Anies-GRYABIOGREEN
![]() |
| flickr by flickr |
Apa yang perlu diketahui ?
Mungkin masih ada yang mengganggap pasangan yang belum dikaruniai anak, kelainan nya pasti pada pihak perempuan.Ternyata laki-laki juga bisa menjadi penyebab masalah itu .Apa yang menjadi pemicu masalah tersebut pada laki-laki , dan bagaimana mengatasinya?
Memiliki anak merupakan dambaan setiap pasangan , namun adakalanya kendala mengadang.Dr. Agus menjelaskan infertilitas dalam istilah medis berarti tidak dapat hamil meskipun sudah melakukan hubungan intim tanpa menggunakan pengaman dalam kurun waktu setahun.Sekitar separuh kasus infertilitas disebabkan faktor laki-laki.
Kelainan itu biasanya tidak menimbulkan gejala, hanya saja jika kelainan terjadi karena masalah hormon biasanya diketahui sejak awal , dari tanda fisik , berkurangnya rambut atau bulu yang jarang , dan gairah seksual menurun pada laki-laki.
Masalah yang dapat mencetuskan terjadinya infertilitas pada laki-laki diantaranya adalah abnormalitas sperma.Gangguan fungsi dan produksi , gangguan aliran atau perjalanan sperma , dan gangguan kesehatan tubuh . Untuk mendapatkan hasil optimal , pengobatan infertitas harus dilakukan pada laki-laki dan perempuan.Saat ini dengan teknik pemeroksaan dan pengobatan yang sudah semakin berkembang , masalah itu bisa diatasi dengan optimal.
Gangguan Fungsi atau Produksi Sperma
Beberapa faktor yang mengakibatkan hal tersebut adalah:
Varikokel, Pelebaran pembuluh darah balik (vena) pada kantunh dzakarv, akibatnya gangguan suplai makanan dan pengaturan suhu .Akibatnya menurunkan produksi dan pergerakan sperma.
Undescended testicle(testis tidak turun), dan tetap berada didalam rongga perut.Karena suhu didalam perut lebih tinggi dibanding suhu kantong dzakar yang normal, maka terjadi gangguan produksi sperma pada kelainan itu.
Penurunan kadar hormon testosteron .
Kelainan itu dipengaruhi organ di otak yang mempengaruhi produksi testosteron didalam testis (organ hipotalamus).
Kelainan pada kromosom yang dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan testis.
Infeksi juga mengakibatkan gangguan sperma.Biasanya disebabkan penyakit menular seksual oleh kuman klamidia atau gonorhea.Infeksi menimbulkan jaringan ikat disaluran sperma , yang menghalangi perjalanan sperma.Faktor hormon juga berpengaruh terhadap produksi sperma.
Gangguan Perjalanan Sperma
Kelainan dapat mengakibatkan gangguan perjalan sperma , adalah :
1.Gangguan dalam hubungan seksual .Misalnya gangguan ereksi , nyeri pada saat melakukan hubungan seksual (dispareunia) , atau psokologis.
2.Sumbatan pada saluran epididimis(bagian testiz yang menyimpan sperma)atau pada vas de feren , saluran yang dilewati sperma dari kantung dzakar ke lubang didepan kemaluan.
3.Ejakulasi berbalik arah (retrograde).Sperma yang harusnya keluar melalui lubang kemaluan , malah berbalik masuk ke dalam kandung kemih pada saat orgasme.
4.Adanya kelainan pada saluran pembuangan , lubang yang seharusnya terletak didepan kemaluan , mengalami kelainan letaknya dibawah kemaluan( hipospadia).
5.Adanya zat antibodi yang melawan sperma.Kelainan itu dapat membunuh sperma , sehingga tidah dapat mrmbuahi sel telur.
Kondisi Umum yang Mempengaruhi
Selain masalah pada sperma , kondisi fisik laki-laki juga dapat mempengaruhi terjadinya infertilitas.Masalah yang terjadi diantaranya:
– Minum alkohol , mrnggunakan narkotik , penggunaan steroid untuk membentuk otot.
-Merokok
-Stress yang berkepanjangan
-Kondiso medis tertentu.Misalnya pasca operasi prostat, ganguan ginjal , kerusakan hati( sirosis hepatos)penyakit sickle cell anemia.
-Laki-laki diatas usia 35 tahun akan mengalami penurunan kesuburan.Selain itu kurangnya nutrisi yang penting , misalnya vitamin C , zinc dan asam folat, diduga dapat mempengaruhi kesuburan.
-Obesitas
-Paparan terhadap panas,racun , dan senyawa kimia yang berbahaya dilingkungan , misalnya pestisida dalam jangka waktu lama.Selain itu terpapar dengan sinar rontgen didaerah kemaluan juga mengakibatkan infertilitas.
Pemeriksaan
Untuk mengetahui apakah seseorang laki-laki mengalami infertilitas atau tidak ,dilakukan beberapa pemeriksaan , diantaranya:
a.Analisa semen (cairan sperma) berapa jumlahnya , bagaimana bentuknya dan bagaimana pergerakannya.
b.Pemeriksaan ultrasonografi (USG) pada testis .Tujuannya untuk mengetahui ada tidaknya kelainan pada testis.Misalnya varikokel , atau sumbatan pada saluran sperma.
c.Pemeriksaan hormon
dilakukan dengan memeriksa kadar hormon pria (testosteron)atau hormon lain didalam darah yang mempengaruhi produksi sperma.
d.Pemeriksaan genetik
Dilakukan jika diketahui bahwa seorang laki-laki memiliki keluarga yang mengalami infertilitas .
e.Untuk mastikan ada tidaknya kelainan dokter juga dapat melakukan pengambilan jaringan pada testis(biopsy testis).
f.Pemeroksaan antibodi antisperma melalui pemeriksaan darah.
Pengobatan
Jenis pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi infertilitas yakni:
– Tindakan pembedahan jika diketahui adanya gangguan mekanis pada aliran sperma .Misalnya ada jaringan ikat yang mengganggu saluran pengeluaran sperma.
– Konseling atau pengobatan
– Pengobatan hormon diperlukan jika memang hormon menjadi masalah .Pengobatan diharapkan dapat mengembalikan kadar hormon pada kondisi normal.
– Kondisi kesehatan yang mempengaruhi infertilitas juga harus diatasi.Adanya kelainan pada hati , ginjal, atau organ lain yang pada akhirnya dapat memicu infertilitas.
Pencegahan
Gaya hidup sangat menentukan , beberapa contoh gaya hidup yang dapat dimodifikasi adalah;
Hindari obat sembarangan dan dalam frekuensi yang sering .Hindari pula penggunaan steroid , narkotika dan obat aditif lainnya , karena dapat mengganggu produksi sperma.
Jangab minum alkohol , karena dapat mengganggu fungsi seksual.
Hindari rokok , karena zat yang terkandung didalam rokok dapat mempengaruhi kesuburan.
Hindari paparan panas berlebihan.Misalnya penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan tebal.Jangan terlalu sering mandi sauna , karena dapat mengganggu proses produksi sperma .
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemungkinan hamil adalah:
* Meningkatkan frekuensi berhubungan.Lakukan dua atau tiga kali seminggu.Sperma dapat bertahan dalam saluran reproduksi wanita sekitar 72 jam,sedangkan sel telur dapat bertahan hingga dibuahi dalam waktu 24 jam.
* Melakukan hubungan intim saat masa subur , yaitu saat perempuan mengalami ovulasi .Disarankan melakukan hubungan intim setiap dua hari saat mendekati waktu subur.Hal itu memungkinkan sperma hidup dab memiliki waktu membuahi sel telur.
*Hindari penggunaan pelumas karena dapat mempengaruhi pergerakkan sperma.
Jumlah nya sperma idealnya sekitar 20 juta per cc cairan sperma.Jika jumlahnya dibawah 10 juta disebut sebagai jumlah sperma rendah(subfertil).
Demikian artikel kali ini memberikan manfaat bagi pembaca.
ADVERTISEMENT






















