X x x x x x
X x x x x x
(Guru)
ADVERTISEMENT
Pada formasi ini siswa dipaksa tetap ditempat, sehingga
siswa dan guru akan berkonsentrasi kepada teknik yang harus dilakukan. Dengan
demikian pelaksanaan teknik lwmparan tolakan dada dengan dua tangan pada bola
basket, tendangan menyusur tanah pada sepakbola, atau pasas atau pass bawah
dalam bola voli diharapkan akan lebih baik.
siswa dan guru akan berkonsentrasi kepada teknik yang harus dilakukan. Dengan
demikian pelaksanaan teknik lwmparan tolakan dada dengan dua tangan pada bola
basket, tendangan menyusur tanah pada sepakbola, atau pasas atau pass bawah
dalam bola voli diharapkan akan lebih baik.
Dengan demikaian formasi ini dapat digunakan untuk
menuntut penguasaan teknik tertentu bagi para siswa pemula.
menuntut penguasaan teknik tertentu bagi para siswa pemula.
– Baris segi tiga
Dlam permainan bola basket, bolakeranjang, dan
bolatangan, dapat dijumpai adanya tuntutan kemampuan untuk memoros kemudian
melempar. Untuk kepentingan tersebut perlu diajarkan atau dilatihkan memroses kemudian
melempar agar terbiasa mengoper dengan gerakan tersebut. Perlu dibuat formasi
baris segitiga.
bolatangan, dapat dijumpai adanya tuntutan kemampuan untuk memoros kemudian
melempar. Untuk kepentingan tersebut perlu diajarkan atau dilatihkan memroses kemudian
melempar agar terbiasa mengoper dengan gerakan tersebut. Perlu dibuat formasi
baris segitiga.
4.
Hakikat Sarpras, Alat dan Perkakas.
Hakikat Sarpras, Alat dan Perkakas.
·
Sarana Pendidikan Jasmani
Sarana Pendidikan Jasmani
Sarana pendidikan jasmani merupakan
peralatan yang sangat membantu dalam proses
belajar mengajar pendidikan jasmani. Sarana
pendididkan jasmani pada dasarnya merupakan
segala sesuatu yang sifatnya tidak
permanen, dapat dibawa kemana-mana atau dipindahkan dari satu
tempat ketempat lain. Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (2001: 999) dijelaskan, “Sarana
adalah segala sesuatu yang dipakai sebagai alat dalam mencapai
maksud dan tujuan”. Contoh: bola, raket, pemukul,
tongkat, balok, raket tennis meja, shattle
cock, dll. Sarana atau alat sangat penting
dalam memberikan motivasi peserta didik
dengan sungguh-sungguh dan akhirnya tujuan aktivitas dapat tercapai.
Menurut Ratal Wirjasantoso (1984: 157) alat-alat
olahraga biasanya dipakai dalam waktu
relatif pendek misalnya: bola, raket,
jarring, pemukul bola kasti, dan sebagainya.
Alat-alat olahraga biasanya tidak dapat
bertahan dalam waktu yang lama, alat akan
rusak apabila sering di pakai dalan
kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani, agar
alat dapat bertahan lama harus dirawat dengan
baik. Sarana maupun alat
merupakan benda yang
dibutuhkan dalam pembelajaran olahraga, dan alat
tersebut sangat mudah dibawa sehingga sarana
atau alat tersebut sangat praktis dalam
pelaksanaan pembelajaran. Alat olahraga merupakan hal yang
mutlak harus dimiliki oleh sekolah, tanpa ditunjang dengan hal ini
pembelajaran pendidikan jasmani tidak akan dapat
berjalan dengan baik. Sedang menurut Sukintaka yang dimaksud alat
adalah alat-alat olahraga adalah “ alat yang digunakan
dalam olahraga, misalnya bola untuk bermain
basket, voli, Soepartono (1999/2000)
menyatakan istilah sarana olahraga
adalah terjemahan dari fasilitas yaitu sesuatu
yng dapat digunakan dan dimanfaatkan dalah
pelaksanaan proses pembelajaran pendidikan
jasmani. Selanjutnya sarana juga dapat diartikan
segala sesuatu yang dapat digunakan dalam
pembelajaran pendidikan jasmani mudah dipindah
bahkan mudah dibawa oleh pemakai. Sedangkan
sarana olahraga dapat dibedakan menjadi:
peralatan yang sangat membantu dalam proses
belajar mengajar pendidikan jasmani. Sarana
pendididkan jasmani pada dasarnya merupakan
segala sesuatu yang sifatnya tidak
permanen, dapat dibawa kemana-mana atau dipindahkan dari satu
tempat ketempat lain. Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (2001: 999) dijelaskan, “Sarana
adalah segala sesuatu yang dipakai sebagai alat dalam mencapai
maksud dan tujuan”. Contoh: bola, raket, pemukul,
tongkat, balok, raket tennis meja, shattle
cock, dll. Sarana atau alat sangat penting
dalam memberikan motivasi peserta didik
dengan sungguh-sungguh dan akhirnya tujuan aktivitas dapat tercapai.
Menurut Ratal Wirjasantoso (1984: 157) alat-alat
olahraga biasanya dipakai dalam waktu
relatif pendek misalnya: bola, raket,
jarring, pemukul bola kasti, dan sebagainya.
Alat-alat olahraga biasanya tidak dapat
bertahan dalam waktu yang lama, alat akan
rusak apabila sering di pakai dalan
kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani, agar
alat dapat bertahan lama harus dirawat dengan
baik. Sarana maupun alat
merupakan benda yang
dibutuhkan dalam pembelajaran olahraga, dan alat
tersebut sangat mudah dibawa sehingga sarana
atau alat tersebut sangat praktis dalam
pelaksanaan pembelajaran. Alat olahraga merupakan hal yang
mutlak harus dimiliki oleh sekolah, tanpa ditunjang dengan hal ini
pembelajaran pendidikan jasmani tidak akan dapat
berjalan dengan baik. Sedang menurut Sukintaka yang dimaksud alat
adalah alat-alat olahraga adalah “ alat yang digunakan
dalam olahraga, misalnya bola untuk bermain
basket, voli, Soepartono (1999/2000)
menyatakan istilah sarana olahraga
adalah terjemahan dari fasilitas yaitu sesuatu
yng dapat digunakan dan dimanfaatkan dalah
pelaksanaan proses pembelajaran pendidikan
jasmani. Selanjutnya sarana juga dapat diartikan
segala sesuatu yang dapat digunakan dalam
pembelajaran pendidikan jasmani mudah dipindah
bahkan mudah dibawa oleh pemakai. Sedangkan
sarana olahraga dapat dibedakan menjadi:
1. Peralatan
ialah sesuatu yang digunakan. Contoh: peti loncat, palang tunggal, palang
sejajar, dan lain sebagainya.
ialah sesuatu yang digunakan. Contoh: peti loncat, palang tunggal, palang
sejajar, dan lain sebagainya.
2. Perlengkapan
ialah:
ialah:
a. Semua yang melengkapi kebutuhan prasarana. Misalnya:
net, bendera untuk tanda, garis batas.
net, bendera untuk tanda, garis batas.
b. Sesuatu yang dapat dimainkan atau dimanipulasi dengan tangan
atau kaki. Misalnya: bola, raket, pemukul.
atau kaki. Misalnya: bola, raket, pemukul.
Berdasarkan pengertian
sarana yang di kemukakan beberapa ahli tersebut dapat disimpulkan
bahwa, sarana pendidikan jasmani merupakan
perlengkapan yang mendukung kegiatan
pembelajaran pendidikan jasmani
yang sifatnya dinamis dapat berpindah-pindah
dari satu tempat ke tempat yang lain,
misalnya bola, raket, net, dll. Dan sarana
atau alat pendidikan jasmani merupakan segala sesuatu
yang dipergunakan dalam prose pembelajaran
pendidikan jasmani atau olahraga, segala
sesuatu yang dipergunakan
tersebut adalah yang muddah dipindah-pindah
atau dibawa saat dipergunakan dalam
kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani atau olahraga.
Sarana
pendidikan jasmani merupakan media atau alat peraga dalam
pendidikan jasmani. Dengan demikian dalam proses pembelajaran pendidikan
jasmani apabila didukung dengan sarana yang baik
dan mencukupi, maka anak didik atau siswa
bahkan guru akan dapat menggunakan sarana tersebut dengan baik dan maksimal. Tentunya
anak didik atau siswa tersebut akan
merasa senang bahkan puas dlam memakai
sarana yang terdapat disekolahnya. Dengan
memiliki sarana yang memenuhi standar maka
anak atau siswa dapat mengembangkan
keinginannya untuk terus mencoba olahraga yang disenanginya. Menurut Nana
Sudjana (2005: 100) bahwa salah satu fungsi
alat peraga yaitu,” Penggunaan alat peraga
dalam pengajaran diutamakan untuk mempertinggi
belajar mengajar. Dengan kata lain, menggunakan
alat peraga hasil belajar yang dicapai akan tahap lama akan diingat siswa,
sehingga pelajaran mempunyai nilai tinggi” . Penggunaan
sarana yang baik mempunyai
peranan penting untuk meningkatkan hasil
belajar. Oleh karena itu, penyediaan sarana
pendidikan jasmani harus ideal sesuai dengan
jumlah siswa. Tersedianya sarana pendidikan jasmani
yang ideal sesuai dengan jumlah siswa, maka pembelajaran akan berjalan
secara efektif dan efisien. Namun
sebaliknya, sarana pendidikan jasmani yang tidak ideal,
pembelajaran pendidikan jasmani akan terhambat kurang efektif dan banyak waktu
yang terbuang.
sarana yang di kemukakan beberapa ahli tersebut dapat disimpulkan
bahwa, sarana pendidikan jasmani merupakan
perlengkapan yang mendukung kegiatan
pembelajaran pendidikan jasmani
yang sifatnya dinamis dapat berpindah-pindah
dari satu tempat ke tempat yang lain,
misalnya bola, raket, net, dll. Dan sarana
atau alat pendidikan jasmani merupakan segala sesuatu
yang dipergunakan dalam prose pembelajaran
pendidikan jasmani atau olahraga, segala
sesuatu yang dipergunakan
tersebut adalah yang muddah dipindah-pindah
atau dibawa saat dipergunakan dalam
kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani atau olahraga.
Sarana
pendidikan jasmani merupakan media atau alat peraga dalam
pendidikan jasmani. Dengan demikian dalam proses pembelajaran pendidikan
jasmani apabila didukung dengan sarana yang baik
dan mencukupi, maka anak didik atau siswa
bahkan guru akan dapat menggunakan sarana tersebut dengan baik dan maksimal. Tentunya
anak didik atau siswa tersebut akan
merasa senang bahkan puas dlam memakai
sarana yang terdapat disekolahnya. Dengan
memiliki sarana yang memenuhi standar maka
anak atau siswa dapat mengembangkan
keinginannya untuk terus mencoba olahraga yang disenanginya. Menurut Nana
Sudjana (2005: 100) bahwa salah satu fungsi
alat peraga yaitu,” Penggunaan alat peraga
dalam pengajaran diutamakan untuk mempertinggi
belajar mengajar. Dengan kata lain, menggunakan
alat peraga hasil belajar yang dicapai akan tahap lama akan diingat siswa,
sehingga pelajaran mempunyai nilai tinggi” . Penggunaan
sarana yang baik mempunyai
peranan penting untuk meningkatkan hasil
belajar. Oleh karena itu, penyediaan sarana
pendidikan jasmani harus ideal sesuai dengan
jumlah siswa. Tersedianya sarana pendidikan jasmani
yang ideal sesuai dengan jumlah siswa, maka pembelajaran akan berjalan
secara efektif dan efisien. Namun
sebaliknya, sarana pendidikan jasmani yang tidak ideal,
pembelajaran pendidikan jasmani akan terhambat kurang efektif dan banyak waktu
yang terbuang.
·
Prasarana Pendidikan Jasmani
Prasarana Pendidikan Jasmani
Prasarana pendidikan
jasmani pada dasarnya merupakan sesuatu yang
bersifat permanen. Kelangsungan proses belajar
mengajar pendidikan jasmani tidak terlepas dari tersedianya
prasarana yang baik dan memadai. Prasarana yang baik dan memadai maka proses
pembelajaran pendidikan jasmani dapat berjalan dengan baik. Menurut
Soepartono (1999/2000: 5)
berpendapat bahwa prasarana olahraga adalah
sesuatu yang meeupakan penunjang terlaksananya
suatu proses pembelajaran pendidikan
jasmani. Dalam pembelajaran
pendidikan jasmani prasarana didefinisikan
sebagai sesuatu yang mempermudah atau
memperlancar proses. Salah satu sifat yang
dimiliki oleh prasarana jasdmani adalah sifatnya
relatif permanen atau susah untuk dipindah.
Menurut Depdiknas dalam Kamus Besar Bahasa
Iandonesia (2001: 893) bahwa, “prasarana
adalah segala sesuatu yang merupakan
penunjang utama terselenggaranya
suatu proses usaha, pembangunan proyek dan lain
sebagainya”. Prasarana pendidikan jasmani yang
dimaksud dalam pendapat di atas dapat diartikan
sebagai prasarana dengan ukuran standar
seperti lapangan-lapangan maupun gedung olahraga,
tetapi kebanyakan sekolah tidak dapat
menyenggarakan pembelajaran penddidikan jasmani
dengan prasarana standar, sering pembelajaran pendidikan
jasmani diselenggarakan di halaman
sekolah-sekolah, disela-sela bangunan gedung,
sebagian dapat menggunakan prasarana standar yang terdapat
disekitar sekolah namun harus berbagi dengan sekolah lain maupun masyarakat.
jasmani pada dasarnya merupakan sesuatu yang
bersifat permanen. Kelangsungan proses belajar
mengajar pendidikan jasmani tidak terlepas dari tersedianya
prasarana yang baik dan memadai. Prasarana yang baik dan memadai maka proses
pembelajaran pendidikan jasmani dapat berjalan dengan baik. Menurut
Soepartono (1999/2000: 5)
berpendapat bahwa prasarana olahraga adalah
sesuatu yang meeupakan penunjang terlaksananya
suatu proses pembelajaran pendidikan
jasmani. Dalam pembelajaran
pendidikan jasmani prasarana didefinisikan
sebagai sesuatu yang mempermudah atau
memperlancar proses. Salah satu sifat yang
dimiliki oleh prasarana jasdmani adalah sifatnya
relatif permanen atau susah untuk dipindah.
Menurut Depdiknas dalam Kamus Besar Bahasa
Iandonesia (2001: 893) bahwa, “prasarana
adalah segala sesuatu yang merupakan
penunjang utama terselenggaranya
suatu proses usaha, pembangunan proyek dan lain
sebagainya”. Prasarana pendidikan jasmani yang
dimaksud dalam pendapat di atas dapat diartikan
sebagai prasarana dengan ukuran standar
seperti lapangan-lapangan maupun gedung olahraga,
tetapi kebanyakan sekolah tidak dapat
menyenggarakan pembelajaran penddidikan jasmani
dengan prasarana standar, sering pembelajaran pendidikan
jasmani diselenggarakan di halaman
sekolah-sekolah, disela-sela bangunan gedung,
sebagian dapat menggunakan prasarana standar yang terdapat
disekitar sekolah namun harus berbagi dengan sekolah lain maupun masyarakat.
·
Hakikat Sarana dan
Prasarana Dalam Pembelajaran
Pendidikan Jasmani
Hakikat Sarana dan
Prasarana Dalam Pembelajaran
Pendidikan Jasmani
Menurut Ratal Wirjosantoso (1984:
157), bahwa yang dimaksud dengan fasilitas ialah suatu bentuk yang permanen,
baik untuk ruangan didalam maupun diluar, misalnya kolam
renang, lapangan-lapangan permainan dan sebagainya.
Perlengkapan adalah perkakas yang kurang
permanen dibandingkan dengan fasilitas, misalnya bangku swedia,
jenjang, peti lompat, kudu-kuda, palang sejajar, palang tunggal.
Matras, dan lain-lainnya. Sedangkan alat-alat
olahraga adalah yang biasanya dipakai dalam
waktu yang relatif singkat, misalnya, bola,
raket, jaring bola basket, jaring tenis, pemukul bola kasti, dan sebagainya.
Sedangkan definisi lain menyatakan bahwa
”fasilitas adalah semua prasarana olahraga yang meliputi seluruh
lapangan dan bangunan olahraga beserta perlengkapanya untuk melaksanakanya
program kegiatan olahraga”. Sarana dan prasarana pembelajaran pendidikan
jasmani merupakan salah satu dari alat dan tempat pembelajaran, di mana sarana
dan prasarana mempunyai peran yang penting dalam proses pembelajaran.
Pemanfaatan sarana dan prasarana yang dilakukan oleh
para guru dan siswa dalam situasi
pembelajaran untuk menunjang
tercapainya tujuan
pembelajaran pendidikan jasmani. Proses
pembelajaran akan mengalami kepincangan atau
tersendat-sendat bahkan proses pembinanan bisa
berhenti sama sekali. Bisa dinyatakan bahwa
sarana dan prasarana olahraga ini sebagai
alat bantu dalam pengajaran peembelajaran kegiatan
olahraga
157), bahwa yang dimaksud dengan fasilitas ialah suatu bentuk yang permanen,
baik untuk ruangan didalam maupun diluar, misalnya kolam
renang, lapangan-lapangan permainan dan sebagainya.
Perlengkapan adalah perkakas yang kurang
permanen dibandingkan dengan fasilitas, misalnya bangku swedia,
jenjang, peti lompat, kudu-kuda, palang sejajar, palang tunggal.
Matras, dan lain-lainnya. Sedangkan alat-alat
olahraga adalah yang biasanya dipakai dalam
waktu yang relatif singkat, misalnya, bola,
raket, jaring bola basket, jaring tenis, pemukul bola kasti, dan sebagainya.
Sedangkan definisi lain menyatakan bahwa
”fasilitas adalah semua prasarana olahraga yang meliputi seluruh
lapangan dan bangunan olahraga beserta perlengkapanya untuk melaksanakanya
program kegiatan olahraga”. Sarana dan prasarana pembelajaran pendidikan
jasmani merupakan salah satu dari alat dan tempat pembelajaran, di mana sarana
dan prasarana mempunyai peran yang penting dalam proses pembelajaran.
Pemanfaatan sarana dan prasarana yang dilakukan oleh
para guru dan siswa dalam situasi
pembelajaran untuk menunjang
tercapainya tujuan
pembelajaran pendidikan jasmani. Proses
pembelajaran akan mengalami kepincangan atau
tersendat-sendat bahkan proses pembinanan bisa
berhenti sama sekali. Bisa dinyatakan bahwa
sarana dan prasarana olahraga ini sebagai
alat bantu dalam pengajaran peembelajaran kegiatan
olahraga
·
Sarana dan Prasarana Pendidikan Jasmani
Sarana dan Prasarana Pendidikan Jasmani
Setiap pokok
bahasan memerlukan sarana dan prasarana
pembelajaran yang berbeda. Agar
sarana dan prasarana
benar-benar membantu dalam pencapaian tujuan
pembelajaran pendidikan jasmani, maka dalam penggunaan dan pemilihannya
harus tepat. Adapun jenis-jenis sarana dan
prasarana maupun alat pembelajaran pendidikan jasmani tingkat SD
adalah sebagai berikut:
bahasan memerlukan sarana dan prasarana
pembelajaran yang berbeda. Agar
sarana dan prasarana
benar-benar membantu dalam pencapaian tujuan
pembelajaran pendidikan jasmani, maka dalam penggunaan dan pemilihannya
harus tepat. Adapun jenis-jenis sarana dan
prasarana maupun alat pembelajaran pendidikan jasmani tingkat SD
adalah sebagai berikut:
1) Atletik
a) Jalan dan Lari
Pada jalan dan lari diperlukan alat
seperti: stopwatch, bendera start, nomor dada, tongkat lari
sambung, dan start block, sedangkan fasilitas yang dibutuhkan
adalah lintasan lari atau lapangan terbuka.
Sekolah yang mempunyai sarana dan prasarana
lengkap,sangat mendukung tercapainya tujuan pembelajaran pendidikan
jasmani di sekolah.
seperti: stopwatch, bendera start, nomor dada, tongkat lari
sambung, dan start block, sedangkan fasilitas yang dibutuhkan
adalah lintasan lari atau lapangan terbuka.
Sekolah yang mempunyai sarana dan prasarana
lengkap,sangat mendukung tercapainya tujuan pembelajaran pendidikan
jasmani di sekolah.
b) Nomor Lompat
Sarana dan
prasarana serta alat-alat lompat terdiri:meteran
gulungan, bendera kecil, mistar lompat, tiang
mistar, cangkul, bak pasir, balok tumpu,
dan perata pasir. Sarana dan prasarana
pendidikan jasmani tersebut harus dimiliki sekolah dalam pelajaran nomor
lompat, kondisi pembelajaran dapat efektif serta waktu pembelajaran dapat
digunakan secara efisien.
prasarana serta alat-alat lompat terdiri:meteran
gulungan, bendera kecil, mistar lompat, tiang
mistar, cangkul, bak pasir, balok tumpu,
dan perata pasir. Sarana dan prasarana
pendidikan jasmani tersebut harus dimiliki sekolah dalam pelajaran nomor
lompat, kondisi pembelajaran dapat efektif serta waktu pembelajaran dapat
digunakan secara efisien.
c) Nomor Lempar
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran
nomor lempar memerlukan sarana dan prasarana serta
alat-alat seperti: peluru, bola kasti, meteran
gulungan, bendera kecil, lapangan tolak peluru. Sarana dan prasarana tersebut
sangat membantu terlaksananya proses pemnbelajaran pendidikan jasmani di
sekolah.
nomor lempar memerlukan sarana dan prasarana serta
alat-alat seperti: peluru, bola kasti, meteran
gulungan, bendera kecil, lapangan tolak peluru. Sarana dan prasarana tersebut
sangat membantu terlaksananya proses pemnbelajaran pendidikan jasmani di
sekolah.
2) Senam.
Pada proses pembelajaran senam terdiri dari senam pembentukan gerakan
togok, senam pembentukan gerakan lengan dan bahu, senam pembentukan
gerakan tungkai, senam
keseimbangan duduk, senam keseimbangan berdiri,
senam gerak dasar mendorong dan menarik, senam irama, senam kelentukan,
senam lantai, senam alat, dan masih
banyak lagi. Untuk mendukukung proses kelancaran pembelajaran senam
tersebut diperlukan sarana dan prasarana yang memadai, antara lain: matras,
busa, kaset, tape recorder, tongkat, serta bangsal senam.
togok, senam pembentukan gerakan lengan dan bahu, senam pembentukan
gerakan tungkai, senam
keseimbangan duduk, senam keseimbangan berdiri,
senam gerak dasar mendorong dan menarik, senam irama, senam kelentukan,
senam lantai, senam alat, dan masih
banyak lagi. Untuk mendukukung proses kelancaran pembelajaran senam
tersebut diperlukan sarana dan prasarana yang memadai, antara lain: matras,
busa, kaset, tape recorder, tongkat, serta bangsal senam.
3) Permainan
Pembelajaran permainan
terdiri dari beberapa macam permainan yaitu:
gerak dasar lempar, permainan kecil tanpa
alat, permainan kecil dengan alat, permainan
bola kasti, permainan bola basket mini,
permainan bola voli mini, permainan sepak bola mini. Adapun sarana dan
prasarana yang digunakan untuk mendukung permainan-permainan tersebut
adalah: bola voli mini, net voli mini, bola
sepak mini, gawang mini, ring dan papan basket
mini, lapangan voli, lapangan sepakbola, lapangan basket, dan lain-lain.
terdiri dari beberapa macam permainan yaitu:
gerak dasar lempar, permainan kecil tanpa
alat, permainan kecil dengan alat, permainan
bola kasti, permainan bola basket mini,
permainan bola voli mini, permainan sepak bola mini. Adapun sarana dan
prasarana yang digunakan untuk mendukung permainan-permainan tersebut
adalah: bola voli mini, net voli mini, bola
sepak mini, gawang mini, ring dan papan basket
mini, lapangan voli, lapangan sepakbola, lapangan basket, dan lain-lain.
4) Kegiatan Pilihan
Dalam melaksanakan kegiatan
pilihan guru pendidikan jasmani harus memilih dua bahan
pelajaran. Pilihan tersebut disesuaikan dengan kondisi sekolah
termasuk sarana dan prasarana olahraga.
Untuk menghemat fasilitas sekolah, lapangan bola basket digabung dengan
bulutangkis serta lapangan sepak takraw dan
lapangan bola voli. Kebutuhan sarana dan
prasarana olahraga di tingkat Sekolah Dasar
secara tidak langsung telah dirumuskan didalam kurikulum.
pilihan guru pendidikan jasmani harus memilih dua bahan
pelajaran. Pilihan tersebut disesuaikan dengan kondisi sekolah
termasuk sarana dan prasarana olahraga.
Untuk menghemat fasilitas sekolah, lapangan bola basket digabung dengan
bulutangkis serta lapangan sepak takraw dan
lapangan bola voli. Kebutuhan sarana dan
prasarana olahraga di tingkat Sekolah Dasar
secara tidak langsung telah dirumuskan didalam kurikulum.
5.
Pengadaan dan Perawatan Sarpras
Pengadaan dan Perawatan Sarpras
Pengadaan
Pengadaan
sarpras penjas melalui dua cara yaitu :
sarpras penjas melalui dua cara yaitu :
a. Membuat : Memodifikasi
b. Membeli
Syarat
apabila membeli :
apabila membeli :
– Mudah didapat
– Hrganya murah
– Perawatanya mudah
– Tidak mudah rusak
– Sesuai kebutuhan siswa
– Menarik
– Memacu siswa bergerak
– Perkakas, memenuhi standar minimal keselamatan.
salah satu sekolah sebagai kordinator agar alat dan
fasilitas olahraga ini terpelihara dengan baik.
fasilitas olahraga ini terpelihara dengan baik.
· Alat – alat olahraga
Yang
dimaksud alat alat olahraga adalah alat
yang digunkan untuk kegiatan olahraga misalnya bola untuk bermain, bola basket,
bola voli, lembing, tolak pluru dan sebagainya. Bahan bahan alat olahraga
tersebut berbeda –beda sehinga perawatanya juga berbeda agar alat tersebut
dapat terjaga dengan baik.
dimaksud alat alat olahraga adalah alat
yang digunkan untuk kegiatan olahraga misalnya bola untuk bermain, bola basket,
bola voli, lembing, tolak pluru dan sebagainya. Bahan bahan alat olahraga
tersebut berbeda –beda sehinga perawatanya juga berbeda agar alat tersebut
dapat terjaga dengan baik.
· Perkakas
Perkakas
merupakan alat alat berat dalam olahraga namun masih bisa dipindahkan, bisa
disebut alat semi permanen.
merupakan alat alat berat dalam olahraga namun masih bisa dipindahkan, bisa
disebut alat semi permanen.
· Fasilitas Olahraga
Fasilitas merupakan alat olahraga yang tidak
dapat dipindahkan dan bersifat permanen. Seperti lapanagn voli, lapangan
sepakbola lapangan basket dan sebagainya.
dapat dipindahkan dan bersifat permanen. Seperti lapanagn voli, lapangan
sepakbola lapangan basket dan sebagainya.
Cara Pemeliharaan Sarpras
Untuk perawatan alat dan fasilitas harus mengetahui sifat
dan bahan alat dan fasilitas tersebut karena perawatan bebeda. Bahan alat dan
fasilitas penjas biasanya terbuat dari kayu, besi, karet bambu atau dari bahan
sintetik. Perawatan sarpras berdasarkan bahan
:
dan bahan alat dan fasilitas tersebut karena perawatan bebeda. Bahan alat dan
fasilitas penjas biasanya terbuat dari kayu, besi, karet bambu atau dari bahan
sintetik. Perawatan sarpras berdasarkan bahan
:
a.
Alat dan Perkakas
dari besi
Alat dan Perkakas
dari besi
Perawatan alat
dan perkakas dari besi biasanya dengan dicat untuk melindungi dari korosi dan untuk perawatan lainya adalah
dengan membersihkan alat dan perkakas setelah dipakai dan cara penyimpananya
tidak boleh di tumpuk terlalu banyak dan tidak boleh diletkan di lantai.
dan perkakas dari besi biasanya dengan dicat untuk melindungi dari korosi dan untuk perawatan lainya adalah
dengan membersihkan alat dan perkakas setelah dipakai dan cara penyimpananya
tidak boleh di tumpuk terlalu banyak dan tidak boleh diletkan di lantai.
b.
Alat dan perkakas
dari kayu
Alat dan perkakas
dari kayu
Resiko
alat dan perkakas dari kayu adalah mudah lapuk karena sering menjadi tempat
serangga rayap dan sejenisnya sehingga mudah untuk terjadi pelapukan, untuk
perawatan pada prinsipnya adalah hampir sama dengan pengecatan namun
penyimpanan untukalat dan perkakas berbahan kayu ini tidak boleh pada tempat
yang lembab atupun basah.
alat dan perkakas dari kayu adalah mudah lapuk karena sering menjadi tempat
serangga rayap dan sejenisnya sehingga mudah untuk terjadi pelapukan, untuk
perawatan pada prinsipnya adalah hampir sama dengan pengecatan namun
penyimpanan untukalat dan perkakas berbahan kayu ini tidak boleh pada tempat
yang lembab atupun basah.
c.
Alat dan perkakas
yang kulit
Alat dan perkakas
yang kulit
Resiko
utama alat yang terbuat dari kulita adalah mudah rusak jika kualitas bahan
kulit kurang bagus, namun untuk teteap menjaga agar alat dan fasilitas agar
tetap terjaga dengan baik dapat dilakukan pencegahan dengan berbagai cara
antara lain : jangan biarkan basah terlalu lama, hindarai dari api dan panas
dan hindari dari bahan kimia yang mengenai alat dan perkakas dari kuli.
Perawatan seperti bola kulit penyimpananya disiman ditempat berongga dan lebih
baik digemboskan terlebih dahulu.
utama alat yang terbuat dari kulita adalah mudah rusak jika kualitas bahan
kulit kurang bagus, namun untuk teteap menjaga agar alat dan fasilitas agar
tetap terjaga dengan baik dapat dilakukan pencegahan dengan berbagai cara
antara lain : jangan biarkan basah terlalu lama, hindarai dari api dan panas
dan hindari dari bahan kimia yang mengenai alat dan perkakas dari kuli.
Perawatan seperti bola kulit penyimpananya disiman ditempat berongga dan lebih
baik digemboskan terlebih dahulu.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kesimpulan
Untuk menjadi seorang guru yang profesional harus
mempunyaai 4 kompetensi diantaranya adalah :
mempunyaai 4 kompetensi diantaranya adalah :
– Kompetenai
pedagogi
pedagogi
– Kompetensi
sosial
sosial
– Kompetensi
profesional
profesional
– Kompetensi
kepribadian.
kepribadian.
Selain
harus mempunyai keempat kompetensi tersebut guru harus memperhatikan kode etik
guru. Kode etik guru bertujuan untuk menjadikan seorang guru lebih profesional.
harus mempunyai keempat kompetensi tersebut guru harus memperhatikan kode etik
guru. Kode etik guru bertujuan untuk menjadikan seorang guru lebih profesional.
Seorang
guru yang profesional harus mampu mengelola peserta didik baik di dalam kelas
maupun lapangan. Baik didalam kelas dan diluar lapangan terdapat formasi dalam
mengajar yang bertujuan untuk memaksimalkan proses pembelajaran terutama dalam
penjas. Didaalam mengajar seorang guru membutuhkan alat dan fasilitas penjas
dalam proses pembelajarnya sehingga guru dituntut mengeuasai persoalan sarpras
dalam penjas dengan kata lain seorang guru penjas profesioanal harus tidak
hanya bisa menggunakan alat dengan baik nemaun harus bisa merawatnya dan
menjagaya.
guru yang profesional harus mampu mengelola peserta didik baik di dalam kelas
maupun lapangan. Baik didalam kelas dan diluar lapangan terdapat formasi dalam
mengajar yang bertujuan untuk memaksimalkan proses pembelajaran terutama dalam
penjas. Didaalam mengajar seorang guru membutuhkan alat dan fasilitas penjas
dalam proses pembelajarnya sehingga guru dituntut mengeuasai persoalan sarpras
dalam penjas dengan kata lain seorang guru penjas profesioanal harus tidak
hanya bisa menggunakan alat dengan baik nemaun harus bisa merawatnya dan
menjagaya.
DAFTAR PUSTAKA
Sukintaka. (2000). Administrasi Organisasi Penjas.Yogyakarta:
FIK UNY.
FIK UNY.
Subarjah Herman (2003).Administrasi
Pendidikan Jasmani dan Organisasi.Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka
Pendidikan Jasmani dan Organisasi.Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka
Lutan Rusli .(2001).Mangajar
Pendidikan Jasmani. Jakarta.: FPOK UPI.
Pendidikan Jasmani. Jakarta.: FPOK UPI.
Listyarini Erlian.(2013). Srana dan
Prasarana Penjas.Diunduh
pada tanggal 29 Maret
2015 Pukul 20.00 WIB.Melalui http://staf.uny.ac.id/sites/default/files/Sarana dan Prasarana Penjas -pdf.
Prasarana Penjas.Diunduh
pada tanggal 29 Maret
2015 Pukul 20.00 WIB.Melalui http://staf.uny.ac.id/sites/default/files/Sarana dan Prasarana Penjas -pdf.





























