

beriman itu sesungguhnya bersaudara. …” [Terjemah Makna Qur’an Surat (49)
al-Hujurat 10]
tertentu. Namun tidak diragukan bahwa kita merasakan problem-problem yang
dihadapi saudara-saudari kita. Penderitaan penduduk Palestina, penjajahan
Kashmir, penghancuran Irak dan penjajahan brutal Afghanistan dan Pakistan
menjadi pengingat adanya problem berkelanjutan yang menimpa Umat Muslim.
Kita
bersuara yang hidup di bawah penjajahan dan penindasan di manapun mereka.
– Perkara Vital
ini telah semakin parah sejak penghancuran kepemimpinan dan negara yang
mewakili Umat Muslim, Khilafah. Ini terjadi selama periode yang panjang yang
akhirnya berujung pada penghapusan Khilafah di 3 Maret 1924 – sebuah kebijakan
yang dicanangkan oleh Inggris. Hingga saat terakhir itu dunia Muslim memiliki
seorang pemimpin; perisainya dan kehormatannya. Bahkan pada periode
terlemahnya, Umat masih lebih kuat dan lebih disegani daripada setelah
penghapusan Khilafah. Setelah penghancuran Khilafah Umat Muslim dikuasai oleh
para raja dan diktator dan para demokrat yang jelas korup. Mereka
menenggelamkan penduduk ke dalam penindasan dan ketidakadilan dan melakukan setiap
hal yang memfasilitasi agenda kolonial barat di dunia Muslim.
Depan Politik Dunia Muslim
sekarang ini adalah tentang pencegahan pendirian kembali Khilafah dan
penyebaran sistem sekular barat di dunia Islam. George W. Bush, Tony Blair dan
yang lain telah membuat hal ini gamblang dalam berbagai pidato. Namun, salah
satu pengakuan yang paling gamblang adalah oleh mantan Sekretaris Negara
Charles Clarke ketika dia membahas suatu badan pemikir AS sayap kanan, the
Heritage Foundation, mengatakan: “…tidak boleh ada negosiasi tentang
penciptaan kembali Khilafah; tidak boleh ada negosiasi tentang penerapan hukum
Syariah”
dan kebijakan yang terus diperdebatkan, didiskusikan dan digodok di London dan
Washington untuk tujuan itu. Kolonialisme berusaha melestarikan pemecahbelahan,
dan penundukkan dunia Muslim untuk berbagai kepentingan kolonialnya. Ini
dilarang karena Allah Swt. berfirman:

Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk
memusnahkan orang-orang yang beriman.“ [Terjemah Makna Qur’an Surat (4) an-Nisa
141]
berbagai urusan selama puluhan tahun disebabkan bangsa-bangsa kolonial berhasil
mendapat ‘jalan’ untuk menguasai Umat melalui dominasi politik dan ekonomi;
para penguasa antek yang memerintah demi berbagai kepentingan para kolonialis;
dan penjajahan langsung.
Umat ini bersatu. Khilafah adalah manifestasi dan cara untuk persatuan ini.
Allah memerintahkan bahwa Umat Islam ini harus menjadi Umat terbaik, Ummatun Wasat untuk menjadi saksi atas
semua manusia; bahwa Umat Islam harus tegak demi keadilan Islam melawan
ketidakadilan.
garis depan untuk mengubah situasi Umat Muslim dengan bekerja untuk penegakkan
kembali Islam melalui sistem pemerintahan Islam sehingga keadilan Syariah
kembali ditegakkan di dunia Muslim. Beberapa Hadits Nabi Saw. memperingatkan
kita akan pentingnya memiliki seorang Imam atau Khalifah bagi Umat Muslim:
tidak ada bai’at, maka matinya adalah seperti mati jahiliyah.”
[Hadits Riwayat Muslim]
tidak ada (ketaatan) kepada Imam jama’ah, maka matinya adalah seperti mati
jahiliyah.” [Hadits Riwayat Al-Hakim]
telah menyebar di lebih dari 40 negara. Umat Islam berbagai warna kulit,
bahasa, dan suku telah menyambut luar biasa pada seruan Khilafah dan sedang
terus membangun gerakan politik kuat untuk mengganti rezim dan sistem korup
yang menguasai kita.
Hizbut Tahrir mendirikan kembali Khilafah
penegakkan kembali Khilafah di dunia Muslim, sangatlah penting bahwa di manapun
kita hidup kita terus mendukung dan memperkuat gerakan untuk Khilafah di dunia
Muslim. Kita bisa melakukan ini dalam beberapa cara:
pada para keluarga dan teman kita; dengan berinteraksi dengan mereka melalui
telepon, SMS, email dan internet, dan mendiskusikan perkara-perkara vital yang
akan memungkinkan kita memperkuat gerakan global untuk Khilafah.
dengan saudara-saudari kita di seluruh dunia Muslim – menentang kedzaliman yang
dilakukan di tanah-tanah kita dan menyerukan Khilafah.
di garis depan mengorganisasi banyak aksi damai, seminar dan aktivitas media
lainnya untuk menunjukkan ketertindasan dan kerusakan di dunia Muslim – untuk
melawan dan membantu menciptakan perlawanan yang lebih luas terhadap berbagai
kebijakan kolonial yang mendukung antek-anteknya dalam menjaga penjajahan dan
menindas dunia Muslim.
dan terus berdakwah kepada para intelektual, politisi, angkatan bersenjata,
tokoh masyarakat, dan media massa untuk menjelaskan penegakkan Khilafah dan
bagaimana Islam menangani banyak problem global yang dihadapi umat manusia hari
ini.








































