![]() |
| Kesepakatan GNPF MUI dan Polri |
bersamaislam.com Jakarta – Adanya kesepakatan antara Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) dan Polri terkait aksi 212 membuat sejumlah tokoh bersyukur. Salah satunya Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) yang mengekspresikan kegembiraannya terkait kesepakatan tersebut dalam akun Facebook pribadinya.
“Alhamdulillah..senang sekali hati ini, hanya dengan karunia Allah SWT. Ada kesepakatan untuk kemaslahatan negeri yang kita cintai ini,” tulis Aa Gym di akun Facebook-nya seperti dilansir Republika pada Senin (28/11).
Dalam akun pribadinya itu, Aa Gym juga turut mengungkap sejumlah kesepakatan antara GNPF dan Polri yang dilaksanakan di kantor MUI Pusat. Berikut sejumlah kesepakatan tersebut:
1. Sepakat bahwa Aksi Bela Islam III tetap digelar pada hari Jumat 2 Desember 2016 dalam bentuk aksi unjuk rasa yang super damai yang berupa aksi ibadah yaitu gelar sajadah tanpa mengubah tuntutan utama aksi 212 yaitu tegakkan hukum yang adil dan segera tahan penista agama.
2. Sepakat bahwa dalam Aksi Bela Islam III digelar zikir dan doa keselamatan untuk negeri serta tausiah ulama dan umara di Lapangan Monas dan sekitarnya dari pukul 08.00 WIB hingga Shalat Jumat yang melibatkan semua elemen masyarakat, termasuk TNI dan Polri untuk ikut berbaur berzikir dan berdoa serta mendengar tausiyah sekaligus Shalat Jumat.
3. Sepakat bahwa usai Shalat Jumat, para pimpinan GNPF MUI akan menyapa umat yang hadir dan menyalami mereka sepanjang jalan raya Sudirman-Thamrin, sekaligus melepaskan mereka pulang ke daerah masing-masing dengan aman dan tertib.
4. Sepakat bahwa akan dibentuk Tim Terpadu GNPF-TNI-Polri untuk mengatur masalah teknis pelaksanaan Aksi Bela Islam III yang mencakup:
a. Penetapan kiblat dan posisi panggung utama, mimbar Jumat dan mihrab serta pengaturan shaf shalat.
b. Membuka semua pintu-pintu Monas dan pembuatan pintu darurat sementara di sekeliling Monas.
c. Menyediakan posko medis, logistik, sarana wudhu dan toilet.
d. Menempatkan satgas GNPF MUI dan TNI-POLRI di setiap perempatan jalan di sepanjang jalur Sudirman Thamrin untuk memantau dan mengarahkan peserta aksi ke Monas dan sekitarnya.
e. Mengatur shaf di luar lokasi Monas bila lapangan Monas tidak menampung.
f. Mengatur tempat khusus bagi kaum muslimah agar bisa mengikuti dzikir serta doa dengan khusyu’.
g. Mengatur tempat khusus untuk peserta aksi yang berasal dari umat agama lain yang simpatik dengan perjuangan penegakan hukum agar mereka tetap aman dengan keagamaan mereka.
h. Kapolri berkomitmen akan mencabut imbauan untuk menghalangi dan melarang masyarakat yang berasal dari daerah untuk mengikuti Aksi Bela Islam III, termasuk larangan kepada pihak perusahaan angkutan umum.
i. Hal-hal yang belum dijelaskan di sini akan dimusyawarahkan kembali di tingkat teknis oleh para anggota Tim Terpadu.
5. Sepakat bahwa bila ada gerakan di luar kesepakatan tersebut, maka itu bukan bagian dari Aksi Bela Islam III dan GNPF MUI tidak bertanggung-jawab sama sekali atas gerakan tersebut.












