ROMAJI:
Jito wa ikutsu ni nattatte (oroka de)
Shippaibakari wo suru mono da (nandomo)
Ganbatte itatte DAME na toki mo aru sa
Sonna ni ochikomu na
Itsu no ma ni ka kimi mo boku mo
Otona ni natte shimattanda
Nani mo seichou shite inai
Kikokeno ni ochiiru no sa
Dou yatte ikite ikeba iinda?
Mou shinitakunatte kita yo
Saa bokou e kaere!
Jinsei no michi mayottara
Ichido kita michi hikikaeshite
Ano koutei ni tatsunda
Saa bokou e kaere!
Miushinatte shimatta yume wa
Kyoushitsu no tsukue no naka
Mata ichi kara sagasou ka
Taiyou ga atto iu ma ni (shizunde)
Kiete shimau nante shiranakatta (ima made)
Kono BENCHI ni suwatte zutto nagameteta kara
Yatto kidzuitanda
Ikiru koto ni hisshi sugite
Daiji na koto wo minogashite ita
Mawari no keshiki mo kawaru
Machi no akari mo issei ni
Tomottawake ja nakatta
Naze torinokosareta ki ga suru?
Saa bokou e kaere!
Kaerubasho ga nakunattara
Itsu datte modotte koi
Ano kotoba wo omoidasu
Saa bokou e kaere!
Moshi mo nakitakunattara
Ano natsukashii koutei e
Namida wo sute ni yukeyo
Saa bokou e kaere!
Nani mo dekinakatta jibun
Ano koro wo omoidashite
Yarinaosou mou ichido
INDONESIA:
Semua orang entah berapa kali pun (dengan bodoh)
Akan mengulangi kesalahannya lagi (berkali-kali)
Pasti ada kegagalan meski pun kita sudah berusaha
Jangan merasa terlalu tertekan
Tanpa disadari kau dan aku
Telah tumbuh menjadi dewasa
Padahal tak ada yang berubah
Aku membenci diriku sendiri
Bagaimana caranya menjalani hidup ini?
Aku merasa ingin mati saja
Mari kembali ke almamater!
Jika kehilangan arah di hidup ini
Kembali ke jalan yang telah dilalui
Berdiri di lapangan sekolah itu
Mari kembali ke almamater!
Mimpi yang telah lama hilang
Di dalam laci meja kelas itu
Mari mencarinya lagi dari awal
Tanpa disadari cahaya matahari (diam-diam)
Menghilang dan aku tak mengetahuinya (hingga kini)
Ketika duduk di bangku ini dan terus memandang
Akhirnya aku pun menyadarinya
Terlalu putus asa di dalam hidup ini
Membuatku melupakan hal yang berharga
Pemandangan di sekitar juga berubah
Sesekali lampu penerangan di kota
Tak memperlihatkan cahayanya
Mengapa aku merasa ditinggalkan?
Mari kembali ke almamater!
Jika tak punya tempat untuk pulang
“Selalu kembalilah ke sini”
Ingatlah kata-kata itu
Mari kembali ke almameter!
Jika merasa ingin menangis
Menuju lapangan yang nostaljik
Mari menghapus air mata itu
Mari kembali ke almameter!
Diriku yang tak bisa apa-apa
Aku pun mengingat waktu itu
Mari mengulanginya sekali lagi