![]() |
| Aksi seorang pria muslim di Paris yang menutup matanya dengan kain syal dan menulis ‘Saya disebut TERORIS, percayakah anda kepada saya?’ |
bersamaislam.com – Seorang pria muslim melakukan aksi simpati dan mengundang haru warga Paris. Dia berdiri sambil menutup matanya dengan kain syal dan tangan terbuka menunggu pelukan warga.
Aksi tersebut diunggah ke Youtube oleh IN THE NOW, Senin (16/11/2015), dalam sebuah video berjudul Blindfolded Muslim man with sign “Do you trust me?” hugs hundreds in Paris. Sampai berita ini diturunkan (18/11), video berdurasi 1:33 menit itu sudah dilihat lebih dari 130.000 kali.
Dalam keterangannya dijelaskan, aksi tersebut dilakukan sejak pagi hingga malam hari di Place de la Republique, Paris. Seorang pria tidak dikenal mendapat banyak perhatian warga yang melintas atas aksinya berdiri diam dan menutup mata.
Di dekat kedua kakinya terletak dua poster bertulisan tangan dalam bahasa Perancis. Poster pertama bertuliskan: “Saya seorang muslim, tapi saya disebut Teroris”, sedangkan yang kedua: “Saya percaya kepada anda, apakah anda percaya kepada saya? Jika ya, peluk saya”.
Mulanya warga terlihat ragu-ragu dan membaca apa yang ditulis pria tersebut dalam poster. Hingga seorang pria tua memberanikan diri memeluk pria tersebut. Satu persatu akhirnya banyak warga yang memberi pelukan bahkan dua perempuan sampai menangis terisak.
Malam harinya saat aksi ini berakhir, pria tersebut membuka kain penutup matanya dan memberikan ucapan kepada warga yang mengelilinginya.
“Saya ingin berterima kasih kepada kalian semua yang telah memberi pelukan. Saya melakukan ini untuk memberi pesan kepada semua orang. Saya seorang muslim tapi itu tidak membuat saya menjadi seorang teroris. Saya tidak pernah membunuh seorangpun. Saya bahkan mau bilang, saya berulang tahun jumat kemarin namun saya tidak merayakannya karena perasaan mendalam terhadap keluarga korban. Saya ingin memberitahukan kepada anda bahwa muslim tidak berarti teroris. Teroris adalah teroris, seseorang yang bersedia membunuh orang lain. Seorang muslim tidak akan pernah melakukannya. Agama kami melarang hal tersebut,” katanya diiringi tepuk tangan dari warga.
“Pria muslim ini mengirimkan pesan yang sangat kuat,” demikian keterangan yang ditambah dalam video.
Serangan terhadap ibukota Perancis, Paris pada Jumat (13/11/2015) malam, telah membakar sentimen anti-Islam di satu sisi dan sentimen anti-Barat di sisi yang lain. Peristiwa yang merenggut ratusan korban jiwa dan luka-luka itu membelah dunia menjadi dua kelompok.
Namun saat kejadian, seorang polisi muslim berhasil mencegah upaya seorang pria, yang diduga pelaku serangan, memasuki stadion sepak bola Stade de France untuk meledakkan bom. Zouheir (Zuhair, red) dianggap telah menyelamatkan ribuan penonton termasuk Presiden Perancis, Francois Hollande yang akan menyaksikan pertandingan persahabatan Perancis melawan Jerman.
Berikut video tersebut atau klik link Youtube. (ay)













