
Baca Juga :Explor Ngrowo Bening “EDU PARK ” Madiun ! Inilah Fakta Unik dan Menariknya Destinasi Wisata Yang Berada di Tengah Kota Madiun .Coba Lihat Yuk !
Secara sederhana sari buah dibuat dengan cara menghancurkan daging buah dan menyaringnya untuk memisahkan antara cairan [sari buah]dengan seratnya[ampasnya].Secara lengkap dilakukan dengan mensortasi buah untuk memisahkan antara buah yang busuk[ditumbuhi jamur atau bonyok]dengan buah yang masih bagus.Hal ini dilakukan untuk mengurangi kontaminasi awal.Setelah itu buah dicuci dengan air mengalir untuk membuang kotoran yang menempel pada kulit buah.Nah.untuk buah yang memiliki kulit tebal seperti sirsak ,mangga dan markisa dikupas dulu untuk memperoleh dagingnya buah yang kemudian digling atau dihancurkan guna membantu proses pengeluaran sari buahnya.Daging buah yang telah menjadi “bubur” ini kemudian disaring untuk dipisahkan antara cairan[sari buah]dengan serat ampas.
Untuk memproduksi sari buah,kita membutuhkan bahan tambahan seperti gula [untuk memberi rasa manis],asam sitrat atau malat untuk untuk mempertegas rasa buah aslinya,bahan [stabilizer] yang diizinkan seperti an bahan lain-lain.Selain itu,kalau diperlukan ,kita dapat menambahkan Bahan Tambahan Pangan seperti pengawet ,pewarna dan artifisial flavour.Misalnya saja buat sari buah dalam kemasan maka harus ditambahkan gula dengan konsentrasi tinggi[60%x jumlah sari buah] dan 0,15% asam sitrat .Sedangkan untuk membuat sari buah yang siap untuk diminum,tambahkan air sebanyak 3x sari buah, asam sitrat sebanyak 0,05%,gula sebanyak 12% dari total dari sari buah [sari buah yang sudah ditambah air].Contohnya untuk 10 kg buah jambu biji ,kita mendapatkan sekitar 8 liter sri buah jambu biji.Sari buah yang diperoleh ini ,kemudian ditambahkan air sebanyak 3×8 liter sehingga kita mendapat atau memperoleh 3×8 liter sari buah yang siap untuk diminum.
Baca Juga :Meriahnya ! Acara Madiun VolkWeekEnd Menyambut HUT-104 Kota Madiun ,Lihat Yuk !
Pembuatan ekstrak buah ini dilakukan menggunakan peralatan sederhana serperti pisau ,penghancur daging buah [misalnya blender dalam skala kecil dan juice ekstraktor dalam skala sedang ]timbangan untuk [formulasi],alat takar cairan,panci untuk memasak ,kompor.Untuk sari buah yang dikemas dalam cup plastik ,kita membutuhkan cup sealer dan gunting .Untuk bahan tambahan bisa diperoleh di Toko bahan bahan kimia .Untuk cup sealer dan ekstraktor dapat kita beli yang bertempat tinggal sekitar Jakarta Utara bisa kita peroleh di PT.Candra Sejahtera Abadi Jl.Bandengan Utara 80 Blok B Jakarta Utara 14440 atau juga bisa beli secara online lewat lazada,Tokopedia ,Shopee yang dengan mudah kita mendapatkan alat ini .
Bahan kemas yang digunakan agra sari buah yanga dihasilkan dapat bertahan lama menggunakan kemasan gelas plastik ,botol plastik,botol kaca yang dapat di pasteurisasi .Untuk sari buah yang menggunakan teknologi biasanya dikemas dalam kemasan TETRA PACK .Secara umum sari buah yang sudah dipasteurisasi dengan baik [tepat waktu dan suhunya ]akan bertahan atau memiliki umur penyimpanan sampai 6 bulan disuhu kamar .Untuk memperpanjang simpanan ini dapat dilakukan dalam suhu rendah.Usahakan produk tidak terkena cahaya matahari langsung,karena ini akan mempengaruhi terhadap warna produk menjadi cepat pudar.Untuk produk sari buah dengan proses pasteurisasi,tidak membutuhkan pengawet.Kalu pemakaian bahan pengawet diharuskan untuk memperpanjang umur simpan supaya ditribusinya lebik luas.Maka diperbolekan menambahkan bahan pengawet yang diizinkan oleh POM RI mengacu pada peraturan Menteri Kesehatan RI No 722/1988 Tentang Tambahan Bahan Makanan.
Demikian uraian singkat tips membuat ekstrak buah semoga bisa memberikan gambaran cara membuat ektrak buah.Jangan lupa yang suka dengan artikel ini jangan lupa untuk subscribe agar lebih semangat menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat .Thanks so much !
























