sebagai pemain muda berumur 17 tahun. Dia mencetak gol pertamanya di Piala
Dunia ketika bermain melawan Wales di perempat-final, pertandingan keduanya di
Piala Dunia. Saat usianya baru menginjak 17 tahun 239 hari, Pele dinobatkan
sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Dunia. Kehebatan Pele semakin
terlihat ketika mencetak hattrick di pertandingan semi final melawan Prancis.
Sampai sekarang, Piala Dunia 1958 di Swedia dikenang sebagai awal karier sang
legenda. Tak berlebihan rasanya jika FIFA sampai menjulukinya sebagai King of
Football.
Tangan Tuhan, kecanduan alkohol dan penggunaan obat-obatan terlarang, hingga
akhirnya harus diusir dari Piala Dunia 1994, Maradona selalu dipuja oleh
penggemarnya.
beberapa momen yang tak mungkin terlupakan. Momen terbaiknya tentu saja ketika
Maradona mendribel bola dari tengah lapangan melewati lima pemain Inggris
sebelum akhirnya mencetak sebuah gol yang kelak disebut sebagai gol terbaik
sepanjang masa.
gelar Piala Dunia sebagai pemain maupun pelatih, yaitu Mario Zagallo dan Franz
Beckenbauer. Beckenbauer yang dijuluki Der Kaizer atau sang Kaisar lebih
melegenda karena dia dianggap sebagai pemain belakang terbaik dalam sejarah
ketika menjadi pemain.
Dunia 1974, hanya tiga tahun setelah dipilih sebagai kapten tim. Di Piala Dunia
terakhirnya ini pula Beckenbauer tercatat sebagai kapten pertama yang
mengangkat Piala Dunia dengan desain yang terbaru, menggantikan piala Jules
Rimet yang dimiliki secara permanen oleh Brasil pada 1970.
mengangkat Piala Dunia, kali ini sebagai pelatih timnas Jerman.
Piala Dunia, jawaban yang paling tepat tentu bukan Marco van Basten atau Ruud
Gullit, tetapi Johan Cruyff. Cruyff memang tidak pernah membawa Belanda
menjuarai satu turnamen pun sepanjang kariernya. Kesuksesan terbesarnya hanya
membawa timnya menjadi runner-up Piala Dunia 1974, satu-satunya Piala Dunia
sepanjang kariernya.
tim Oranje membawa Cruyff menjadi salah satu pemain terbesar Piala Dunia. Total
Football, permainan menyerang yang sangat indah yang diusung Belanda di 1974
itu memang yang membantunya melegenda hingga saat ini. Dia adalah legenda
terbesar Belanda sampai saat ini, dan total football yang dipimpinnya tak akan
pernah terlupakan.
Platini yang mengenakan nomor punggung 10 dan berperan sebagai playmaker di
timnas Perancis membawa negaranya kembali lolos ke Piala Dunia pada tahun 1978.
membanggakan di dua Piala Dunia selanjutnya, yaitu Piala Dunia 1982 dan Piala
Dunia 1986. Dengan kemampuannya membaca permainan, teknik tinggi, dan
ketajamannya di depan gawang lawan, Platini membawa Perancis meraih posisi
keempat Piala Dunia 1982 dan peringkat ketiga Piala Dunia 1986.
salah satu tim berbahaya di daratan Eropa, apalagi setelah keberhasilannya
membawa Perancis menjadi juara Eropa pada tahun 1984.
Hungaria, sang penguasa sepak bola dunia pada awal 1950-an. Tim yang saat itu
berjuluk “Magical Magyars” ini adalah salah satu tim terbaik yang pernah ada di
dunia, namun sayangnya tak pernah menjuarai Piala Dunia.
Hungaria adalah Piala Dunia 1954 di Swiss. Pada saat itu, Hungaria adalah salah
satu tim favorit juara. Kekuatan utama Hungaria pada saat itu adalah lini
depannya yang menakutkan, terutama sang bintang Ferenc Puskas.
pemegang rekor pencetak gol terbanyak di Piala Dunia hingga saat ini.
Pertama kali muncul di Piala Dunia 1994 sebagai seorang anak
muda berumur 17 tahun, Ronaldo mencapai puncak kejayaannya di Piala Dunia pada
tahun 2002 ketika Brasil sukses menjadi juara dunia untuk kali kelima. Ronaldo
menjadi bintang turnamen, mencatatkan delapan gol untuk mendapatkan sepatu emas
yang merupakan simbol pencetak gol terbanyak.
mencetak gol di tiga kesempatan Piala Dunia, dan pemain kedua setelah Juergen
Klinsmann yang mampu mencetak minimal tiga gol dalam masing-masing Piala Dunia
di tiga kesempatan. Tak salah jika orang menjulukinya sebagai sang Fenomena.
di Piala Dunia, yakni 25 pertandingan dalam lima Piala Dunia berturut-turut.
Dia adalah satu-satunya pemain, selain kiper Mexico Antonio Carbajal, yang
mampu bermain di lima Piala Dunia sepanjang kariernya.
dihancurkan Argentina 3-2. Mengecewakan memang, tetapi itulah awal kesuksesan
besar Matthaeus. Menjadi kapten sejak tahun 1987, Matthaeus sukses membawa
Jerman menjadi juara di Piala Dunia 1990.
terhebat yang pernah dimiliki Portugal sampai saat ini berkat penampilan
gemilangnya di Piala Dunia 1966. Eusebio membawa Portugal meraih posisi ketiga
di akhir turnamen sekaligus mencatatkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak
turnamen tersebut, sehingga berhak membawa pulang sepatu emas. Berkat sembilan
gol yang dicetaknya sepanjang Piala Dunia 1966 itu pula membuatnya mendapatkan gelar
pemain terbaik di turnamen tersebut.
Korea Utara di babak perempat-final. Tertinggal tiga gol terlebih dahulu,
Portugal akhirnya bangkit lewat empat gol yang dicetak Eusebio hingga akhirnya
mampu menang 5-3 di akhir pertandingan.
Charlton tidak pernah ada, Inggris juga tidak akan pernah menjuarai satupun
turnamen internasional. Ya, gelar Piala Dunia 1966 yang diraih Inggris memang
tidak lepas dari peran penting Bobby Charlton di lini depan.
kecepatannya untuk memimpin penyerangan Inggris di Piala Dunia 1966. Tidak
hanya mampu mendistribusikan bola dengan luar biasa, Bobby Charlton juga
memiliki insting mencetak gol yang luar biasa. Rekor 49 gol dalam 105
penampilan bersama Inggris masih menjadi rekor gol terbanyak dalam sejarah
Inggris, yang bahkan tidak mampu disamai oleh Gary Lineker sekalipun.








































