkan untuk menolak permintaan mereka.
Frasa:
Lan
tattabi’uunaa
ini merupakan nafiy (kalimat berita yang menegasikan). Akan tetapi, mengandung makna nahy (larangan). Yakni, “Jangan mengikuti kami!” demikian dikatakan
al-Syaukani dan al-Baidhawi. Menurut al-Alusi, ini berguna
li al-mubaalaghah (untuk melebihkan).
Kemudian
ditegaskan lagi: Kadzaalikum qaalaLlaah min
qabl
(demikian Allah telah menetapkan sebelumnya). Penolakan terhadap
permintaan agar mereka diperbolehkan ikut perang di Khaibar itu juga merupakan
ketentuan Allah SWT yang telah ditetapkan sebelumnya. Al-Syaukani berkata,
“Yakni, sebelum kepulangan kami dari Hudaibiyah. Bahwa ghanimah Khaibar
khusus untuk orang-orang yang ikut dalam peristiwa Hudaibiyah. Tidak ada bagian
untuk orang-orang selain mereka.”
Ibnu Jarir
al-Thabari juga berkata, ”Demikianlah yang difirmankan Allah SWT kepada kami
sebelum kami pulang, bahwa ghanimah itu adalah khusus untuk orang-orang yang
ikut bersama kami pada peristiwa Hudaibiyyah. Sedangkan kamu tidak termasuk
orang yang ikut. Maka, kalian tidak boleh ikut bersama kami ke Khaibar karena
ghanimah itu bukan untuk selain mereka.” Demikian dikatakan al-Thabari.
Watak Asli
Mereka
Kemudian
Allah SWT dalam firman-Nya: Fasayaquuna bal
tahsuduunanaa
(mereka akan mengatakan: ”Sebenarnya kamu dengki kepada
kami”). Ayat ini memberitakan tentang jawaban mereka setelah permintaan
mereka untuk ikut perang Khaibar ditolak. Mereka tidak menerima keputusan
tersebut. Sebaliknya, mereka justru menyampaikan prasangka buruk terhadap umat
Islam. Mereka menganggap bahwa penolakan tersebut disebabkan karena umat Islam
memiliki sikap hasad (iri dengki) kepada mereka, “Kalian dengki kepada
kami untuk ikut mendapatkan bagian dalam ghanimah.” Demikian penjelasan
al-Baidhawi dan al-Alusi.
Kemudian
Allah SWT berfirman: Bal kaanuu laa yafqahuuna
illaa qaliil[an]
(bahkan mereka tidak mengerti melainkan sedikit
sekali). Artinya, mereka tidak mengetahui kecuali urusan dunia. Ada juga yang
mengatakan, ”Mereka tidak mengetahui urusan agama kecuali sedikit, yakni
meninggalkan perang.” Demikian dikatakan al-Qurthubi.
Demikianlah. Orang-orang Arab Badui itu sebelumnya menolak ajakan
Rasulullah
ﷺ untuk berperang pada peristiwa Hudaibiyah. Mereka
beralasan karena disibukkan oleh urusan harta dan keluarga. Akan tetapi pada
perang Khaibar mereka justru meminta untuk diikutkan. Motivasi yang mendorong
mereka untuk ikut jelas bukan karena ingin mendapatkan ridha Allah. Mereka
hanya ingin mendapatkan bagian ghanimah. Maka ketika permintaan mereka ditolak,
watak asli mereka muncul. Mereka tidak menerima keputusan itu. Sebaliknya,
mereka bahkan menuduh Rasulullah
ﷺ dan orang-orang Mukmin dengki terhadap mereka. Sikap
mereka itu jelas menunjukkan penolakan terhadap ketetapan Allah SWT sekaligus
kebodohan mereka. Kebodohan itu tercermin pada orientasi hidup mereka yang
hanya sebatas dunia sehingga tidak memperhatikan urusan agama dan akhirat.
Semoga kita dijauhkan darinya.
WaLlaah a’lam bi al-shawaab.[]
Ikhtisar:
1.
Orang-orang munafik Badui meminta diperbolehkan ikut perang ketika perang itu
menjanjikan kemenangan dan ghanimah.
2.
Permintaan mereka ditolak sebagai hukuman atas penolakan mereka sebelumnya.
3. Watak
asli mereka semakin terungkap setelah permintaan mereka ditolak.[]
Sumber:
Tabloid Media Umat edisi 200
Orang-orang
Badui itu berprasangka buruk kepada Allah SWT dan Rasul-Nya dan menolak
perintah, itu menunjukkan bahwa mereka adalah munafik (lihat: QS. al-Fath [48]:
6), mereka adalah kaum yang binasa (QS. al-Fath [48]: 12), dan kafir (QS.
al-Fath [48]: 13). Mereka akan diadzab jika tidak bertaubat (QS. al-Fath [48]:
16).
Tags: Agama IslamDakwahIlmuInformasiIslamiMuslimWawasan Pengetahuan
ShareTweetPin
Keimanan

Keimanan

Related Posts

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta
Religi

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi
Religi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Amalan Menjelang Bulan Syakban: Persiapan Menuju Ramadan
Religi

Amalan Menjelang Bulan Syakban: Persiapan Menuju Ramadan

13.01.2026
Puasa Ramadan 2026 — Tanggal & Niat Qadha yang Wajib Diketahui Umat Muslim
Religi

Puasa Ramadan 2026 — Tanggal & Niat Qadha yang Wajib Diketahui Umat Muslim

09.01.2026
Hadiah Pahala – Fatwa al-`Asqalani
Religi

Hadiah Pahala – Fatwa al-`Asqalani

15.06.2025
Mahasiswa UI Gelar Konvoi Solidaritas untuk Palestina, Tolak Penjajah Zionis Israel
Religi

Mahasiswa UI Gelar Konvoi Solidaritas untuk Palestina, Tolak Penjajah Zionis Israel

13.06.2025
Next Post

Beberapa Tambahan Pada Lafaz Doa Yang Tidak Ada Asalnya

Hadits Suara Keras Jumat 15 Ramadhan Akan Terjadi Huru-hara

Hadits Suara Keras Jumat 15 Ramadhan Akan Terjadi Huru-hara

Iklan

Recommended Stories

Alamat Lengkap Dan Nomor Telepon Kantor KPPN Di Yogyakarta

Alamat Lengkap Dan Nomor Telepon Kantor KPPN Di Yogyakarta

13.03.2018
WamenLHK Alue Dohong Kunker ke NTT, Sejumlah Objek Wisata Ini Ikut  Terekspos

WamenLHK Alue Dohong Kunker ke NTT, Sejumlah Objek Wisata Ini Ikut Terekspos

16.12.2020
Negara khilafah tidak membeda-bedakan individu rakyat dalam aspek hukum, peradilan, jaminan kebutuhan rakyat

Negara khilafah tidak membeda-bedakan individu rakyat dalam aspek hukum, peradilan, jaminan kebutuhan rakyat

14.02.2013

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?