– Bagi banyak orang, bakso itu tidak ada matinya. Sepertinya hampir
semua orang suka bakso. Mau cuaca panas atau dingin, makan bakso tetap
enak. Malah tukang bakso gerobakan udah mangkal aja di depan rumah saya
saat lebaran hari pertama 😂.
Tapi, gak semua bakso rasanya enak. Ada yang kuahnya anyep. Ada juga
yang rasa atau tekstur baksonya kurang pas.

Kali ini, suami mengajak saya makan di Bakso Kemon. Katanya, dia
pernah ngebakso di sana dan rasanya enak. Makanya pengen ngajak saya
yang memang suka ngebakso. Anak-anak gak ikut. Mereka lagi mager
banget. Orang tuanya dibolehin malam mingguan berdua aja 😄.
Suasana di Bakso Kemon

Membaca nama Kemon langsung mengingatkan saya dengan serial anak
kesayangan di masa kecil. Apalagi kalau buka Si Unyil hehehe.
Lumayan ramai saat kami ke sana. Mungkin karena malam minggu.
Tempatnya gak terlalu luas. Malah kayaknya luasan lapangan
parkirnya. Atau kurang lebih sama lah luasnya.
Tidak ada ruang ber-AC di sini. Gak masalah buat saya, selama
tempatnya memang bersih. Pramusajinya pun sigap dan ramah.
Penasaran dengan Bakso Rusuk TemanTuli]
Ada Bakso Sum-Sum di Sini

Suami memilih Bakso Kelana. Sebetulnya saya juga pengen menu yang
sama dengan pilihan suami. Pengen nyeruput sum-sumnya. Tetapi,
penasaran juga sama menu lain.Apalagi baru pertama kali makan di
sana.
Ada berbagai pilihan menu bakso di sini. Harganya bervariasi dari
mulai IDR15K s/d IDR45K. Semua menu bakso namanya berawalan K
singkatan dari Kemon. Misalnya Bakso Kemat (Kemon Hemat), Bakso
Kelor (Kemon Telor), Bakso Kelana (Kemon Ada Tulang Sum-Sumnya), dan
lain sebagainya.
Bakso Kelana rasanya enak. Dikasih potongan jeruk nipis bila ingin
rasa kuahnya lebih segar. Tetapi, gak dikasih pun tetap enak.
Walaupun ada sum-sum, kuahnya gak terlalu berminyak.
Uniknya lagi di sini, Sahabat KeNai bisa mengganti kuah baksonya
dengan kuah soto atau kuah gulai. Cukup menambah IDR4K per porsi
bila ingin ganti kuah. Saya gak tau bagaimana rasanya. Tetapi, jadi
langsung ingat sama teman kerja dulu. Setiap kali kami makan di
kantin karyawan, dia selalu minta pakai kuah soto kalau beli bakso.
Kebetulan memang tukang bakso dan sotonya sama.

Saya memilih Mie Ayam Yamin. Untuk mie ayam ada yang biasa, ada
juga yang yamin. Bisa juga ditambahkan bakso, pangsit, atau
keduanya. Mie-nya juga bisa memilih, Mau mie kuning atau mie hitam.
Saya pilih mie hitam karena belum pernah makan mie ini.
Bakso Rusuk Sunan Giri Sebagai Obat Rasa Kecewa]
Tekstur mie-nya cukup kenyal. Bentuknya pipih dan agak lebar.
Tetapi, gak selebar kwetiau. Rasanya pun enak. Saya cukup menambah
sambal cabe aja udah enak. Gak usah dikasih saos sambal lagi.
Sayangnya saya lupa menanyakan warna hitamnya menggunakan tinta cumi
atau charcoal.

Yang saya suka lagi di sini, ada cincau hijau. Saya suka banget
minuman ini. Sayangnya udah jarang yang jual. Makanya begitu di
Bakso Kemon ada, saya langsung pilih. Padahal biasanya kalau lagi
ngebakso, saya sukanya minum es kelapa atau es teh manis.

Untuk harga bakso dan mie ayamnya memang agak tinggi. Ya, mungkin
karena menu bakso yang suami pilih ada sum-sumnya. Tapi, menurut
kami sepadan karena puas dengan rasanya. Kalau Sahabat KeNai
lagingak pengen nge-bakso, di sini juga ada nasi goreng, somay, dan
batagor.
Bakso Kemon ini ada di beberapa tempat. Coba Sahabat KeNai cek
IGnya juga.
Yuk, kita kemon!
Bakso Kemon Rawamangun
Jl. Waru No. 29A
RT 05 / RW 07 Rawamangun
Jakarta 13220
www.baksokemon.com
IG: @baksokemon





























