
urusan rakyat di berbagai negeri Muslim adalah karena menentang perintah Allah
Swt. dalam firman-Nya:
hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan
Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu
terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang
telah diturunkan Allah kepadamu.” [Terjemah Makna Qur’an Surat (5)
Al-Maaidah: 49]
yang telah menghasilkan ketidakadilan; kegagalan memastikan pemenuhan kebutuhan
pokok seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, perawatan kesehatan, pendidikan
dan keamanan. Ini adalah penyebab dari ketakutan dan ketidakpastian kebalikan
dari keamanan, kedamaian dan kecukupan. Sungguh pelanggaran perintah Islam ini
telah menghasilkan kekuasaan yang tidak sah menurut Islam dan kezaliman sehingga
rakyat menjadi lemah tanpa keadilan Islam. Hukum buatan hawa nafsu manusia
menguasai rakyat di mana pihak yang kuat menzalimi yang lemah. Hukum,
pemikiran, konsep dan perasaan Islam terdistorsi dan menghilang; rakyat
dikuasai dan diperintah oleh insting dan hawa nafsu.
Umat Islam yang lurus di antara para tokoh:
pada-Nya, dan ingatlah bahwa kalian bertanggung jawab mengenai organisasi atau
partai kalian yang didasarkan pada prinsip selain Islam dan sehingga mendukung
sistem tidak Islam. Adalah tugasmu untuk mengubahnya kepada jalan kebenaran dan
ingatlah seruan Allah Swt.:
apakah orang-orang yang mendirikan mesjidnya di atas dasar takwa kepada Allah
dan keridaan (Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan
bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama
dengan dia ke dalam neraka Jahanam? Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada
orang-orang yang lalim.” [Terjemah Makna Qur’an Surat (9) at-Taubah: 109]
fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan,”[Terjemah Makna Qur’an
Surat (2) al-Baqarah: 191]
Umat Islam yang ikhlas di antara para tokoh:
mengusahakan terapnya Islam dan pemerintahan Islam sehingga kita menikmati
keadilan Islam di seantero negeri. Salah satu kewajiban terpenting adalah
mendakwahkan Islam hingga terlaksana sepenuhnya. Masyarakat harus diurus dan
dipandang berdasarkan ideologi Islam dan kita bertanggungjawab kepada Allah
Swt. atas setiap tetes darah yang tertumpah secara zalim, dan setiap kekayaan
yang dijarah kaum kufar, dan setiap jiwa yang terteror dan terancam.
akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Swt.
Umat Islam:
dan menghancurkan ikatan kesukuan, kebangsaan yang terus membelenggu masyarakat
dari pelaksanaan Islam dan syariahnya seutuhnya. Dan oleh karenanya, kembalilah
kepada ikatan ideologi Islam sebagai saudara seakidah dengan memperjuangkan
tegaknya syariah dan khilafah, Allah Swt. berfirman:
berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu
bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu
(masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu
menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah
berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya.
Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat
petunjuk.” [Terjemah Makna Qur’an Surat (3) Ali Imran: 103]
Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu
membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat
mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka.
Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [Terjemah Makna Qur’an
Surat (8) al-Anfaal: 63]
kesukuan, kebangsaan, dan kenegaraan sekular karena itu bertentangan dengan
Islam; dan bersama-sama hizbut tahrir marilah kita memenuhi kewajiban membuang
sistem kufur serta memperjuangkan syariah dan khilafah sesuai metode kenabian;
semoga kita selamat di akhirat dan dunia.
Download Buku Seruan Perjuangan Umat Islam Untuk Memimpin Dunia







































