![]() |
| H. Ecky Awal Mucharam, S.E., Ak.n |
bersamaislam.com Jakarta – Saat sidang paripurna pemutusan RUU Pemilu, dikabarkan Fraksi PKS PAN, Demokrat serta Gerindra mengadakan aksi walk out dari ruang sidang. Pihak PKS mengungkapkan bahwa mereka tak bisa menerima pilihan presidential threshold 20% yang diminta pemerintah. PKS yang diwakili oleh H. Ecky Awal Mucharam, S.E., Ak.n menyampaikan bahwa mereka sudah berusaha memperjuangkan setiap masukan dari rakyat. Ia juga berharap Pemilu kedepan akan terpilih pemimpin yang lebih baik lagi.
“Kami sudah menyampaikannya kepada pihak kampus, lembaga dan pakar yang sudah memberikan masukan kepada kami. Dalam hal ini fraksi PKS sudah berusaha untuk memperjuangkannya, dan tentu saja setiap perjuangan itu ada masanya,” jelas pria yang bertugas di Komisi VI DPR-RI yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM, dan BUMN di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Kamis (20/7).
Mantan akuntan publik yang pernah bekerja di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan ini menjelaskan bahwa partainya sebenarnya ingin berkompromi terkait isu utama, namun tidak dengan presidential threshold. Ia menegaskan bahwa pihaknya meminta agar ambang batas presiden segera dihapuskan.
“PKS tak menolak musyawarah mufakat untuk tiga isu namun tidak dengan presidential threshold. Karen itu dalam poin tersebut kami tak akan melakukan voting,” ujar Alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia tesebut.
Selain itu ia juga berharap agar kedepan bisa terpilih presiden yang lebih baik lagi dari sekarang.
“Semoga kedepan bisa memilih presiden yang lebih baik lagi,” tutup pria kelahiran Cianjur, 19 Maret 1969 yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan Yayasan Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) tersebut.












