Tidak hanya itu, buah dan sayuran juga banyak mengandung vitamin C. Vitamin C ini berfungsi sebagai antioksidan, kesehatan gusi, dan mencegah terjadinya luka memar. Dalam buah-buahan vitamin C banyak terdapat pada jambu biji, jeruk, tomat, mangga, dan sirsak.
Dalam sebuah tulisannya Dra Emma S. Wirakusumah, MSc. mengungkapkan bahwa dari berbagai riset menunjukkan buah dan sayuran selain sarat vitamin dan mineral juga mengandung zat nongizi yang bermanfaat bagi kesehatan antara lain serat, phytokimia, dan lain-lain.
Phytokimia dapat menetralkan racun obat dan zat karsinogen dengan jalan menetralkan radikal bebas, menghambat enzim yang mengaktifkan karsinogen, sekaligus merangsang enzim yang menetralkan zat karsinogen.
Buah-buah dan sayuran yang mengandung phytokimia di antaranya bayam, kangkung, brokoli, sawi, kacang-kacangan, tomat, pepaya, anggur, jeruk, wortel, dan lain-lain.
Buah-buahan biasanya dikonsumsi masih dalam keadaan segar. Sayuran diolah dengan cara dimasak dengan sedikit air atau ditumis maupun berupa masakan berkuah misalnya sup. Cara lain yang banyak dilakukan akhir-akhir ini yaitu dalam bentuk jus.























