الله الرحمن الرحيم
Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah,
keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat,
amma ba’du:
merujuk kepada kitab Ushulut Takhrij wa Dirasah Al Asanid Al Muyassarah
karya Dr. Imad Ali Jum’ah, semoga
Allah menjadikan penulisan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, aamin.
Kitab Al Kasyif fi Ma’rifati Man Lahu Riwayah fil Kutubis Sittah karya
Adz Dzahabi
ringkasan dari kitab Tahdzibul Kamal karya Al Mizziy.
setiap biografi rawi dengan hanya menyebutkan nama rawi dan nama ayahnya serta
nama kakeknya kadang-kadang. Demikian pula menyebutkan kunyah(nama
panggilan)nya, nisbatnya, gurunya yang paling masyhur, muridnya yang paling
masyhur, yang biasanya disebutkan dua atau tiga orang.
menyebutkan kata atau kalimat yang menerangkan keadaan rawi dari sisi tsiqah (terpercaya)
atau jarh (cacat), kemudian menyebutkan tahun wafatnya.
yang disebutkan biografinya ada kode yang mengisyaratkan tentang siapa saja di
antara para pemilik Kutubus sittah yang meriwayatkannya..
sesuai huruf abjad.
sebagai berikut:
(angka Arab 4) = Para pemilik kitab Sunan yang empat
أحمد بن إبراهيم الموصلي, أبو علي, عن شريك وحماد بن زيد وطبقتهما, وعنه : د,
والبغوي, وأبو يعلى, و خلق, وثق, مات 236 هـ
bin Ibrahim Al Maushiliy, Abu Ali, dari Syarik dan Hammad bin Zaid, serta
thabaqah keduanya. Darinya pula Abu Dawud meriwayatkan, demikian pula Baghawi,
Abu Ya’la, dan lainnya. Ia ditsiqahkan, wafat pada tahun 236 H.
kitab Tadzhibut Tahdzib karya Adz Dzahabi (w. 748 H)
pengurutan Imam Al Mizziy dan menambahkan dengan beberapa hal, serta memberikan
komentar terhadap banyak biografi yang disebutkan. Demikian pula memberi syakal
nama dan tahun wafatnya serta membicarakan panjang lebar yang biasanya tidak
disebutkan dalam kitab semacam tahdzib (penataan), Bahkan penulisnya
menambahkan beberapa biografi yang didapatkannya yang terlewatkan oleh Al
Mizziy.
Tadzhib Tahdzibil Kamal
Tadzhib Tahdzibil Kamal karya Al Khazraji (w. 924 H), yakni Shafiyyuddin
Ahmad bin Abdullah.
masyhur yang disebutkan oleh Imam Adz Dzahabi
dalam tadzhib(penataan)nya terhadap rijal atau para perawinya, dimana
total kitabnya ada 25 kitab.
Al Mizziy dan Adz Dzahabi terhadap kitab-kitab itu di bagian mukadimah dan
menambahkan kode lagi, yaitu kata ‘تمييز’ (pemisah)
serta mengingatkan rawi yang tidak memiliki riwayat dalam karya-karya yang para
perawinya disebutkan biografinya.
membagi kitab ini menjadi dua bagian:
menyebutkan biografi para perawi dari kalangan lelaki.
menyebutkan biografi para perawi dari kalangan kaum wanita.
bagian kaum lelaki, ia membaginya kepada dua bagian dan ada penutupnya. Bagian
pertama diurutkan berdasarkan nama, sedangkan bagian kedua berdasarkan kunyah
(nama panggilannya). Sedangkan di bagian akhir disebutkan delapan pasal.
pertama,
terkait orang yang dikenal dengan ‘ibnu’ fulan tanpa didahulukan namanya, atau
didahulukan namanya namun tidak terkenal nama itu.
kedua,
terkait orang yang dikenal dengan namanya.
ketiga,
terkait orang yang dikenal dengan nasabnya, dan tidak dikedepankan namanya.
keempat,
terkait orang yang dikenal dengan nasabnya, namun namanya didahulukan di tengah
nama-nama yang ada.
kelima,
terkait mereka yang memiliki laqab (gelar)
keenam, terkait
orang yang digelari dengan kunyah (nama panggilannya)
ketujuh,
terkait orang yang digelari dengan nisbatnya.
kedelapan,
terkat orang-orang yang tidak diketahui namanya (mubham).
bagian kaum wanita sama seperti pada bagian kaum lelaki, hanyasaja untuk bagian akhir atau penutupnya ada tiga pasal, yaitu:
pertama,
terkait wanita yang dikenal dengan
‘bintu’ fulan.
kedua,
terkait wanita yang dikenal dengan laqab.
ketiga,
terkait wanita yang majhul (tidak
diketahui).
juga mengurutkan nama sesuai abjad. Jika nama sebagian rawi tidak ada yang
menyamai, maka diletakkan pada pasal bagian akhir huruf yang diberi nama Fashl at Tafariq.
juga di dalamnya penulis menambahkan sebagian biografi yang ada di kitab Adz
Dzahabi dan diberi kode dengan kata ‘تمييز’.
tidak memiliki manhaj (metode khusus) dalam menyebutkan biografi, terkadang ia
menyebutkan jarh wa ta’dil, dan terkadang dibiarkan begitu saja, terkadang
disebutkan tahun wafat dan terkadang tidak disebutkan, akan tetapi penulisnya
selalu menyebutkan sebagian guru si rawi dan sebagian muridnya.
juga tidak meringkas pendapat para imam terkait jarh wa ta’dil yang disebutkan
terkait seorang perawi, namun ia hanya menisbatkan sebagian pernyataan itu
kepada orang yang menyatakannya seperti pernyataannya ‘ditsiqahkan oleh si
fulan’ atau ‘didhaifkan oleh si fulan’.
ini
disebutkan jarh wa ta’dil pada sebagian besar perawi, dimana hal ini dapat
menurunkan kualitas kitab.
menyebutkan tanggal wafat pada kebanyakan biografi rawi yang disebutkan. Ini
adalah kekurangan yang besar meskipun lebih ringan daripada sebelumnya.
Ibnu Hajar meringkas pendapat para imam jarh wa ta’dil, lalu keduanya
menyampaikan pernyataan yang menerangkan tingkat keadaan rawi yang sesuai,
sedangkan Al Khazraji hanya menukil saja.
zai) Ath Thaa’iy, yakni Abu Thalib Al Bashri Al Hafizh, dari Yahya Al Qaththan
dan Salm bin Qutaibah serta Mu’adz bin Hisyam. Daripadanya خ عم
meriwayatkan, ditsiqahkan oleh Abu Hatim. Ia dibunuh oleh orang-orang Zenj di
Basrah pada tahun 257 H.
Dzar, dan daripadanya Rib’i bin Kharrasy meriwayatkan.
dari Ali, dan daripadanya Habib bin Abi Tsabit dan Al Hakam bin Utaibah
meriwayatkan. Ia ditsiqahkan oleh Ibnul Madini dan Ibnu Ma’in, namun dibicarakan oleh selain mereka berdua.
Khalifah berkata, “Ia wafat pada tahun 174 H.”
titik dua di atas/ta), yakni Abu Rauh Al Bashri, dari Yahya bin Ya’mar, dan
darinya pula Yahya Al Qaththan meriwayatkan.
Kitab Tahdzibut Tahdzib karya Ibnu Hajar Al Asqalani (w. 852 H) terdiri dari 12
jilid
ini merupakan ringkasan kitab Tahdzibul Kamal karya Al Mizziy, dimana
penulisnya hanya membatasi terkait Jarh wa Ta’dil yang bermanfaat saja.
dalam kitab ini dihilangkan hadits-hadits yang disebutkan Adz Dzahabi dari
riwayatnya yang ali/tinggi yang mencapai 1/3 kitab.
juga banyak menghilangkan nama-nama guru perawi yang disebutkan biografinya
serta murid-muridnya yang disebutkan secara panjang lebar oleh Al Mizziy, dan
hanya membatasi dengan yang masyhur dan lebih hafal.
biografi rawi yang singkat pada umumnya tidak dihilangkan.
dan murid-murid rawi yang disebutkan
biografinya diurutkan sesuai usia, hafalan, isnad, kerabat, namun tidak sesuai
urutan abjad.
juga menghilangkan pembicaraan panjang lebar yang tidak menunjukkan terhadap
jarh wa ta’dil.
juga menambahkan pendapat para imam jarh wa ta’dil yang didapatkanya dari kitab
yang lain pada biografi rawi tersebut.
disebutkan sebagian perkataan dari kitab asalnya secara makna dengan
mengutamakan inti, dan terkadang ia tambahkan pada sebagian kalimat singkat
karena ada maslahat.
juga penulisnya banyak menghilangkan khilaf terkait kapan wafat rawi tersebut
kecuali yang ada maslahatnya.
tidak menghilangkan para perawi yang disebutkan dalam kitab Tahdzibul Kamal.
menambahkan sebagian biografi sesuai syaratnya, dan dibedakan dengan menuliskan
nama rawi itu dan nama ayahnya dengan warna merah.
menambahkan komentar pada sebagian biografi yang tidak disebutkan di kitab
asal, dengan perkataan ‘Qultu’ (menurut saya).
mengikuti metode Al Mizziy dalam mengurutkan biografi dan kode, akan tetapi ia
menghilangkan tiga kode, yaitu: مق – سي – ص .
juga menghilangkan tiga pasal yang terkait syarat para pemilik kitab yang enam
(kutubus sittah), dorongan untuk meriwayatkan dari orang-orang yang tsiqah, dan
terkait biografi Nabawi.
menambahkan isinya dengan kitab Tadzhibut Tahdzib karya Adz Dzahabi dan
kitab Ikmal Tahdzibil Kamal karya Mughalthay.
shahbihi wa sallam.
Maraji’: Maktabah Syamilah versi
3.45, Ushulut Takhrij wa Dirasah As Sanad Al Muyassarah (Dr.
Imad Ali Jum’ah), dll.





































